
Setelah menangis dalam diam sambil membersihkan rumah , tanpa terasa kini waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore yang dimana sebentar lagi suaminya pulang dari bekerja.
Melia pun siap-siap untuk membersihkan diri guna agar kebih fresh menyambut sang suami.
setelah beberapa menit membersihkan diri kini Melia sedang duduk di ruang keluarga sambil melihat TV guna menghilangkan kesunyian dalam menunggu kepulangan daei sang suami.
beberapa menit kemudian terdengar deru mobil memasuki pekarangan rumah dari depan, yang dimana membuat kesedihan Melia sedikit berkurang dan kini tergantikan kebahagian untuk menyambut sang suami.
mendengar itu Melia pun bergegas menuju ke pintu utama.
Tapi setelah sampai disana Melia dikejutkan oleh seorang wanita seksi yang mirib seperti wanita malam karena pakaian yang sangat terbuka itu, terlebih bagian tertentu yang biasa harus di tutupi kini terlihat, jika di katakan hampir terlanjang.
Rangga sang suami yang Melihat wajah sang Istri yang shook itu pun mulai menjelaskan semuanya.
__ADS_1
"Melia perkenalkan dia adalah Amel, pacarku. dan mungkin beberapa bulan kedepan akan menjadi istriku karena dia sudah ku uji bisa mengandung anak-anak ku tidak seperti kamu yang mandul itu," tunjuk Rangga ke perut Melia setelah itu memeluk tubuh sang kekasih.
Runtuh dan hancur sudah hati Melia mendengar itu semua. dimana janji sang suami dulu akan saling menerima kekurangan masing-masing , dimana janji suci yang mereka ucapkan dulu untuk saling setia. semua itu kini sirna karena sebuah kenyataan yang menghancurkan rumah tangga yang sudah Melia bangun 3 tahun terakhir ini.
rasanya beribu-ribu jarum menusuk perasaan Melia. ingin rasanya Melia teriak guna menyuarakan perasaannya kini tapi semua itu tidak bisa karena air matanya yang terlebih dulu menguasai dirinya.
"Apa maksudnya ini Mas, Aku masih istrimu mas, kenapa kau tega berselingkuh apalagi kini kau mengatakan akan menikahinnya, kau anggap apa diriku mas selama ini, kenapa kau sekarang begini mas, KATAKAN,!" ujar melia dengan berteriak di akhir katanya.
"jangan mas, jangan cerai, aku cinta sama kamu mas, kenapa kini kau berubah mas, tolong pikirkan lagi kita baru menikah seumur jagung jangan berakhir dengan percerain seperti ini mas, aku mohon.. " ujar Melia sambil menangis.
"Terserah apa maumu yang intinya aku akan ceraikan kamu, kalau bisa mulai sekarang kmu bisa pergi dari rumah ini."Rangga
Deg......
__ADS_1
Sungguh hancur sehancur-hancurnya sudah kini perasaan melia, entah kata apa yang kini bisa menggambarkan perasaan melia. terlebih kini dirinya juga di usir oleh sang suami.
"tapp.. " ucapan melia sambil ingin menggapai tangan Rangga tapi terpotong karena Rangga sudah menepis duluan.
"Aisshh,, gak usah pegang-pegang jijik aku kini sama kamu"
"yuk sayang kita ke atas ke kamar kita jangan perdulikan dia" ujar Rangga sambil menunjuk wajah Melia.
Wanita Disamping Rangga pun hanya tersenyum meliat dalam diam menertawakan Nasib Melia.
selepas kepergian Rangga dan wanita simpanannya itu. Melia pun mulai sedikit menguatkan diri, dirinya pun mulai berjalan menuju kamarnya dan Rangga guna mengambil pakaiannya.
setelah semua beres Melia pun langsung bergegas pergi meninggalkan rumah sang suami yang kini sudah mengusirny itu, sunggub Melia sebenarny ingin bertahan guna mempertahankan rumah tangga nya. tapi apa boleh buat jika setiap hari diri Melia di siksa dengan perkataan-perkataan menyakitkan, dan kini Melia memilih pergi dari pada setiap jari merasakan kehancurran hati dan jiwanya.
__ADS_1