Cinta Melia

Cinta Melia
part 4


__ADS_3

setelah berada di ruang keluarga, mereka pun duduk dengan Melia yang kini akan di introgasi oleh kedua orang tua nya.


"Bisa jelaskan ada masalah apa kini Melia, sampai-sampai kamu datang kesini malam-malam dan apalagi membawa koper besar seperti ini." tegas Rio selaku ayah Melia.


Melia yang mendengar ucapan sang Ayah hanya bisa diam, ia tidak tau harus menjawab bagaimana, bahkan untuk bergerak sedikit rasanya susah seperti terikat padahal tidak ada.


"Jawab Melia, jangan kebungkaman yang kau lakukan untuk menjawab pertanyaan Ayah ini." ujar Rio lagi.


"Be-begini Yah,," belum selesai Melia menjelaskan tapi air mata mulai membasahi pipi Melia, entah karena takut keluarganya akan tidak menerimanya, atau takut untuk mengutarakan hal yang terjadi padanya membuat perasaan Melia menjadi kacau yang akhirnya hanya menangis yang bisa ia lakukan.


Melihat anaknya menangis, Diana merasa tidak tega akan hal itu yang membuat dirinya sedikit merasakan kesedihan sang ank walau tak tau penyebabnya. di dekatinya Melia dan dirinya mulai memeluk dan membelai rambut sang anak sambil mengucapkan kata penenang.


"Udah tenang sayang, Ibu sama Ayah akan selalu disisimu, jadi jangan takut, katakan apa yang membuat anak Ibu ini menangis." ucap Diana dengan halus kepada Melia.


"Bu,, apa aku banyak dosa ya bu, sampai tuhan memberiku cobaan besar seperti ini. aku merasa sedih sebagai wanita, aku merasa tidak pantas hidup Bu.." ucap Melia di barengi tangisan yang lebih kuat dari sebelumnya.


"Udah tenang sayang, jangan kau paksakan buat cerita untuk sekarang. lebih baik kau pergilah ke kamarmu, istirahatlah ya sayang" ucap Diana.


Melia pun hanya mengangguk dan mulai mengusap sisa air mata di wajahnya dan mulai berdiri pergi menuju kamarnya.


setelah kepergian Melia kini di ruang keluarga tersisa Rio dan Diana disana dengan raut wajah yang sudah bisa di tebak tengah kacau sama seperti wajah Melia tadi.


"Yah,, " Diana.

__ADS_1


"Bu,, " Rio


ujar mereka berbarengan.


"Yah,, apa yang terjadi pada anak kita Yah, kenapa setelah menikah anak kita malah kelihatan sedih begitu yah? " Diana.


"Ayah juga tidak tau Bu,, kita tanyakan saja besok atau tidak sampai Melia sendiri yang menceritakannya karena jika kita paksa takutnya Melia akan tambah kacau dari sekarang." Rio


sedangkan di tempat lain, di sebuah kamar terdapat laki-kaki sedang melamunkan sesuatu.


dia adalah Wiguna Darmawan, pria yang kini masih duduk di bangku sekolah kelas 3 SMA ini sedang merenungi kehidupannya yang mungkin menyedihkan. apalagi kisah cintanya yang dari dulu ia pendam tapi tidak bisa ia utarakan.


wanita itu tidak lain adalah Melia anggraini, wanita yang imut, manis, apalagi wanita yang membuat seorang Wiguna jatuh cinta kepada sosok wanita tersebut karna kelembutannya.


perasaan itu bermula dari 5 tahun lalu semenjak Wiguna dan keluarganya pindah ke perumahan tempat dirinya kini tinggal. bermula saat dirinya pulang sekolah mengendarai sepeda kesayangannya. entah karena apa atau karena Wiguna yang kurang fokus melihat ke depan, di jalan yang akan ia lewati terdapat batu dan itu semua membuat sepeda yang di kendarainya oleng dan membuat ia jatuh dengan tidak elit sampai membuat kedua lututnya terluka cukup besar.


mungkin jika yang jatuh wanita pasti akan menangis meraung-raung. tapi ia adalah lelaki, Wiguna hanya bisa menangis melihat lukanya banyak mengeluarkan darah.


entah datang dari mana seorang wanita mendekati Wiguna.


"Aduh lukany besar sekali, pasti sakit banget ya. sini biar kakak obati ya, jangan nangis ok." ujar wanita tersebut.


"hiisk hissk,, jatuh tadi kak, karena batu itu."ucap Wiguna sambil menunjuk batu yang menjadi penyebab dirinya jatuh.

__ADS_1


"Sini biar kakak obati, jadi jangan nangis lagi ya." ucap wanita itu sambil tersenyum yang mana entah perasaan datang dari mana membuat jantung Wiguna berdesir aneh melihat senyum wanita yang ada di depannya kini.


jantungnya berdetak sangat cepat mungkin bisa di katakan Wiguna jatuh cinta pada pandangan pertama.


Wiguna hanya mengangguk mendengar ucapan wanita tersebut dan mulai berdiri menuju ke trotoar di bantu oleh wanita tersebut.


"Maaf ya kakak nggak bawa alkohol. jadi kakak bersihin pake air sama kapas aja ya, nanti setelah bersih kakak antar ke rumah ok" ujar wanita itu.


"iya kak." saut Wiguna.


"kalau boleh tau nama adek siapa? "tanya si wanita.


"Wiguna kak, Wiguna Dharmawan." Wiguna.


"Owh gitu, boleh kakak panggil dek Unna ya, karna kamu bikin gemes"


"Iya kak, kalau kakak namanya siapa? " tanya Wiguna


"Kalau nama kakak Melia, Melia Anggraini" ucap Melia.


"Boleh Unna panggil Kak Melmel ya? " Wiguna.


"Boleh aja kok dek" Melia.

__ADS_1


Dan saat itulah bermula hubungan mereka terjalin yang dimana saat itulah bermula juga Wiguna sudah menyukai Melia walau hanya dalam diam sampai sekarang.


__ADS_2