
Keasikan permainan game pun tak berkurang walau perasaan Wiguna juga gelisah karena hal yng dilihatnya. Karena di liputi rasa penasaran yang tinggi akhirnya Wiguna pun memberanikan diri bertanya kepada Rian.
"Ian..." panggil Wiguna,
"Hmm" jawab Rian tanpa menoleh.
"Menurut lo, kakak lo kenapa ya kok bisa dadakan gitu pulangnya? " Wiguna
"Yang gue tau kakak gue tu pulang karena kangen kluarga aj" Rian
"Tapi kok suaminya gak ikutan? " Wiguna
"Ya katanya ada kerjaan di luar kota,, kakak ipar gue memang biasa kerja pulang pergi ke luar kota jadi karena bosen di rumah mertuanya jadi maen kesini dianya" jelas Rian.
"Tapi.. Tadi sewaktu gue ambil air ke bawah kok gue lihat kakak lo nangis sendiri di kamarnya? ,, tanyain dong karena gue pikir nggak mngkn nggak ada apa-apa apalagi kakak lo nangis sampai sendat-sendat begitu" ujar Wiguna.
"Jangan bohong deh lo, tadi kakak gue masih baik-baik aja, gak ada raut sedih begitu. Buktinya tadi sewaktu gue pulang aja langsung di peluk katanya kangen." Rian.
"Gue nggak bohong Yan,, ngapain gue bohong jika itu terpaut dengan orang yang gue suka, lo pasti tau gue" Wiguna.
"Oke gue percaya, nanti gue tanyain" Rian.
Dimas yang sedari tadi hanya diam saja, karena ia tidak bisa ikut campur kalau masalah begini. Dimas pun memilih fokus terhadap game yang masih di mainkan.
*~*~*~*
Malam pun tiba, Dimas pun sudah pulang dari sedari sore. Hanya Wiguna yang masih bermain di rumah Rian.
"Gak bosen apa lo Gun, udah malem nih pulang lo sono. Nanti lo di cariin nyokap lo karena anakny gak pulang-pulang dari siang."ujar Rian memberi tau.
"Ya nggak bakal bosen apalagi ada dia,heheh ,urusan nyokap pasti dianya udah tau kan guenya tadi udah bilang mau maen kesini." saut Wiguna.
"Tapi ini kan udah malem pulang lo mandi ganti baju , trus tidur" Rian
__ADS_1
"Gitu banget dah punya temen suka ngusir padahal udah mau maen kesini" Wiguna.
"Gue bukannya ngusir ya, gue cuma bilangin," Rian.
"Ya udah gue balik nih" Wiguna
"Udah balik sana eneg gue dah liat lo" Rian
"Setan lo sama temen sendiri" Wiguna.
"Udah sana buruan baliiik" ujar Rian seraya mendorong Wiguna.
"Ya ya ya, jangan dorong juga dong, oke ini gue juga udah mau pulang" Wiguna.
"Kelamaan lo jalannya kayak siput" Rian.
"Tapi siput itu lebih cepat lo dari kelinci, buktinya balapan si siput yang menang" Wiguna.
"Oke, jangan kangen ya" ujar Wiguna,
Ucapan itu sebenarnya bukan untuk Rian melainkan Melia yang kini berdiri di bawah tangga, sebenarnya tadi Melia dari lantai 2 dan turun untuk mengisi perutnya yang lapar.
Wiguna yang sudah tau ada Melia pun sedikit memperlama dirinya pulang walau dia juga di dorong oleh Rian tapi mata itu tidak lepas dari Melia.
Entah apa yang membuat Melia masih tampak cantik walau sudah menikah dan umurnya pun jauh di atas Wiguna. Tapi Wiguna tetap cinta, cint yang masih bertepuk sebelah tangan.
~*~*~*~
Setelah kepergian Wiguna, kini Rian pun pergi menuju kamar sang kakak. Karena mendengar ucapan dari Wiguna tadi siang membuat Rian di liputi rasa penasaran akan keadaan kakaknya kini. Kalau kalian tanya orang tua Melia dan Rian, mereka sudah berada di kamarnya menuju alam mimpi atau mungkin hal yang lain.
"Kak,, Rian boleh masuk nggak" ujar Rian seraya mengetuk pintu Melia.
"Boleh aja Ian,," saut Melia dari dalam kamar
__ADS_1
Mendengar itu Rian pun masuk, disana ia melihat sang kakak sedang bermain handphone nya.
"Kak, Rian mau tanya boleh?" tany Rian
"Memang mau nanya apaan Ian? " ucap Melia
"Jadi gini, sebenarnya kakak lagi nggak ada masalah kan sama kak Rangga? " Rian
Deg....
Entah apa yang harus Melia jawab sekarang mendengar ucapan Rian.
"Kak,, kok kakak diam" Rian
"ahh, eeh.. gak ada masalh kok Rian, kakak sama kak Rangga masih baik-baik aja." ucap Melia.
"Yang bener kak, tapi kenapa tadi siang kakak nangis di kamar"Rian
Mendengar itu Melia pun menjadi gelisah apalagi mengingat masalah yang lagi di hadapinya pun menambah stres pikirannya yang di mana membuat air mata kembali mengenang di pelupuk matanya.
Melihat itu Rian pun merasa yakin ada masalah di balik kepulangan kakaknya kali ini.
"Kakak bakal jujur aja sama kamu Rian,, sebenarnya kakak akan di ceraikan sama suami kakak"ucap Melia.
Mendengar itu perasaan Rian pun sekarang di tambah campur aduk.
"Apa alasan kak rangga main nyerain kakak" Rian
"Itu semua karena kakak Ian, kakak yang nggak bisa memberi keturunan ke keluarganya, kakak mandul Ian" ucap Melia bergetar dan berakhir Melia menangis kembali,
Melihat sang kakak nambah menangis tersedu-sedu Rian pun mulai memeluk sang kakak dan menenangkannya dengan cara mengelus punggung Melia.
"Dasar kakak ipar kurang ajar ban**at, kalau nanti gue ketemu lo bakalan gue hancurin tu muka yang dulu ngemis nikah sama kakak gue" ujar Rian dalam hati.
__ADS_1