Cinta Melia

Cinta Melia
part 8


__ADS_3

Setelah hari dimana Rian mengetahui bahwa kakaknya akan di ceraikan oleh kakak ipar atau bisa sekarang di sebut sebagai mantan. Karena hari ini merupakan hari sidang perceraian Melia dengan Rangga. Persidangan pun sudah selesai sejak beberapa jam yang lalu.


Kini sudah sore waktu pulang sekolah, Wiguna dan kawan-kawannya pun pulang ke rumah masing-masing dan berlaku untuk seluruh murud juga.


"Ian,,  gue maen ke rumah lo ya " ujar Wiguna.


"Alah... Bilangnya aja maen, tapi sebenarnya lo pengen ketemu kakaknya Rian kan" ujar Dimas.


"Tumben bener omongan lo Dim,, biasanya jarang peka lo." seraya merangkul Dimas "Gimana boleh nggak" ucap Wiguna.


"Boleh aja, tapi jangan deketin kakak gue, kakak gue lagi sedih sekarang apa lagi hari ini adalah hari sidangnya" ucap Rian.


"Yang bener hari ini kakak lo sidang, uuucchhh jadi gak sabar pengen milikin deh" ujar Wiguna.


"Sadar woi...  Kakaknya Rian tu karang akan berstatus janda, kok lo malah happy begini." Dimas.


"gimana nggak happy, pujaan hati gue sekarang sendiri, dan juga gue bentar lagi lulus dan pastinya lagi gue bakalan bisa milikin dia dong, hebat nggak" Wiguna.


"Hebat apanya kalau janda, udah bekas itu mah, mending nyari yang masih gadis" Dimas.


"Gadis apanya kalau masih sekolah udah berani ekhem2 ,, bahkan ada yang hamil duluan , mending janda udah banyak pengalaman, udah tau emg gak segelan lagi" jelas Wiguna

__ADS_1


"Yeh ni anak, bening lebih banyak lagi di luar sana, tapi memang sih kakaknya Rian tu walaupun udah nambah umur tetep aja bening" ucap Dimas.


"Udah-udah ngapain sih kalian berdua malah ngomongin kakak gue, lo Dim, janda begitu masih kakak gue ya, dan juga kenapa memangnya kalau statusnya kini janda lo ada masalah" tanya Rian, Dimas yang ditanya hanya diam dam sambil menggelengkan kepala.


"Dan lo Gun.. Bener juga dikit ucapan Dimas, kenapa sampai sekarang lo tetep suka ma kakak gue" tanya Rian kepada Wiguna.


"Entah karena apa, intinya gue cinta pada pandangan pertama sama kakak lo, makannya mumpung sekarang ada kesempatan gue bakal ungkapin dan tunjukin rasa sayang gue pada kakak lo Rian, " jelas Wiguna.


"Ok itu sih terserah lo, yang penting kakak gue mau sama lo " Rian


"pasti maulah. Secara gue karang kan beda sama yang dulu," ucap Wiguna.


"Iya iya percaya, iya gak Dim? " Rian.


Obrolan pun selesai karena kini mereka sudah sampai di rumah Rian, mereka pun masuk dan menuju ruang tamu, disanalah mereka duduk berselonjor kaki.


"Ssttt,,  ssstttt" Wiguna ke Rian.


"Kenapa Gun, kok lo ngomongnya pelan." Rian


"Kakak lo mana Ian, kok nggak kelihatan sih " Wiguna.

__ADS_1


"Mungkin lagi di kamaar kali, lo tunggu aja di bawah paling beberapa menit bakalan keluar kok,  gua tinggal bentar ya mau ke kamar ganti baju"


"Ok," ujar Wiguna dan Dimas.


Wigun ynag merasa haus pun berdiri dari duduknya ingin menuju dapur milik Rian.


"Mau Keman lo Gun? "  tanya Dimas


"Gue mau kw dapur bentar minum air" seru Wiguna.


"Owh gt, siappin milik gue juga ya " terang Dimas.


"Ambil sendiri dah, emang gue kacung lo apa"


"Ettdah buset lo Gun, gue kan minta tolong, ya udah sama kalau nggak mau bantu." Dimas.


Setelah percakapan itu Wiguna pun menuju ke dapur untuk menghilangkan dahaganya.


Sesampainnya di dapur Wiguna pun kini hanya merasa kaku dan tegang juga, entah apa yang bisa menggambarkan suasana di sekitanya kini, terlebih melihat Melia kini berada di dapur.sedang membuat minuman 4 gelas itu,


Sungguh otak wiguna kini di liputi perasaan campur adok, gimana nggak di depannya berdiiri orang yang paling iya sayang selama ini setelah orang tuamya, apalagi penampilan Melia yang luar biasa menggoda walau sudah janda.

__ADS_1


Hoddie panjang yang menutupi hampir sebagian paha mulus Melia dan karna itu kini milik Wiguna sudah sangat tegang.


__ADS_2