
setelah sarapan guna mengisi perut sekarang Wiguna akan pergi ke rumah Rian untuk pergi ke sekolah bersama. terlebih sekarang sang pujaan hati kini berada di rumahnya menambah semangat Wiguna untuk bergegas pergi.
sesampainya di depan rumah Rian, Wiguna pun mulai berteriak memanggil Rian. jangan heran jika Wiguna berteriak begitu di rumah Rian karna memang itulah kebiasaannya setiap akan berkunjung ke rumah Rian.
"RIANN!! " panggil Wiguna.
"Iya,, sabar sebentar" ucap Rian menyauti.
"Buruan lo,, nanti kita bisa telat asal lo tau." ujar Wiguna.
walau omongannya begitu tapi mata Wiguna trus memandang ke dalam Rumah Rian guna melihat sang pujaan hati.
"Ngapain lo sampek segitunya ngeliat ke dalam rumah gue, emang rumah gue ada apaan Gun?? " tanya Rian.
mendengar pertanyaan dari Rian membuat Wiguna sedikit gelagapan.
"eh, ah enggak kok cuma pengen liat kakak lo aj " ucap Wiguna jujur.
"Ah lo Gun, inget ya kakak gua tu udah punya suami. jangan lo pikirin kakak gue lagi, noh di sekolah kan banyak cewek cakep fans lo, pilih aja satu. jangan ganggu rumah tangga kakak gue. " ujar Rian dengan tegas.
benar,, Rian sebenarnya sudah tau dari dulu kalau sahabatnya ini menyukai sang kakak terlebih karna itu dulu sebelum kakaknya menikah dengan kekasih pujaannya Wiguna pernah mengutarakan perasaannya dengan membicarakan dengan Rian.
"Iya Yan,, masalah itu gua inget kok. makanya gue mencintai kakak lo dalam diam aja, kalau masalah cewek yang di sekolah gua gak tertarik. nggak ada yang bisa seperti kakak lo" ucap Wiguna jujur.
"tapi berhubung lo sama gue masih muda mending mikirin yang laen aja deh Gun, karena orang yang lo cinta sudah ada yang punya." tutur Rian seraya meemeluk pundak Wiguna.
"Iya itu juga gue tau, tapi susah buat gue ngelupain kakak lo"ujar Wiguna
__ADS_1
"Nanti aja bakalan lupa kok kalau udah nemu pengganti. ya udahin melow-melownya pagi-pagi kita sekarang pergi ke sekolah." ucap Rian mengakhiri obrolan dan berangkat bersama menggunakan motor masing-masing.
setelah menempuh waktu beberapa menit sampailah Wiguna dan Rian di sekolah tempat mereka menimba ilmu.
baru saja mereka sampai tapi sudah ada banyak siswi yang datang mendekati mereka sambil berteriak.
gimana nggak pangeran sekolah kini sudah datang, bisa dikatakan kumpulan mereka MAS GANTENG.
gimana nggak bisa di bilang gitu orang mereka semua ganteng, mulai dari Wiguna, Rian, Dimas dan beberapa temannya lagi yang jika dihitung ada 7 mereka bersahabat.
dan paling tampan dari mereka semua pastilah Wiguna dan Rian yang paling di puja. karena mereka tak hanya tampan tapi juga memiliki ketrampilan yang mumpuni dalam akademik dan non akademik.
walau mereka begitu di puja tapi tidak pernah mereka bertujuh menyombongkan diri itulah yang menjadi nilai plus dalam kepribadian.
setelah kepergian Rian berangkat sekolah kini di rumah Melia sedang terjadi sidang yang dilakukan oleh kedua orang tua Melia.
"Melia bisa jelaskan sekarang apa yang sebenarnya terjadi padamu, kenapa kau pulang kemarin malam dalam keadaan seorang diri terlebih membawa barang yang begitu banyak. apa kau bertengkar dengan suamimu sampai-sampai kau nekat pergi?" tanya Rio dengan halus guna menjaga suasana hati sang anak.
"Kalau bukan karena pertengkaran lalu apa lagi Melia, kau sudah dewasa kau sudah berumur 25 tahun biasanya kau harus memikirkan ini dengan kepala dingin jika ada masalah bukan main kabur seperti ini Melia" tutur Rio.
"Tapi ini sudah terjadi dari lama Yah, ini semua karena Melia." ucap Melia.
"Memang apa yang kau perbuat Melia sampai semua ini terjadi." tanya Rio.
"se-semua ini ter-terjadi karena Mel-Melia mandul Yah, Melia tidak bisa memberikan keturunan kepada keluarga Rangga, oleh sebab itu Melia trus dihina disana dan juga Suami Melia selingkuh yah" ujar Melia sambil menangis pilu. Diana yang duduk disamping Melia pun langsung memeluk anaknya itu karena tau apa yang dirasakan oleh anaknya karena dia juga wanita dan dia juga akan merasakan apa yang di rasakan oleh sang anak.
mendengar semua ucapan Melia, entah mau marah atau sedih karena nasib anaknya, kedua orang tua Melia hanya bisa berdiam diri merenung dalam diam.
__ADS_1
*~*~*~*
pagi hari berganti siang, Wiguna dan kawan-kawannya pun sudah menggendong tasnya masing-masing untuk pulang menuju rumah.
"Rian, hari ini gua mampir ya ke rumah lo, pengen maen vs sama-sama, bosen gue maen sendiri di rumah" ujar Wiguna.
"Maen aja lah, rumah gue terbuka buat lo."saut Rian
"Trus buat gue Ian? " tanya Dimas.
"Buat lo juga kok" Rian.
"Ok,, jadi gue pulang dulu mau ganti baju habis itu kita kumpul di rumah lo" Wiguna.
"siip-ssipp" saut Rian.
setelah perbincangan itu Wiguna, Rian, dan Dimas pun menuju rumah masing-masing.
1 jam berlalu setelah kepulangan para murid, kini rumah Rian sudah di datangi oleh Wiguna dan Dimas.
mereka pun berkumpul di kamar Rian guna bermain vs seperti omongan mereka sewaktu pulang tadi. karena sekarang yang main giliran Rian dan Dimas, Wiguna pun hanya jadi penonton.
merasa boring yang akhirnya membuat Wiguna menjadi haus akhirnya ia bangun dan menuju ke lantai bawah tempat dapurnya Rian. memang seperti begitulah kelakuan teman Rian jika disuguhkan di awal datang katanya takut ada hewan yang memasuki minuman mereka yang berakhir setiap mereka kesana di perbolhkan mengambil sendiri dan minum apa aj yang ada di dapur.
setelah mengambil minuman dingin, Wiguna pun naik kembali ke lantai 2 . tanpa sengaja dirinya mendengar isakan tangis dari arah kamar Melia. Wiguna yang penasaran pun mendekat dan melihat dari celah pintu yang kurang rapat di tutup itu.
disana iya melohat Melia sedang menangis duduk di lantai, punggung menyender di kasur, serta kaki di tekuk dan wajah yang tenggelamkan disana dengan suara isakan tangis ynag tadi Wiguna dengar.
__ADS_1
Melihat itu ingin rasanya Wiguna mendekati Melia, tapi ia urungkan untuk memberi waktu. bukan hanya itu sebenarnya Wiguna juga sudah penasaran dari kemarin setelah kedatangan Melia malam itu. apa yang sebenarnya terjadi sampai dimana Melia yang datang malam itu hingga sekarang yang ia lihat menangis pilu di dalam kamar.
ingin bertanya tapi Wiguna sadar ia tidak punya hak untuk masuk dalam masalah pribadi seseorang yang berakhir dia berdiam diri. dan setelah suara isakn itu mengecil Wiguna malah pergi kembali ke kamar Rian.