
Keesokan harinya disekolah saat istirahat.
"Haduh hari ini tidak seperti biasanya, entah kenapa aku merasa kesepian walaupun ada banyak teman." Ucap Hitori di dalam hatinya sambil melamun di dalam kelas.
"Hei Hitori." Ucap Mizumi.
"Heh,nanti pergi ke rumah sakit kamu mau nggak? ". Ucap Hitori.
"Maaf yah aku nggak mau." Ucap Mizumi.
"Kenapa?" Ucap Hitori.
"Yasou tidak ingin melihat aku lagi." Ucap Mizumi.
"Iya dia selama seminggu ini ketika ayahnya meninggal dia sikap nya berubah, tidak seperti biasanya." Ucap Hitori.
Setelah beberapa jam kemudian, waktunya pulang. Hitori keluar kelas dan bergegas pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Yasou. Sesampainya Hitori di rumah sakit, bertemu dengan pamannya Yasou yang sedang duduk di depan ruangan nya Yasou.
"Hei paman." Ucap Hitori.
"Ohh Hitori,kamu tahu nggak kenapa Yasou setiap malam menangis yah? " ucap Pamannya Yasou.
Hitori pun terdiam dan berkata didalam hati. "Yasou selalu menyembunyikan masalah hidupnya dengan cara berpura pura ceria."
"Heii, malah bengong." Ucap paman Yasou.
"Ehhh, anu... aku nggak tau paman." Ucap Hitori dengan bohongnya.
"Ya udah kamu temenin Yasou dulu sana! Paman mau bekerja dulu." Ucap paman Yasou.
__ADS_1
"Okehh paman." Ucap Hitori.
"Hei Yasou, apakah kamu sudah agak sembuhan? " ucap Hitori.
"Sudah." Ucap Yasou.
"Syukurlah, berarti kamu besok sudah bisa berangkat sekolah dong? Entah kenapa aku jika tidak ada kamu jadi merasa kesepian walaupun ada banyak teman." Ucap Hitori.
"Ohh." Ucap Yasou.
"Eh kampret! malah cuman jawab oh doang." Ucap Hitori.
Tetapi Yasou langsung tidur dan menutup seluruh tubuh dan kepalanya dengan selimutnya tanpa memikirkan ada sahabatnya disitu.
"Ehh malah tidur." Ucap Hitori.
"Kamu kenapa sih? Selalu menutupi masalahmu ke aku, padahal aku kan sahabat kamu." Ucap Hitori dengan suara kecil dan sedih.
Namun Yasou belum tidur dan mendengarkan ucapan dari Hitori.
"Maafkan aku, karena aku tidak mau orang lain yang dekat denganku terkena masalah." Ucap Yasou di dalam hati sambil meneteskan air mata.
Disisi lain, Mizumi yang berada di rumah dan terus memikirkan alasan Yasou berubah.
"Aku tidak akan menyerah, pasti aku bisa membuat Yasou bahagia." Ucap Mizumi yang sedang berada di kamar.
__ADS_1
"Oh iya, pasti besok Yasou berangkat dan pasti dia tidak membawa bekal, aku akan buat dua bekal makanan untuk Yasou, agar dia senang dekat denganku." Ucap Mizumi.
Malam telah berlalu pagi pun tiba, Yasou segera berangkat ke sekolah.
"Paman aku berangkat dulu ya." Ucap Yasou.
"Iya hati hati." Ucap pamannya.
Ketika di jalan, Yasou melihat ada anak anak kelas sebelah yang sering menindas Yasou, mereka mendekati Yasou.
"Eh kamu masih hidup, kirain sudah mati." Ucap Kazowa.
"Mau apa kalian? " ucap Yasou sambil gemeteran badannya.
"Hahahahaha, mau apa? Jangan kamu dekat dekat dengan Mizumi, kalo tidak kamu akan ku hajar" ucap Kazowa sambil mencekik leher Yasou.
"Mana mungkin aku suka sama Mizumi, aku tidak akan pernah mendekati Mizumi." Ucap Yasou.
"Awas kau, jika kamu mendekatinya." Ucap Kazowa
"Ayo bro kita berangkat." Ucap Eici ke Kazowa.
Tetapi saat berada di jalan Yasou malah bertemu dengan Mizumi.
"Hei Yasou, kamu udah sehatan? " ucap Mizumi.
__ADS_1
Tetapi Yasou tetap diam, dia tidak berbicara sepatah kata pun.
"Kenapa makin hari Yasou makin berubah yah?" Ucap Mizumi dalam hati.