CINTA SEBELUM KEMATIAN

CINTA SEBELUM KEMATIAN
Episode 9


__ADS_3

Waktu telah menunjukan pukul 23.00


Mereka pulang dari pasar malam.


"Aku pulang!" Ucap Hana.


Hitori melepas sepatu dan langsung masuk ke dalam kamar.


"Aku heran kenapa orang secantik itu bisa menyukai orang payah?" Ucap Hitori sambil tiduran di kamar.


Disisi lain Yasou yang berada di rumah sakit.


"Hei itu surat dari teman kamu baca! Aku heran sama kamu, kenapa kamu selalu ditindas dan dipukuli sih? Aku pergi dulu, besok aku bekerja lagi." Ucap paman Yasou sambil menutup ruangannya Yasou.


Yasou pun bangun dari tempat tidurnya dengan banyak kabel yang menempel ditubuhnya melihat pemandangan luar jendela.


"Begitu indahnya dunia ini jika tidak ada penindas di dunia ini." Ucap Yasou sambil melihat pemandangan malam hari.


Malam telah berlalu pagi pun telah tiba, pada esok hari di kelas.


"Ah sial! Aku belum mengerjakan tugas, aku tadi malam nemenin adik aku ke pasar malam." Ucap Hitori dengan keras.


"Hehehe kamu malah jadi pengganti Yasou di kelas." Ucap yuki.


Ucapan Hitori sangat keras hingga semua orang yang ada dikelas dengar.


"Hehehe lihatlah sahabatnya Yasou sama yah seperti Yasou, terlalu ceroboh." Ucap Sakura ke Mizumi.


Lalu Mizumi menghampiri Hitori.


"Ini salin saja!" Ucap Mizumi sambil mengasihkan tugasnya ke Hitori.


"Terima kasih." Ucap Hitori.

__ADS_1


"Asik dapet pacar." Ucap Yuki.


"Plok" suara tamparan Mizumi ke Yuki.


"Asik dapat tamparan." Ucap Hitori sambil menulis tugas.


"Heh kamu!" Ucap Yuki sambil mengelus pipinya yang ditampar Mizumi.


"Hahahahaha." Ucap Hitori.


"Jangan lupa nanti kembalikan!" Ucap Mizumi sambil menuju ke Sakura.


"Eh kok Mizumi tiba tiba baik sama saya ya?" Ucap Hitori sambil keheranan.


"Ya ela udah di kasih jawaban masih aja berfikir yang engga engga." Ucap Yuki.


"Hei Mizumi, ini tugas lo salah semua kata Hitori!" Ucap Yuki dengan keras dan berbohong ke Mizumi.


"Hadeh mulai deh perang dunia." Ucap Hitori.


"Ah ampun, aku cuma bercanda doang." Ucap Yuki sambil lari ke luar kelas.


Karena sepatunya jatuh di meja Hitori, Hitori pun mengambil sepatunya dan mengembalikan.


"Ini sepatunya, oh iya kamu kok tiba tiba baik sama aku?" Ucap Hitori sambil memberikan sepatu.


"Aku cuma ingin menolong saja kok." Ucap Mizumi.


"Eh menolong ya?" Ucap Hitori.


Dan setelah beberapa jam kemudian, saat pulang sekolah Hitori mengunjungi Yasou dan melihat Yasou sedang tergeletak di lantai pinggir jendela.


"Yasou!" Ucap Hitori sambil lari dan mengangkat Yasou ke ranjangnya.

__ADS_1


Setelah beberapa lama kemudian Yasou pun terbangun.


"Kamu kalo belum sehat jangan dipaksa!" Ucap Hitori.


"Kenapa kamu mengatur saya sih?" Ucap Yasou.


"Karena hidup kamu juga berarti buat saya." Ucap Hitori.


"Ini makan lah, pasti kamu belum makan kan, saya tadi membeli ini buat kamu, saya harap kamu memakannya." Ucap Hitori.


Dan setelah beberapa menit Mizumi datang ke ruangan Yasou.


"Apa kabar!" Ucap Mizumi.


"Eh, kebetulan ada Mizumi, tolong jaga Yasou ya! Aku mau pulang dulu, dah." Ucap Hitori sambil menutup pintu.


Mereka berdua tidak mengucapkan kata apapun saat ditinggalkan Hitori. Yasou lalu bangun dari ranjang berniat untuk mengambil makanan di meja yang dekat dengan ranjang.


"Brag" suara Yasou yang jatuh langsung ditangkap oleh Mizumi.


"Syukurlah kamu tidak apa apa." Ucap Mizumi sambil memangku Yasou.


"Iya terima kasih." Ucap Yasou.


"Anu....kamu belum makan yah? Bilang saja kalau kamu ingin makan, nanti aku ambilin kok." Ucap Mizumi.


Yasou pun berdiri dan dibantu oleh Mizumi naik ke tempatnya lagi.


"Ini makanannya." Ucap Mizumi sambil memberikan makanan.


Dan setelah memberikan makanan, Mizumi pun pamit ingin pulang.


"Aku pulang dulu ya,maaf kalo saya merepotkan." Ucap Mizumi sambil berjalan meninggalkan ruangan Yasou. Setelah keluar ruangan, Mizumi melihat ada kertas di lantai dan mengambilnya.

__ADS_1


"Eh kertas apa ya?" Ucap Mizumi sambil terheran heran dan langsung mengambilnya.


"Eh, ini kan surat yang aku berikan ke Yasou, apakah dia tidak membacanya?" Ucap Mizumi dengan muka yang sedih langsung meninggalkan rumah sakit


__ADS_2