
"Al ayo cepet nanti keburu dosen masuk nih" ucap sindi sambil berlari menggandeng tangan alma menuju kelas mereka.
"Aduh sin santai aja kali kita ga bakalan telat" jawab alma sambil mengikuti sindi dengan tangan yang masih di gandeng
"Hah ga bakalan telat gimana ini kan udah jam 08:30 ya kali ga telat"Sambil memperlihatkan jam tangan yang melekat di tangan kiri nya kepada alma
Alma yang melihat jam tangan yang ada di tangan sundi pun berhenti berlari mengikuti sindi sambil menarik tangan sdin yang ada jam tangan nya
Sindi yang terhenti larinya karna alma yang menarik tangannya terpaksa menoleh kepada alma.
" kok berhenti sih al" tanya sindi dengan bingung
"astaghfirullah sindiiiii..jam tangan lo itu udah mati pantes aja lo grasak grusuk pengen buru-buru masuk kelas" Kata alma Sambil merasa gemas dan kesel kepada sindi
"ahh.. masa sih orang hidup kok ini" sambil merasa tidak percaya kalau jam nya mati
Alma pun menarik tangan sindi dan memperlihatkan supaya sindi melihat bahwa jarum jam nya itu sudah tidak bergerak lagi alias jalan di tempat.
"Tuh liat jarum nya udah gak gerak lagi"
__ADS_1
"oh iya.. dari kaoan ya begini kok gue ga sadar"
"ya mana gue tau"
"trs sekarang gimana jadi kita ini sebenarnya telat apa engga sih" tanya sindi
" ya engga lah.. orang sekarang aja baru jam 07:40 masih 20 menit lagi. "
"oh gitu hehehehe maaf ya al gue ga tau kalo kita belum masuk dan ga telat"
" Yaudah mending kita sekarang makan dulu di kantin gue laper nih ga sempet makan"
"Oke deh siap"
"Sorry sorry gue ga sengaja" ucap laki-laki tersebut
Alma dan sindi terpana melihat orang tersebut karna wajah nya yang tampan hidung mancung alis tebal serta kulit yang bersih dan putih seketika membuat keduanya terdiam sambil melihat laki-laki itu.
"Hai.. gimana lo ga papa kan apa ada yang luka" ucap laki-laki tersebut sambil melambaikan tangannya di depan alma, Alma yang tersadar pun langsung menganggukkan kepala nya
__ADS_1
"I-iya gue gapapa" jawabnya terbata
"Syukur deh kalo gapapa maaf ya gue ga sengaja"
Sindi yang masih terpana sampai tidak berkedip melihat laki-laki itu sampai harus di senggoo oleh alana supaya tersadar.
"oh iya kenalin gue fabian nama lo siapa? " tanya nya pada alana
ketika alana inggih menjawab dan memperkenalkan nama nya dengan gerakan yang tak terduga langsung di serobot sindi sampai ia berhasil menjabat tangan fabian
"Gue sindi temen nya alana" ucapanya tanpa rasa bersalah sambil tersenyum sumringah kepada fabian
Abian yang masih berjabat tangan dengan sindi langsung melerai jabat tangan yang dari beberapa detik dan menit tadi tidak terlepas. Dan langsung melihat ke arah alana yang di sebelah sindi
"Iya gue alana" jawab alana singkat
.
.
__ADS_1
.
.