
Di sebuah apartemen yang berdesain elegan minimalis, yang hanya mempunyai 2 kamar dengan penghuni yang hanya 1 orang saja.
Pria dengan tubuh tinggi,putih, gagah dan tampan itu baru saja keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk di pinggang nya.
Siapa lagi kalo bukan fabian atmadjaya yang kerap dipanggil bian, ia baru selesai membersihkan diri nya karna habis terjatuh ke dalam kubangan air, yang membuat nya basah walaupun tidak sampai membuat basah kuyup tapi itu sukses membuat baju dan celana nya basah dan kotor.
"Cewek yang unik" ucap nya sendiri pada dirinya sambil tersenyum
Setelah mengatakan itu bian pun bersiap-siap dan memakai pakaiannya, karna malam ini ia akan pergi ke rumah kedua orang tuanya. Karna ia sebelum mandi tadi mendapatkan telpon dari bundanya untuk pulang, karna ada yang dibicarakan katanya.
Dan mau tidak mau bian pun meng iya kan permintaan bundanya tersebut, apalagi bian merasa ia juga sudah lama tidak pulang ke rumah.
Pukul 8 malam bian berangkat dari apartemen nya menuju rumah kedua orang tuanya yang berjarak 20 menit dari apartemennya.
" Duhhh dimana sih anak itu lama banget sampai sekarang belum juga datang" Gerutu bunda emilya , sambil duduk di ruang tengah dan sambil menonton acara televisi kesukaannya.
"Sabar sayang, mungkin fabian masih di jalan" Kata sang suami yang bernama ferry atmadjaya, pria yang kini sudah berusia tak lagi muda dengan rambut yang mulai memutih itu mencoba menyabari istrinya.
__ADS_1
"Emangnya ada apa bun kok kalian minta kak bian berkunjung hari ini ada yang penting" Tanya Tiara adik dari bian yang masih duduk di bangku SMA tersebut
Belum sempat menjawab pertanyaan sang anak perempuan tiba-tiba pelayan datang memberitahukan bahwa yang sedang mereka tunggu-tunggu dari tadi akhirnya datang.
"Pak, Bu, den fabian sudah datang sekarang mobilnya sudah memasuki pekarangan rumah" Ucap pelayan perempuan yang langsung berlalu ke belakang setelah mengatakan itu.
"Iya terimakasih sudah memberitahu kami bi" Sahut pak ferry
Baru menginjakkan kaki didalam rumah nya, bian sudah mendapat kan sambutan yang sedikit berbeda dari kebanyakan orang, jika orang lain mendapatkan sambutan yang hangat, maka sambutan yang didapatkan bian ini adalah sebuah jeweran di telinga yang membuatnya berteriak kesakitan.
"Aduhhhh.. Sakit bunnn.. lepasin, lepasin telinga bian" Ucap bian mengaduh kesakitan.
"Rasain nih... gini banget yaa punya anak lupa sama orang tua nya sendiri sampai ga pernah berkunjung ke rumah dan harus diminta dulu baru datang" Ucap sang bunda emilya mengeluarkan unek-unek nya pada anak laki-lakinya itu.
"Maaf buunnn.. maafin bian"
Karna sudah di rasa cukup bunda emilya pun melepaskan jewerannya pada telingan sang putra, ia sebenarnya juga tidak tega berlama-lama menjewer hanya saja tadi ia teralalu kesal jadi ia luapkan lah, apakah sang bunda emilya ini marah pada bian?? jawabannya tidak marah hanya kesal saja sang anak jarang berkinjung.
__ADS_1
Dan seketika sesudah meleoas jewerannya pada sang putra, bunda emilya langsung memeluk sang putra yang sangat disayang nya itu.
" Ini bian ga di persilahkan duduk nih cape bun, yah berdiri terus " Tanya bian
"Heh kamu ini dasar yaa" Sahut bunda emilya sambil memukul gemas dada sang anak.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1