
Setelah memastikan bahwa memang benar yang di liatnya adalah perempuan yang di klaimnya perempuan unik.
Akhirnya bian memutuskan untuk mendatanginya dan ingin menanyakan sedang apa ia malam-malam makan sendirian di pinggir jalan.
"Sendiri an aja neng" Ucap bian yang langsung duduk di sebelah alana, yaa benar perempuan yang di klaimnya adalah alana sebagai cewe unik.
Dan perbuatan bian sukses membuat alana kaget dan langsung tersedak makanan yang sedang ia makan, sontak alana pun langsung memandang pada bian dengan tatapan tajam.
"Uhukk.. uhuk.. uhuk"
Melihat alana yang tersedak bian langsung menyerahkan minuman alana pada nya agar mengurangi batuknya.
"Ngapain lo disini"Tanya alana dengan kesalnya karna sudah di ganggu makannya di tambah karna perbuatan bian yang mengagetkan nya ia sampai tersedak.
" Gue juga mau makan.. pak pesen 1 porsi yaa samain kaya cewe ini aja" Pinta bian
"Tapi kenapa harus di meja gue.. kan masihh ada meja yang lain" Geram alana
"Ngga enak makan sendiri an makanya gue mau di temenin sama lo makannya" Jawab bian
Selesai makan-makan yang deselingi dengan perdebatan itu, akhirnya mereka beranjak dari tempat tersebut.
"Lo pulang nya kemana, ayo gue antar" ucap bian sambil menggandeng tangan alana menuju mobilnya
Alana sontak melepaskan genggaman tangan bian, karna justru ia sedang tidak ingin di rumah akibat perdebatan nya dengan kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Gue bisa sendiri dan gue belum mau pulang sekarang"tolak alana
" Ini sudah malam al, ga baik cewe pulang sendiri malam-malam kaya gini bahaya"
"Yaudah kalo lo gamau gue antar, gue pulqng duluan ya al, hati-hati di jalan jam segini banyak begal, byee" ucap bian berbihong sambil pura-pura berjalan meninggalkan alana yang sepertinya kebingungan tanpa tujuan karna jujur ia sebenarnya juga takut, takut kena begal dan takut di apa-apain
"Ehhh.. tunggu bian, gue ikut sama lo aja" Pinta alana setelah menimbang-nimbang sambil memegang tangan bian.
Merasa tangannya di pegang bian pun berbalik dan melihat pada alana sambil tersenyum karna ternyata alana berhasil ia bohongi walaupun maksudnya juga baik.
"Tadi katanya mau pulang sendiri"
"Guee... takut... "sahut alana menunduk
" Yaudah ayoo gue anterin lo pulang" kata bian sambil menggandeng tangan alana, alana yang di gandeng entah kenapa ia merasa dadanya seperti berdebar.
"Jadi ini gue anterin lo kemana, dimana alamat rumah lo"Tanay bian sambil melihat ke arah alana
" Gue ga mau pulang... "ucapnya alana lirih , sampai-sampai bian hampir tidak daoat mendengar apa yang wanita itu ucapkan, tapi masih bisa ia dengar
" Lahh.. kok gitu, kalo lo ga mau pulang terus sekarang mau kemana"
"Ga tau.. atau gue ke rumah sindi aja kali yaa, bentar gue telpon dia dulu" sahut alana dan langsung mengeluarkan hp nya dari tas selempang kecilnya, mencoba menelokn sahabat nya itu, taoi ternaya tidak di angkat
"Ngga di angkat..pasti sindi sudah tidur sekarang" kata alana lesu karna ia sekarang tidak tau kemana ia akan menuju malam ini
__ADS_1
Bian yang melihat pun merasa tidak tega, akhirnya ia membawa alana ke apartemen nya saja darioada ia meninggalkan alana sendirian di pinggir jalan tanpa ada tujuan.
"Yaudah lo ikut gue aja kalo gitu"
...Sesampainya di apartemen...
"Lo tinggal sendirian disini?? " tanya alana sambil mengikuti bian dari belakang dan melihat-lihat apartemen bian yang menurut nya sangat indah itu.
"Iya gue sendirian tinggal disini apa lo mau nemenin gue selamanya disini"seloroh bian yang sukses membuatnya mendapatkan pukulan dari alana
" Hehehe.. sorry sorry "
Bian pun membawa alana masuk ke kamarnya karna tidak mungkin ia menyuruh alana tidur di kamar sebelah yang masih berantakan karna ruangan itu ia jadikan gudang dan akan memerlukan waktu yang lumayan lama untuk membersihkan nya.
"Ini kamar lo?"
"Iya ini kamar gue.. dan lo akan tidur sekamar sama gue? " ucap bian sambil tersenyum pada alana
.
.
.
.
__ADS_1
Mohon dukungannya ya untuk karya author ini, karna author udah lama ngga nulis nih🥺