Cinta Segi Empat

Cinta Segi Empat
Bab 3


__ADS_3

"Lo buta yaa ini gue lagi ngelemparin krikil ke danau.. masa gakl liat" jawab alana tanpa mengaluhkan pandangannya


"Buset dah judes banget ni cewe" ucapnya dalam hati


"Jadi lo kesini cuma buat ngelemparin batu" Ucap bian sambil garuk-garuk tengkuknya yang tidak gatal


Alana pun hanaya diam saja tanpa menanggapi perkataan dari bian. Dan terjadilah keheningan diantara mereka, namun tiba-tiba saja alana berdiri dari duduknya dan langsung berjalan menjauh tanpa memperdulikan bian yang duduk di samping nya tadi.


"Alana lo mau kemana" tanya bian langsung berdiri dari duduknya


"Gue mau pulang, byee" sahutnya sambil melambaikan sebelah tangannya tanpa melihat ke arah belakang.


Bian pun langsung mengejar alana karna merasa aneh dengan situasi tadi, padahal dia hanya ingin berteman dengan alana tapi ternyata alana tidak seramah wajahnya.


"Ayo gue antar" ajak bian


"Ga usah gue bawa motor sendiri" jawabnya sambil berjalan ke arah parkiran


"Al boleh gak gue jadi temen lo" tanya bian yang ketika itu berjalan beriringan dengan alana.


"Ga boleh" jawab alana singkat tanpa menoleh sedikit pun ke bian


Sontak bian pun kaget dengan penolakan alana, ia berpikir kenapa alana tidak mau berteman dengannya apakah ada yang salah dengannya.

__ADS_1


"Loh kenapa al"


"Ya terserah gue lah itu hak gue, mau berteman sama siapa aja" sahut nya sambil terus berjalan


Karna saking fokus nya dengan alana bian sampai tidak melihat jalan.. akhirnya bian terjatuh karna tersandung batu dan masuk kedalam genangan air lumpur yang berwarna coklat airnya.


Bushhh


Dan basahlah baju dan celana yang dipakainya. Alana yang melihat itu pun dengan ekspresi datar. Melewati bian begitu saja tanpa ada niatan untuk menolong sedikit pun.


"Astaga mimpi apa gue tadi malam jadi kena sial kaya gini"


Alana terus berjalan tanpa menengok bian sedikit pun


Alana pun hnedak beranjak dari parkiran untuk kembali ke tempat bian yang jatuh tadi tapi baru beberapa langkah ternyata bian dengan berlari tergesa menghampirinya, sontak itu membuat alana tidak jadi menemuinya, karna bian sendiri yang justru menemui alana.


"Al" suara bian dengan mafas terengah engah Sambil memegang lengan alana.


"Hah"


"Hah"


"Hah"

__ADS_1


"Lo apaan sih" Sentak alana karna bian memegang tangan alana kuat sekali "Lepasin Gak" Tunjuk alana pada tangannya yang di pegang bian.


"Ini ambil, punya lo kan" ucapnya sambil menyerahkan sebuah benda yang biasa di gunakan sebagai alat komunikasi


"Loh ini kan hp gue kenapa ada sama lo"


"Tadi ketinggalan di kursi tempat kita duduk" ucap bian jujur "Dan sorry hp lo ikut basah pas gue jatuh tadi tapi udah gue lap kok"


"Kok mati hp nya jangan bilang rusak"


bian hanya bisa menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal sambil merasa bersalah karna mungkin karna tadi dia jatuh maka hp nya basah dan rusak


"Maaf" cuma kata itu yang keluar dari mulut bian karna jujur ia tidak tahu kalau hp nya jadi rusak tadi ia hanya me lap kan hp itu pada kain baju nya yang kering tanpa mencoba menyala kan hp itu


"Ini gara² lo nih.. lo harus ganti rugi atas perbuatan lo ini" ucap alana


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2