Cinta Segi Empat

Cinta Segi Empat
Bab. 6


__ADS_3

"Jadi ada apa nih bunda sama ayah minta aku buat pulang" Tanya bian sambil menaruh minuman yang baru saja di minumnyq itu.


" Emang harus nunggu ada apa-apa dulu baru kamu pulang gitu?? " Ucap bunda emilya sambil melotot kearah bian


"Bukan kaya gitu maksud bian bun"


"Jadi gini bian.. ayah sama bunda mau kamu segera menikah" Ucap ferry ayah nya bian yang akhirnya membuka suara setelah tadi banyak berdiam diri.


Bian yang ketika itu sedang meminum minuman yang di berikan pelayan padanya sampai tersedak karna kaget dengan apa yang di ucapkan ayahnya itu.


"Uhuk.. uhuk.. uhuk.. bian gak salah dengar kan yah" Ucapnya terbatuk-batuk untuk memastikan


"Ya ampun ka bian sekarang sudah mulai budek bundaa.. " Sahut adik bian yang bernama tiara itu, yang langsung di pelototi oleh sang kaka. Dan itu justru membuat sang bunda dan adik semata wayang nya itu tertawa.


"Kurang ajar ya kamu ngatain kaka sendiri budek, awas aja nanti uang jajan yang biasanya gak akan kaka kasih lagi" ancam bian pada sang adik tiara, ya memang bian sudah bekerja di perusahaan anak cabang milik ayahnya dan gajihnya pun lumayan besar karna posisi ia yang memang direktur utama diperusahaan tersebut.


"Ihhh.. gak asik deh ka bian main ancam-ancam gitu" Kesel sang adik sambil bersedekap dada.

__ADS_1


"Sudah-sudah sekarang kembali pada topik pembahasan kita tadi, jadi apa kamu punya pacar atau yang sedang dekat dengan kamu bian" Tanya pak ferry


Bian pun bingung ingin menjawab apa kalau yang mendekatinya memang banyak karna orang setampan bian siapa yang tidak ingin dekat dengannya. Tapi kalau pacar atau pasangan ia memang tidak ada karna bian yang fokua kuliah dan bekerja sampai tidak memfokuskan diri dalam mencari pasangan.


"Itu.. itu.. gimana jawabnya yaa" Ucap bian sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Bilang aja engga ada" Sahut bunda nya tepat sasaran. sedangkan sang anak yaitu bian hanya bisa menghela nafas.


"Yah.. kan bian masih muda kenapa harus secepat itu sih kalian ngomongin pernikahan, kan bisa nunggu bian selesai kuliah dulu gitu" Gerutu bian pada sang ayah.


"Engga bisa karna kami sudah terlanjurr... " Ucap bunda emilya terputus belum sempat ia menyelesaikan perkataannya sang bunda sudah diberikan intruksi oleh sang suami untuk tidak membongkar yang sebenarnya dulu pada sang anak.


"Ta-tapi yaahh.."


"Waktu kamu tinggal 5 bulan lagi.. untuk mencari pasangan yang akan dinikahi" Sahut sang bunda


Bian yang mendengar itu tiba-tiba merasa pusing dengan permintaan kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Jika dalam waktu 5 bulan kamu tidak bisa membawa perempuan untuk dikenalkan pada kami dan tentunya untuk dinikahi, maka kami akan menjodohkan kamu dengan anak sahabat kami" Sahut bundanya kembali.


Jam menunjukkan angka 12 malam, setelah perbincangannya dengan kedua orang tuanya tadi, bian akhirnya memutuskan untuk pulang ke apartemennya.


Tapi di perjalanan nya pulang bian tidak sengaja melihat sosok wanita yang tampak familiar menurut nya, wanita tersebut sedang asik menyantap makanan yang dipesannya di pinggir jalan itu.


Akhirnya bian menghentikan mobilnya untuk melihat dan memastikan perempuan yang baru saja dilihatnya itu apakah sama dengan perempuan yang di klaimnya sebagai perempuan unik.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2