Cinta Segi Empat

Cinta Segi Empat
Bab 8


__ADS_3

"Iya ini kamar gue.. dan lo akan tidur sekamar sama gue? " ucap bian sambil tersenyum pada alana


"APAAAA"


"Ngga.. gue gamau tidur sekamar sama lo" Tolak alana dengan keras


"Yaudah Kalo gitu lo tidur di sofa ruang tengah aja kalau gitu" Jawab bian santai


"Mending gue tidur di sofa ruang tengah dari pada tidur satu kamar sama lo"


"Tapi hati-hati aja kalo nanti lo liat penampakan penunggu apartemen ini"Kata bian mencoba menakut-nakuti alana


" Kalo cuman penampakan mah gue bera-nni" Sahut nya lagi tapi setelah tersadar apa yang di maksud bian, maka alangkah terkejutnya alana


"Apaaa.. penam-pakan, maksud nya han-tu"Tanya alana terbata-bata


" Yaa begitulah"Jawab bian santai sambil mencoba menahan tawa nya karna sudah berhasil membuat alana ketakutan


"Jadi gimana masih mau tidur di ruang tengah" Tanya bian sambil mencoba menahan tawa nya.


Tanpa mau menjawab pertanyaan dari bian alana langsung saja masuk ke dalam kamar bian tersebut tanpa permisi. Bian yang melihatanya pun hanya bisa tertawa tanpa suara melihat alana yang langsung masuk ke kamar nya.


Setelah masuk kamar bian alana langsung duduk di sofa yang ada di kamar tersebut. Dan bian langsung mendarat kan bokong nya di sebelah alana


"Boleh gue tanya? " Tanya bian


"Hmmm" Sahut alana malas sambil memainkan ponselnya


"Kenapa lo gamau pulang apa sebenarnya lo ini lagi kabur dari rumah" Kata bian dengan penasaran pada gadis yang iya juluki sebagai cewe unik ini.


Alana yang mendapat kan pertanyaan dari bian itu langsung menghentikan aktivitas nya dari ponsel kesayangan nya itu.


"Gue ngga kabur dari rumah, gue cuma lagi males aja berada di rumah" Jawab alana sambil melihat ke samping nya yang dimana bian berada sekarang.

__ADS_1


"Pantes aja lo ngga bawa apa-apa"


...~~~...


Alana sudah menguap beberapa menunjukkan kalau mata nya sudah lelah dan ingin tidur tapi dia bingung tidur dimana, karna bian sedari tadi duduk berselonjoran di ranjang king size nya sambil bersandar dengan tangannya yanh asik memainkan hp.


"Ehem" Alana berdehem memecah keheningan di kamar itu.


Abian hanya melirik sekilas padanya kemudian memainkan hp nya lagi.


"Bi-bian.. gue ngantuk.. jadi gue tidur dimana"


"Disebelah gue masih muat nih" Tunjuk bian pada sisa kasur disebelahnya yang menunjukkan banyak nya sisa tempat.


"Masa kita satu kasur tidur nya"


"Ya terus lo mau tidur dimana kalo ngga di kasur"


Alana ragu ingin melangkah ke kasur atau tidak, karna melihat kondisi sekarang jika dia tidur di sofa tubuhnya akan sakit, jika dia tidur dengan bian satu kasur dia takut di apa-apain.


Dan mau tidak mau alana pun melangkah ke tempat tidur yang masih bersisa banyak di sebelah bian, dengan gugup alana melangkah kan kaki nya.


"Ini batas lo yaa.. jangan sampai lo ngelewatin guling ini!! " Ucap alana yang sudah ke 3 kali mempertegas ucapannya pada bian, bahwa laki-laki itu tidak boleh melewati guling yang berada di tengah-tengah antara bian dan alana yang menjadi pembatasa mereka tidur.


"Iyaaaaaa... bawel banget sih jadi cewe"


"Apa lo bilanggggg"


"Nggaa.. ngga ada.. maksud gue, iya gue ga kaan ngelewati ini" Tunjuk nya pada guling.


...****...


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


Terdengar suara ketukan dari luar kamar seorang gadis yang masih terlelap itu, bukan nya tidak mau membukanya tapi hanya saja dia terlalu malas bangkit dari tidur nyenyaknya di karnakan ini masih terlalu pagi baginya di tambah ini adalah hari libur, yang mana kebanyakan orang biasanya rehat sejenak pada hari ini.


"Sayang... sindi, ayo bangunnnn" Teriak dila dari balik pintu kamar sang anak.


Sindi yang di dalam tidak menanggapi sama sekali teriakan sang ibu.


"Sindiiiii.. cepat banguunn..ini sudah jam berapa, matahari aja malu liat kamu kaya gini" Omel sang ibu sambil menggedor pintu kamar anaknya.


"Kalo dalam hitungan ke tiga kamu belum juga bangun dan buka pintu ini, maka mama akan buang olive sekarang jugaa" Ancam dila pada sindi. Olive adalah motor kesayangan sindi saking sayangnya sampai jarang dia pakai hanya sesekaki saja dia pakai.


Detik itu juga mata sindi langsung terbuka dan loncat dari tempat tidur menuju pintu kamar nya.


1


2


"Mamaaaa.. apaansih pakai bawa-bawa olive segala.. ga asik dehh"Gerutu sang anak yaitu sindi pada ibunya.


Ancaman dari sang ibu berhasil membuat sindi berlari terbirit-birit untuk membuka pintu kamar nya sampai-sampai dia terlupa sesuatu, dan sontak hal itu membuat sang ibu terkejut dan membelalakkan mata ketika pintu kamar anak nya terbuka.


"Siapa suruh ga bangun bangun.. dari tadi loh mama sudah ketuk pintu kamu ga di bukain"


"Udah ah.. ayo cepet mandi dan siap-siap, tuh di depan udah ada yang nunghuin dari tadi kesian di lama nungguin kamu"


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2