
Ini gara² lo nih.. lo harus ganti rugi atas perbuatan lo ini" ucap alana
"Iya gue ganti kok.. lo mau sekarang juga gue bisa ganti rugi" ucap bian karena memang bian ini anak pengusaha terkenal dan ia ini memang sudah bekerja di perusahaan ayah nya
"Jangan sombong yaa lo"
"Maksud gue bukan gitu al.. gue cuma menawarkan aja mau sekarang atau nanti"
"Ga perlu gue gamau lagi berurusan sama lo dan untuk hp ini gue ga jadi minta ganti rugi"
Bian pun jadi bingung tadi alana minta untuk ganti rugi dan sekarang tidak jadi, apa memang perempuan itu cepat sekali berubah pikiran, pikir bian
"Kenapa al" tanya nya
"Ternyata hp gue cuma habis baterai" ucapnya dalam hati, ya alana baru ingat tadi ketika ia di taman hp nya itu sudah habis baterai dan ia lupa tidak membawa charger atau powerbank, hanya saja terlalu malu alana memberitahu kan kebenarannya kepada bian, bisa di taruh dimana mukanya apalagi ia sudah menuduh bian yang merusak hp nya.
"Gue bisa sendiri dan gue ga perlu bantuan lo"ucapnya sambil mencoba menyalakan motornya dan tanpa pamit alana menjalankan motor nya dan pergi dari tempat tersebut meninggalkan bian lagi.
Berbeda dengan permasalahan bian dan alana
" Sindi kita makan dulu yuk" ucap alex sambil mengemudikan mobilnya
__ADS_1
"Lex gue ga laper" Tolak sindi
"Tapi gue laper sin" sahutnya dengan menampakkan muka melas pada sindi
Sindi pun hanya bisa menghela nafas nya jika tidak memangdang alex selalu baik pada nya maka sindi tidak akan mengiakan ajakan alex
"Yaudah emangnya mau makan dimana"
"Lo ada rekomendasi ga tempat makan yang enak" Tanya alex sambil tersenyum bahagia karena sindi menerima ajakannya
"Ga ada lagian lo gimana sih yang mau makan kan lo kenapa harus nanya ke gue"
Tanpa di sadari sindi ternyata mereka sudah sampai di tempat makan yang di pilih alex, Mereka pun turun dari mobil dan masuk ke tempat makan tersebut
"Lo mau pesan yang mana sin" Tnaya alex sambil membuka-buka pilihan yang ada di buku menu begitu pula dengan sindi.
"Gue pesan minum aja.. es lemon tea 1 ya mba" pinta nya
"Baik mba.. mas nya jadinya pesan apa? " tanya pelayan tersebut pada bian
"chiken katsu sama nasinya sama waffle nya juga pakai es krim vanila minum nya sama kaya pacar saya aja mba" pinta nya pada pelayan tersebut tanpa melihat kepada sindi entah bagaimana ekspresinya sekarang
__ADS_1
"Baik mas, mba mohon di tunggu sebentar ya" ucap pelayan tersebut setelah mengatakan itu ia pun berlalu dari meja alex dan sindi
"Apaan sih lo pake bilang kaya gitu pembohongan publik tau"
alex pun tertawa mendengar ocehan sindi tersebut
"Gapapa lagi.. semoga kan bisa jadi kenyataan lo jadi pacar gue " ucapnya sambil tersenyum pepsodent ke sindi
"Gila ya lo lex, emang nya gue mau punya pacara kaya lo"
"Siapa sih yang gamau jadi pacar seorang alexander nasution" ucapnya dengan bangga
sindi yang melihat pun merasa jijik melihat kelakuan alex yang sangat percaya diri itu.
akhirnya makanan dan minuman yang di pesan pun datang dan mereka pun langsung menyantap dan meminum pesanan masing masing.
sampai akhirnya selesai dengan kegiatan makan dan minum akhirnya pun sindi di antar pulang oleh alex.
Mereka pun sampai di depan pagar rumah milik sindi.
"Thanks ya lex sudah nganterin gue" ucap sindi sambil melihat ke arah alex yang saat ini sangat dekat dengannya karna pria itu sedang melepas kan sabuk pengaman yang di kenakannya. Sampai sindi dapat merasakan hembusan nafas alex, lalu tanpa sengaja mata mereka bertemu jika alex dengan pikirannya dan oandangan memuja pada sindi, sedangkan sindi entah apa yang ada dalam pikirannya hanya sindi dan tuhan saja yang tau.
__ADS_1