
...Pukul 08:00 Kelas pun dimulai...
"Selamat pagi semua" ucap dosen tersebut sambil berjalan memasuki ruang kelas yang di belakang nya diikuti seseorang.
Para mahasiswa/i yang berada didalam kelas pun langsung menjawab perkataan dosen mereka tadi
"Pagi pak"
"Sebelum bapa memulai perkuliahan kita pada pagi hari ini bapa akan memperkenalkan teman baru kalian yang bernama Fabian Atmadjaya ia adalah mahasiswa pindahan dari kampus A "
Fabian disambut dengan baik dan hangat oleh orang-orang yang ada dikelas terutama sindi
"Boleh gue duduk di sini" kata fabian sambil menunjuk kursi yang kosong di sebelah Alana
Belum sempat alana dan sindi menjawab pertanyaan fabian tiba-tiba ada yang masuk ke dalam kelas
"Selamat pagi pak permisi" kata alex sambil berjalan kearah kursi yang biasa ia tempati yaitu kursi yang di tunjuk oleh fabian tadi
"maaf yaa bro kursi ini langganan gue duduk jadi lo cari yang di belakang aja" kata alex tanpa merasa bersalah
fabian pun mau tidak mau pindah ke kursi kosong yang kebetulan ada di belakang alex dan langsung di tempati nya
...Jam sudah menunjukkan waktu pulang...
"Eh sin ayo pulang bareng gue" kata alex sambil merangkul bahu sindi
__ADS_1
Sindi yang dirangkul pun langsung melepas rangkulan alex di bahunya.
"Gamau ah mending gue pulang sama alana aja.. dari pada sama lo ntar takutnya gue di apa²in lagi" Ucap sindi sambil bergidik ngeri
"Gabakal sin gue kan lelaki baik-baik" ucap alex dengan percaya diri
"Tapi kalo diizinin mahh gue ga nolak sin" sambung nya sambil nyengir
"Yaelah sin.. sin.. biasanya juga lo tiap ada cowok ganteng dikit juga lo minta di apa²in " sahut alana sambil tertawa
"Astaga alana jangan terlalu jujur dong" jawab sindi
" Yaudah yuk sin kita pulang" ucap alex sambil menggandeng tangan sindi
"Bentar ngapa sih lex..alana ketinggalan nih"
"Kalian Duluan aja..gue mau konsul dulu sama pak amir" bohong alana. Ya alana sengaja berbohong supaya alex dan sindi bisa berduaan walaupun sebenarnya ada rasa sesak di hati alana sendiri.
Alana memang menyukai alex tapi rasa itu dipendam nya sendiri karna alex menyukai sahabatnya yaitu sindi. Darimana alana tahu kalau alex menyukai sindi? ya dari alex nya sendiri laahh alana adalah pendengar bagi alex terkadang akex bercerita kepadanya tentang keluarga nya atau masalah yang dihadapinya ternasuk masalah percintaan.
Tapi alex tidak tahu saja kalau alana menyukainya alana lebih memilih mensupport alex untuk berjuang mendapatkan sindi dari pada ia memperjuangkan cintanya sendiri, karna bagi alana melihat lebih baik melihat orang yang dicintainya itu bahagia yaitu dengan bisa bersama orang yang di suka.
Tapi kenapa alex belum jadian dengan sindi karna sindi selalu menolak cintanya alex, entah karna apa tapi yang jelas alex sudah berpuluh-puluh kali menyat cintanya pada sindi tapi selalu di tolak nya dengan berbagai alasan.
Tapi kalau kedekatan memang alex dan sindi dekat bahkan alex selalu mengantar sindi pulang kadang juga menjemput dan selalu memerhatikan dan menjaga sindi.
__ADS_1
"Hey lagi ngapain kok lo sendirian disini" ucap fabian sambil menepuk bahu alana. Alana yang yang tersadar dari lamunannya pun sampai tersentak kaget
"Eh elo Febi"
"Ehm nama gue fabian alana panggik aja bian"
"Oh iya iya fabi yaa bukan febi sorry.. " ucap alana sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Boleh gue duduk disini" Tanya fabian
Alana pun mempersilahkan fabian untuk duduk di kurai taman yang berada di dekat kampusnya itu krna ia merasa tidak ada hak untuk melarang siapa pun untuk duduk disini karna itu adalah tempat umum siapa pun boleh duduk dan mengunjungi taman itu.
Ya setelah alex dan sindi tadi pulang alana pergi ke taman didekat kampus nya itu, diaitu lah biasanya alana menenangkan diri.
"Lo belum jawab pertanyaan gue" kata fabian
"Pertanyaan yang mana" jawab alana dengan mana terus menatap ke arah danau yang ada di taman sambil melempar kan krikil² batu ke arah danau
"Lo ngapain sendirian disini" tanya bian
"Lo buta yaa ini gue lagi ngelemparin krikil ke danau.. masa gak liat" jawab alana tanpa mengaluhkan pandangannya
.
.
__ADS_1
.
.