
"yes I will ." ucap syifa
rey pun memberikan cincin itu ke syifa.
" kok gak dipakai kan mas cincinnya?" tanya seseorang yang sedang melihat kejadian itu.
" iya...karena saya sama dia bukan mahram jadi gak boleh bersentuhan mas." kata rey memberi pengertian.
" oh gitu ya..." katanya lalu langsung pergi.
setelah itu syifa memakai cincin itu di jari manis. cincin itu kelihatan pas di tangan syifa.
" rey kok kamu bisa tau ukuran tangan syifa? " tanya elisa.
" pertama nya sih aku ragu tapi kata mbak - mbak yang di samping kalau cincin itu muat di pakai di jari kelingking ku maka akan muat juga dipakai di jari manis pasangan kita, jadi ya kau tes di ternyata benar. " kata rey
" emang beneran ya..." kata sania dan elisa kompak
" kok bisa kompak gitu sih " kata naufal dan aditya.
" loh kok kompak semua." kata rey
" ya berarti kami cocok sedangkan kalian mana kok gak ada cocok - cocok nya." kata sania
" ada tunggu aja saat nya nanti." kata syifa dan langsung pergi ke taman. " Apakah aku bisa mencintainya,apakah keputusan yang ku ambil itu sudah benar, apakah nanti kehidupan kami akan damai tidak ada pertengkaran sampai hari tua? " tanya syifa dalam hati.
" aku pasti akan tetap menikahimu." kata seseorang yang ada di samping syifa. lalu dia duduk di samping syifa tapi masih menyisakan jarak yang cukup.
__ADS_1
" kenapa? apakah karna orang tua? " tanya syifa
" bukan tapi karna dirimu" kata rey. ya orang itu adalah rey saat syifa pergi dia mengikuti syifa hingga ke taman dan melihat syifa sedang duduk termenung.
" apakah dia berfikir aku hanya main - main dengan ucapanku, padahal ada sedikit rasa untuknya , rasa yang mulai tumbuh tanpa kusadari." lalu dia menghampiri syifa dan mengatakan hal itu.
" karena diriku ? " tanya syifa. sambil menunjuk dirinya.
" ya karna kamu..." kata rey
syifa tidak menjawab hanya menunggu sambungan dari kalimat nya
" karena kamu aku merasa hidup ku lebih berwarna, karena mu aku merasa bahagia, aku merasa nyaman bila ada di dekatmu, aku selalu rindu ingin bertemu denganmu,dan tanpa kusadari rasa itu muncul tiba2, dan aku berharap hatiku punya tempat di hatimu." kata rey mengungkap kan perasaaan nya. lalu pergi
" apa aku tidak salah dengar, dia mengungkapkan perasaannya...tapi...aku gak tau gimana dengan hatiku...apakah aku juga mencintainya ya allah."kata syifa dalam hati.
lalu saat sia tengah berfikir sania datang dan mengajak nya untuk kembali ke tempat duduk tadi.
" ma ayo " setelah sampai syifa sempat melihat rey menatapnya dan dia pun menatap rey kembali. mereka bertatap tatapan selama beberapa detik hingga akhirnya rey tersadar dan langsung memalingkan mukanya begitu pun syifa. suasana terasa canggung karena mereka sedangkan para orng tua hanya meng kode2.
" jadi kalian mau pesta yang gimana? "tanya Naufal
" yang sederhana aja yang penting sah udah." kata rey
" iya undang keluarga sama temen dekat aja." sambung syifa
" iya mama sih setuju aja ." kata sania dan elisa
__ADS_1
" tapi jangan sampai publik tau." kata syifa
Mereka semua terkejut kecuali rey. karena sebelumnya juga. sudah membicarakan masalah ini.
" rey kok kamu gak terkejut ? " kata aditya
" gak pa karena sebelumnya rey dan syifa juga udah ngomongin masalah ini. " kata rey
" Apa...bahkan syifa juga gak bilang ke mama dan papa kalau kamu gak mau ngadain acara besar - besaran, bahkan kamu lebih memilih untuk kasih tau ke rey." kata naufal
" jangan2 ada hal lain juga yang kalian sembunyikan dari kami... iya kan jawab? " tanya sania
" gak ma...tan..." jawab syifa dan rey kompak
" beneran...? " tanya elisa
" iya" jawab mereka kompak
lalu mereka saling pandang dan kemudian tertawa...
" kok kalian semua tertawa ? " tanya. syifa
" nya nih...emang ada yang lucu? " tanya rey
Apa ya yang lucu... tungguin up nya untuk tau kelanjutan cerita nya Ok...
terimakasih karena telah membaca karya ku maaf ya kalau masih banyak typo dan kesalahan yang ada di cerita ku.
__ADS_1
Jangan lupa like, comen dan vote cerita aku ya .
aku pamit dulu...dada🖐