Cinta Sejati Ku

Cinta Sejati Ku
episode 28


__ADS_3

Syifa berusaha melepaskan pelukan orang itu dan juga tangan yang membekap mulut nya. tapi dia gagal akhirnya dia menyikut laki - laki itu lalu menendang harta berharga nya. laki - laki itu pun kesakitan dan dia memegang harta nya itu. Syifa memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur dia berteriak sekuat tenaga nya dan berusaha kabur. Syifa berlari keluar dan lelaki itu mengikutinya ternyata tidak hanya satu orang tapi ada 10 orang yang mau menangkapnya, dengan membawa pistol. dia sekuat tenaga lari menuju ke lift dan dengan cepat menekan tombol lantai 1. sedangkan orang yang mengejar syifa lebih memilih turun dengan tangga. tanpa mereka sadari rumah mereka sudah di kepung oleh orang - orang itu. Syifa yang masih berada di lift menelpon kakek nya yang ada di amerika untuk mengirimkan pasukan yang dia punya, karena pasukan terbanyak ada di amerika, sedangkan di indonesia sendiri pasukan yang mereka punya hanya sekitar 200 orang apalagi semalam baru saja alvin dan alex membawa 50 0rang untuk menyerang dan berakhir kalah. dia menelpon alex untuk mengirimkan sisa pasukan yang mereka punya dan teman mafia mereka secepatnya, karena. Syifa tau rumah nya sudah di kepung dan tidak hanya ada 10 orang tetapi banyak karena syifa yakin kalau mereka tidak akan berani menyerang nya kalau hanya berjumlah 10 orang. dia ingat kalau harus menelpon rey untuk mengirim anak buah nya juga karena ini pasti akan jadi pertempuran yang besar.


📱 halo assalammualaikum rey


📲 waalaikummusalam warahmatullah iya ada apa kan kita satu rumah kenapa tidak ke bawah saja?


📱 rey sekarang dengarkan aku


📲 iya aku mendengar kan mu katakan ada apa?


📱 sekarang kau kumpulkan semua yang ada di rumah ini secepat mungkin lalu kalian tunggu di depan lift ingat waktu mu mengumpulkan mereka semua hanya 2 menit karena orang - orang itu pasti membutuhka waktu 3 menit untuk sampai ke bawah. lalu kau telpon pasukan mu dan suruh datang hari ini akan jadi pertempuran besar di rumah ini.


📲 apa maksud mu hub. apakah ada yang menyerang rumah kita?


📱 aku akan menjelaskan nya nanti tapi cepatlah waktu kita hanya sedikit cepat aki sudah hampir sampai di lantai 1.

__ADS_1


lalu telepon terputus


tut… tut…


rey langsung mengerjakan apa yang dikatakan syifa. dia menyuruh semua yang di ruang tamu segera ke depan lift dan semua bibi - bibi dan para pekerja untuk berkumpul di depan lift setelah semua nya berkumpul mereka menunggu lift terbuka. setelah terbuka tampaklah syifa di dalam lift itu dia langsung menyuruh mereka semua masuk.


" sebenarnya ini ada apa? " tanya sania


" nanti aku ceritain sekarang siapa yang bisa ilmu beladiri ? " tanya syifa. yang mengangkat tangan ada rey, syifa, ghiffari, sania, elisa, Naufal, aditya, pak satpam, dan tukang kebun.


" loh kok ke kamar sih, katanya mau ada perang besar tapi kenapa kamu ajak aku olahraga? " tanya rey


" heh! siapa yang mau olahraga aku ajak kesini biar kita buat rencana. dan aku juga mau ambil simpanan aku," kata syifa


" apa! kamu punya simpanan? " tanya rey

__ADS_1


" iya " kata syifa sambil membuka lemari yang berukuran besar lalu mengambil beberapa senjata api, panah, pedang, dan perisai. Syifa membagikan kepada mereka yang bisa menggunakan senjata itu. Syifa mengambil senjata api dan meletakkan nya di ikat pinggang nya karena dia memakai celana lalu dia mengambil anak panah dan menaruh nya di punggung , dan dia juga mengambil pedang yang khusus untuk dia, pedang yang bisa berubah bentuk menjadi gelang. lalu di tangan nya ada busur. Mereka yang melihat syifa merasa terkejut dan juga kagum bagaimana bisa ada wanita yang begitu menguasai semua senjata.


" bisa mama minta pedang yang seperti itu nak? " tanya sania dan elisa kompak.


" emang mama bisa? " tanya syifa


apakah sania dan elisa memang bisa menggunakan senjata itu ?


Tungguin up nya ya readers ku


Terima kasih telah membaca karya ku maaf ya kalau masih banyak typo dan kesalahan yang ada di cerita ku


jangan lupa like, comen dan vote cerita aku ya


aku sayang kalian

__ADS_1


Dada...


__ADS_2