Cinta Semusim

Cinta Semusim
Nyaris...


__ADS_3

Berkali-kali aku berusaha menetralisir hati. Mencoba menemukan sedikit kata bijak untuk menghibur seorang Keisya.


Keisya terus menangis, meracau tentang betapa sakitnya ia dikhianati.


"Kamu sudah pernah melihat wanita itu? maksudku memergoki mereka berselingkuh?" Tanyaku hati-hati.


Keisya menggeleng pelan.


"Jadi kamu bisa menyimpulkan kalau Rully berselingkuh dari mana?"


"Aku sempat membuka ponselnya, wanita itu masih mahasiswi."


"Mungkin mahasiswi yang lagi magang di kantor nya Rully, bisa jadi kan. Membahas masalah tugas, maybe..."


"Mana ada nanya-nanya tugas, ujungnya ngirim pesan 'met bobo, mimpi yang indah ya'." Tangis Keisya makin kencang.


Aku terdiam, hanya mampu mengelus pundak sahabatku pelan.


"Bicarakan baik-baik dengan Rully jika kamu sudah menemukan bukti akurat." Ucapku pelan sambil memeluk Keisya.


.


.


.


Sepulangnya dari pertemuanku dengan Keisya. Pikiranku mendadak penuh. Aku jadi berandai-andai. Andai aku yang berada di posisi Keisya. Andai mas Dennis yang berselingkuh dibelakangku...


Waktu baru menikah, aku akui aku memang cemburuan. Ternyata aku baru nyadar, aku tuh posesif dan pencemburu yang parah. Memang sih tidak sampai buka-buka barang pribadi milik mas Dennis.


Tapi aku bawaan nya was-was melulu. Kalau jalan kemana berdua sama mas Dennis, terus ada perempuan yang menatap dia dengan sedemikian rupa, aku langsung alert. Aku biasanya langsung pasang muka jutek. Masa bodoh, para perempuan itu mengataiku watch dog, singa kek, security, and you name it.


Lagi pula mereka pada gak tau diri sih. Jelas-jelas udah ada ekornya alias bininya, kok masih dikecengin juga?


Nah lho...Nah lhoooo.


Jelas-jelas udah ada ekornya, kok ya masih dikecengin juga?


Sadar Tippy...sadar?!


Arya itu udah ada ekornya. Cantik, malahan. Kamu pernah lihat sekali di IG nya Arya kan. Namanya Hana kalau gak salah. Lha kok kamu kecengin juga suaminya?


Whoaaaa. Lebih dari kecengin kan, kamu?


Huuuuwuuu. You're totally a jerk , Tippy.


Tapi bukan aku yang ngecengin dan ngegebet duluan. Dia. Si Arya itu!


Terus, kenapa kamu mau Tippy? kamu kan juga udah ada mas Dennis?


Hey, kenapa kamu mau?

__ADS_1


Karena... karena...aku jenuh. Aku butuh suasana baru. Yang tidak monoton, yang memberiku challenge untuk lebih mengaktualisasikan kemampuanku. Yang membebaskanku dari perasaan diperlakukan seperti....uhmmmm... BABU. karena aku lelah pura-pura tenang dan bahagia. Padahal aku sebenarnya TIDAK BAHAGIA.


Yakin Lo, Py?


Sekarang coba ingat lagi, memangnya Dennis nggak mendukung pengembangan aktualisasi diri kamu, ya? waktu kamu mau daftar tes CPNS di Kemenristek Dikti? siapa coba yang repot, mulai dari daftar akun CASN, terus portalnya lola, tengah malam dia bangun demi daftarin istrinya, scan file-file kamu. Walaupun ujungnya kamu gak lulus.


Terus memangnya benar kamu diperlakukan seperti 'Babu'? siapa yang rela mijitin kaki kamu sebelum tidur, ngambilin kamu minum air putih pas malam-malam kamu haus, atau yang kamu bentak seenak jidat saat si motor matic mu rusak atau mogok, sementara kamu kan taunya cuma nge-gas, nge-rem, sama ngisi bensin doang?


Terus, beneran yakin kalau kamu gak bahagia?


Kalau kamu benar-benar merasa tidak bahagia, kenapa kamu gak minta cerai sama dia? Hayoo berani???...


Hayoo sana, minta cerai sama Dennis. Katanya kamu gak bahagia.


Tapi jangan nyesal, ya. Selepas dari kamu. Dennis akan menjelma menjadi seorang duda keren lho. Memangnya kamu rela? dia jalan sama perempuan lain? menikah sama perempuan lain?


Hmmm gak yakin .... Pasti habis itu kamu langsung cari racun rumput merek Gramaxon, yang terkenal mematikan, ya kan Py?


Ingat kata nenek, laki-laki mah, biar udah duda tetap saja laku. Nggak kayak perempuan.


Tippy, dengar ya. Kalau kamu jadi janda, kamu akan stress sendiri. Belum masalah tanggapan nyinyir orang terhadap status kejandaan kamu itu. Belum kalau tiap berkaca, kamu akan seperti melihat hantu.


Kamu tidak akan bisa berbohong sama hukum alam, Py. You're getting older day by day. Yang gak stress aja kelihatan tambah tua. Apalagi kamu yang stress.


Hohohoo, duda keren bernama Dennis dan janda tua keriput bernama Tippy. Nggak banget deh!


Jadi? jadi? jadi?


Huffhhhh....


.


.


.


Dan nyatanya hatiku yang lemah ini masih terlalu sayang untuk melepaskan manisnya hubungan dengan seorang Arya. Dan disinilah kami berada, disebuah Food studio Senayan City, lewat dari jam makan siang, tidak terlalu ramai.


"Sampai kapan kita begini terus, Py?" Arya menyuapkan sushi nya dengan sumpit, masuk kedalam mulutnya.


Aku termangu dengan satu tangan menopang dagu. Steak di didepan ku belum kusentuh sedikitpun. Tidak berselera.


"Tippy..." Dia berbisik lembut. Matanya meredup.


Sementara pikiranku sama sekali tidak berada di sana. Sibuk berkelana memikirkan hubungan ku dengan mas Dennis. Episode demi episode kebersamaan dengan sang suami terus berkejaran. Ah, betapa kacaunya hidupku! Tanpa sadar aku sudah mengeluh.


"Eh, tuh kayak Rossa deh..." Tiba-tiba Arya membuyarkan lamunanku.


"Rossa siapa?"


"Tuh... Rossa beneran, artis." Sontak aku mengikuti arah mata Arya.

__ADS_1


Dua meja diseberang kami, iya betul itu Rossa sama tim management nya.


"Asyik ketemu artis. Aku suka lagu-lagu nya." Arya berdecak.


Dan... sebuah bom seperti sedang diaktifkan menuju ledakan beberapa detik kemudian. Satu meja sebelah Rossa cs itu... laki-laki yang baru datang itu.


Dia mengenakan kemeja putih lengan panjang dengan bagian lengan yang digulung sampai kesiku. Tampan sekali. Luar biasa tampan. Datang sendirian dengan nampan berisi... mmmm...Rendang sepertinya.


Dia ... dia adalah orang yang mengucapkan ijab kabul bertahun lalu padaku. Dia mas Dennis?!


Glekk ....


Seketika wajahku memucat, hampir tak ada darah lagi disana, definisi dari mayat hidup alias Zombie yang sesungguhnya.


"Py...Tippy...kamu kenapa?" Dongak Arya terkejut melihat perubahan mendadak pada wajahku.


Aku gagap seketika.


Think Tippy. Think!!!!


Lari. Kabur. Ngumpet di kolong meja. Pura-pura ke toilet lalu langsung kabur. Ya Tuhan, apa saja. Yang penting menghilang!


"Ya, aku harus pergi!"


"Pesananmu belum dimakan."


"Gak. Buat kamu aja."


"Tippy..."


Aku berdiri dan bersiap lari. Tapi Arya menahanku. Ia mencekal pergelangan tangan ku. You know, for the first time he touched me. Tapi...aduuuh...


"Lepas, Ya. Lepas, please..."


"Iya, tapi ada apa?" Arya keukeh.


Aku berhitung dengan waktu.


"Lepas! aku benar-benar panik, nyaris berteriak dan segera menjauh dengan isyarat. "I'll - tell- you- later- and- never-try- to - follow- me!"


Tepat saat itu, laki-laki itu, mas Dennis maksudku, berbalik ke arah meja kami. Spontan aku membalikkan badan memunggunginya dan menyeruak kerumunan orang yang tengah mengantri di KFC.


Oh Tuhan, tolong...


Mungkin aku sudah terlalu banyak dosa. Tapi tolong jangan...


Matilah aku!...


To be Continue


happy reading...

__ADS_1


keep healthy yaa readers tersayang...🤗🤗🤗🤗


__ADS_2