Cinta Semusim

Cinta Semusim
Curiga


__ADS_3

Dan seperti inilah aku..


Berlari panik mencari eskalator yang naasnya aku lupa ada dimana. Alhasil aku mengelilingi mall yang luasnya seperti lapangan sepak bola itu.


Tepat saat nafasku tersengal satu- satu, aku menemukan sebuah lift yang bodohnya masih dekat dengan area food station tadi.


Dengan cepat aku menghambur kedalam saat pintu lift terbuka, menekan angka satu. Pas aku keluar, aku melongo. Kok ada panggung besar dengan ekshibisi tokoh animasi Malaysia BOI BO Boy. Anak- anakku sangat hafal lagu intro film ini. Perasaan tadi tidak ada yang kayak beginian.


Ya Tuhan, aku kembali merasa bodoh saat menyadari mestinya aku tidak mendarat di lantai satu, tapi di Ground Floor. Maka kembalilah aku lari terbirit-birit mengejar lift, sebab masih saja belum ingat dimana letak eskalator.


Tepat ketika lift terbuka, aku menemukan Rossa cs, Arya, dan.... mas Dennis...


All together in one lift !!!


Oh no... big noooooo !!!


Aku ternganga.


"Tippy...heheeee." Arya nyengir, mungkin dia bangga bisa satu lift sama Rossa. Tapi lupakan Rossa. Aku sedang berjuang hidup dan mati sekarang.


"Bunda..mau ngap.."


"Mau ke toilet... eh..."


Sialnya lagi, tiba-tiba ada seseorang yang menabrak tubuh mungilku dari belakang. Ternyata seorang babah gemuk, mungkin beratnya lebih dari seratus kiloan, membawa tas besar, hingga aku terhuyung dan oleng kedepan. Mendarat dengan mulus di pelukan..


Arya( maunyaa!Huss!Istighfar Tippy!)


Tepat saat aku membuka mata dengan perasaan malu-takut-sakit, ternyata aku jatuh dipelukan... mas Dennis.


Hatiku yang bewarna pink kecewa, yah kirain Arya.


Namun hatiku yang bewarna putih menengahi dengan bijak,


Alhamdulillah....thanks, Hunny, you're my best man ever...


Ya Tuhan, bisakah aku berharap benar-benar pingsan saat ini?

__ADS_1


Mas Dennis menangkap tubuhku. Wajahnya panik menelusuri setiap jengkal dari badanku.


***


Sekarang aku berada disisi mas Dennis. Dia mengemudikan mobilnya keluar dari Senayan city. Tadi dia ke sana mau ketemu salah satu penerbit,ada yang ingin dibicarakan, namun batal karena berhalangan hadir.


Tapi aku masih terlalu shock untuk mendengarkan mas Dennis. Runtutan accidents tadi benar-benar mengacaukan sistem syarafku.


"Bunda ngapain disana?"


Glekk...


Keringat dingin mulai mengalir didahi, otakku bekerja cepat mencari alasan yang masuk akal, yang kira-kira bisa dipercaya oleh mas Dennis yang cerdas itu.


"Tadinya mau beli figure Boboi Boy untuk Afiq dan Faqih tapi kurang bagus, gak jadi." Aku menahan nafas.(nanti Dia tanya figure nya mana...gak ada)


"Cuma mau beli itu?" Kernyitkan dahi heran mas Dennis sekilas melirikku. Dan aku mengangguk cepat sambil mengalihkan pandangan ke luar kaca mobil.


"Kok syok gitu lihat mas di lift tadi?"


Nah lho, mampus Tippy, keringatku makin menjadi...


"Tadi yang ikut bantu bunda, kayaknya dia mau nolong pas bunda jatuh, siapa?"


"Ohh, teman lama kebetulan ketemu di lift."


Dan aku tidak berbohong, Arya memang teman lama.


"Kok dia panik juga lihat bunda ketabrak si bapak gendut tadi?"


Glekk...


ya Tuhan...


"Gak tau, mungkin dia punya istri semungil bunda." Jawabku asal-asalan. Dan lagi istrinya Arya badannya mungil sepertiku, jadi aku tidak sepenuhnya berdusta.


Matilah aku! mas Dennis mulai curiga...

__ADS_1


Dengan gagap, aku mencoba memecah konsentrasi mas Dennis dengan menunjukkan kakiku yang memar. Aku bilang ini gara-gara peristiwa tadi. Padahal ini terkilir kemarin waktu jemur pakaian...


Hufh... hari yang melelahkan, memalukan, dan menyedihkan. Jadi, selanjutnya harus bagaimana?


Apakah para selingkuhan atau pelaku selingkuhan lain diseluruh dunia juga pernah Mengalami bad day seperti aku barusan?...


Hatiku yang bewarna putih, dengan sinis meledekku.


Emang enak ketangkap basah? Kacian deh luuu?!


Malamnya, aku minta izin mas Dennis untuk tidur lebih dulu. Alasannya badanku meriang, dan untuk meyakinkan mas Dennis bahwa aku benar-benar sakit, dan bukannya untuk menghindarinya, aku dengan demonstratif menempelkan koyo di kepala dan tengkukku. Biar lebih meyakinkan lagi, aku tidur dengan bed cover tebal dan meringkuk didalamnya.


"Bunda, gak papa bun. Mau mas pijat?" mas Dennis tampak khawatir melihatku.


"Atau mau dilabur minyak kulit bawang?"


Ya Tuhan, suamiku baik sekali... Tapi dilabur minyak kulit bawang yang panasnya ampun-ampunan, bisa kebakar betulan badanku yang hanya pura-pura meriang ini.


"Gak usah mas, aku mau tidur aja." Ucapku dari balik selimut.


Dimalam hari, mas Dennis kembali mengecek kondisiku, menanyaiku ini itu, membawakanku air madu. Aku yang sejatinya tidak bisa tertidur sebab kepanasan gara-gara bed cover sialan ini, berusaha menutup mata kuat-kuat. Gerah bukan main...


Tanpa diundang, hatiku yang putih berseru, itulah akibat selingkuh. Bagaimanapun juga, dengan alasan seperti apapun juga, selingkuh itu dosa dan perbuatan dusta. Sekali kita melangkah melakukannya, kita akan dituntut, sadar atau tidak, untuk berdusta dan berdosa lagi, lagi, dan lagi.


Haaaaahh... Aku sudah tidak tahan lagi, saat mas Dennis melaksanakan sholat malam, aku bergegas ke kamar mandi, mencuci muka dan berganti pakaian. Ketika keluar, aku termangu menatap punggung suamiku yang berdiri, kemudian rukuk lalu sujud. Hatiku terenyuh, aku telah membohongi suamiku sendiri...


Mas Dennis yang tampan luar biasa, lulusan luar negeri, dan aku yang sangat biasa. Mas Dennis yang setia dan mampu menahan pandangan, sementara aku...


Ya Tuhan...


***To be Continue...


Happy reading ya readers tersayang...


Tiga hari di sepuluh hari istimewa bulan dzulhijah, mari kita sama-sama memanfaatkan momentum ini dengan ibadah sebaik baiknya, dimana setiap ibadah yang kita lakukan langsung menjadi ibadah yang dicintai Allah.


Manfaatkan waktu yang masih diberi, umur tak pernah ada yang tau. Bisa jadi hari ini berkumpul, besok sudah berpisah. Hari ini tertawa besok menangis.

__ADS_1


Jaga kesehatan dimanapun berada ya, saling mengingatkan dalam kebaikan๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡


__ADS_2