
" dokter mau makan di mana "
" kita makan di sana aja ya "
setelah duduk mereka dan memesan makanan
" dokter mau makan di sini "
" ia makan di sini aja tapi kita harus cepet jangan lama lama , nanti waktu istirahat kita habis "
" oke dokter "
" kamu pesen apa "
" pesen ayam geprek , dok "
" aku mau nasi goreng sama bakso aja tapi baksonya kita berdua ya, "
" ya terserah dokter deh "
" tapi jangan sering panggil dokter donk kan bukan di tempat praktek, dan kita bukan lagi tugas berkerja lagi istirahat "
beberapa menit kemudian ...
" loh ustdzah putri anda lagi ngapain di sini " padahal fia tau kalau putri berkerja seorang dokter di sini
" eh lagi nunggu pesenan " tanpa menoleh
" oh , apa bisa berbicara sebentar "
" ya sudah berbicara saja " baru mengakat kepala dan bertatap muka dengan Kholid
sementara hana diam saja ..
" kak nanti ingat ya masih aad pasien lagi , jangan lama lama "
karena ia di tatap oleh Kholid dengan kode kalau dia ingin berdua saja
" ia mau berbicara apa sampai Hana pun pergi , apa serius banget "
" nga sih cuma pengen kenalan aja "
" bukan nya bapak sudah tau nama saya "
" ia aku hanya tau nama kamu putri aja itu pun di beri tau sama bunda "
" ia pangil aja Putri pak "
"jangan pangil bapak donk saya belum tua kali "
"ia maaf sudah biasa kan kalau di ruangan kerja pangil nya ayah ke ayah anak anak yang Dateng tapi bapak kan nga bawa anak jadi saya pangil bapak aja "
" ia nanti ada saat nya kamu nga pangil saya bapak lagi , ingat jangan pangil saya bapak saya aja belum nikah dan punya anak pacaran aja nga pernah "
"ia pak , saya dengerin bapa yang lagi curhat "
" tapi saya nga bermaksud curhat kok , " sambil melihat jam di tangan nya
"ya sudah saya mau balik ke tempat lagi , saya hanya ingin menyampaikan kalau bunda pengen ketemu kamu saolnya bunda lagi sakit dan katanya kangen "
" ya sudah , terimakasih atas pemberitahuan nya , akan tetapi bunda Riana sakit apa " penuh khawatiran
sementara Kholid sudah mengetahuinya bahwa putri khawatir banget sama bunda nya maka Kholid semakin mendekati nya .. putri begitu kaget karena baru kali ini ia begitu hampir dekat sama laki laki
" maaf ya pak , Jang deket Deket kita bukan siap siapa "
" nga kok saat pastiin aja apa kamu mau jenguk bunda dan di mata kamu ada sesuatu yang membuat mata mu menjadi merah "
" maaf ya pak emang saya tadi khawatir sama bunda nya bapak, tapi hargai saya sebagai perempuan jangan di remeh kan seperti yang lain nya"
" oke nanti saya jemput kamu ya saat mau pulang , "
" eh pak tapi kan saya belum bilang ia , "
__ADS_1
" dadah "
apaan deh tuh bapa bapak ngeselin banget ya semoga aja kita jarang ketemu kalau sering huedehh ngeselin nya tingkat dewa .
" oh ya aku belum habis nih dan belum bayar , sementara sudah waktu nya mau masuk "
lalu ia pergi untuk bayar karena waktu yang nga memungkinkan untuk makan lagi
" permisi saya mau bayar pesenan saya, ya atas nama bu putri
" sudah di bayar Bu "
" Sama siapa "
" sama laki laki yang ganteng Bu denger denger ia itu dokter othorpedi " kata pelayan yang bikin ngeselin selalu kalau ke situ karena ia selalu di goda
" oh , ya sudah kalau sudah bayar mah aku pergi dulu ya "
di tempat nya putri ruang praktek nya
" bu dokter lama banget sih ngobrol nya sama dokter ganteng "
" ia maaf ya Han jadi kamu yang tunggu lama "
" ia nga apa apa kali bu , siapa tau aja itu jodoh ibu , mana ganteng lagi "
" ia ,amin aja deh , tapi jangan bilang ganteng kali karena emang laki laki ganteng bukan cantik "
" ia sih Bu tapi , ada yang cantik nya kaya perempuan "
" siapa emang "
" banci Bu / laki laki yang di ubah menjadi perempuan "
" ia , tapi laki laki tetep laki laki dan perempuan itu tetep perempuan dan kita nga boleh merubah apa yang Allah berikan kepada kita "
" ya , ia Bu mulai deh tausiah nya 🙂"
" oke deh Bu dokter "
" oh ya tadi kenapa kamu pangil aku Kaka "
" kan katanya nga mau di panggil Dokter mau nya yang lain, ya sudah saya pangil kaka aja deh "
" ya terserah deh ayo kita mulai kembali berkerja ya "
" oke dokter "
setelah selesai mereka berkerja ,
hmm tadi kan di suruh pulang bareng sama dokter othorpedi kata nya ganteng tapi nga ah kalau aku tau dia ganteng bisa bisa aku suka karena bisa bahaya suka , karena itu akan mempengaruhi proses kerja nya
hmm tapi aku nga tau dia, pulang nya kapan coba aku tanya aja deh Sama yang lain
hmm aku izin dulu sama bibi kali ya
putri
" assalamu'alaikum bii ini putri "
Bibi
waalaikumussalam ada apa ya putti "
putri
" bibi aku boleh jengukin bunda Riana nga "
Bibi
" sama siapa kamu "
putri
__ADS_1
" sama Kholid anak nya bunda Riana tapi nanti Paman jemput ya bi "
Bibi
" kaya nya nga bisa deh kalau pulang telat paman mau mengerjakan tugas nya "
putri
" ya liat nanti aja deh Bii "
Bibi
" ya kamu hati hati ya sayang, kalau ada apa apa bilang bibi ya telpon GPS nya nyalain ya "
Putri
" ia bibi "
setelah lama lama mengobrol maka tiba tiba ada suara ketukan ...
" maaf menggagu dokter ada yang sudah tungguin dokter dari tadi "
" siapa , Han "
" liat aja pokok nya jodoh deh kalian "
" apaan sih , ya sudah aku pulang dulu ya saolnya ada yang sakit "
" siapa dok"
"ada ibu ibu lebih tepat nya ibu nya dokter yang kamu bilangin ganteng itu "
" apa kalian sudah nikah , dokter kok nga ngasih tau sih "
ia pun berhenti di pintu
" bukan gitu han , ibu nya aku yang ngajarin ibunya murid aku dia sakit dan pengen ke temu sama aku , nanti masalah untuk besok pasien nya tolong laporan ya ,Han aku duluan "
" ia oke dok"
" maaf sudah menunggu lama "
ia berbicara kepada orang yang fokus kepada hp nya
" oh nga kok " ia menyadari kalau ada yang berbicara dengan nya
" ayo berangkat dari tadi bunda tanyain "
padahal mah nga tanyain sebenarnya
" ia maaf " ngeraa bersalah padahal mah ia di bohongin
" ya nga usah ngerasa bersalah banget kali , yu ke mobil "
ia hanya menuruti saja
Kholid pun membuka pintu depan di samping supir
" ayo kamu masuk " Kholid pun aneh dengan tingkah nya tapi ia emang pengen nya putri yang di samping dia duduk nya
" aku nga bisa duduk di depan " sambil hampir pengen nangis
melihat putri yang menangis ia refleks mengusap matanya
" kamu nga apa apa maaf ya aku maksa kamu "
" ia nga apa apa , ya aku takut " sambil tiba tiba mengenyam tangan Kholid dengan erat
Kholid pun ketawa sendiri di dalam hati nya..
tapi semoga aja nanti saat dia jadi istri ku dia mau duduk di samping ku..
" ya sudah ayo kita masuk ya "
__ADS_1