
" assalaamua'laikum"
"waalaikumsalam sebentar ya"
"tante ya ya silakan masuk"
"belum mulai kan ustazah"
"belum ke Tante tenang aja"
.....tiba tiba ada seorang laki-laki yang menghampiri mereka berdua" .....
" lah kamu" kata Kholid
" eh kok kamu" kata putri
"wah ternyata kalian saling mengenal"
" bukan tante kemarin.."
"kami bertemu di rumah sakit tepatnya di ruang makan Abi memanggilnya jadi ikutan makan"
" ya udah tante ayo masuk"
" ukhuk uhuk.."
"oh ya masnya boleh masuk"
"ini nanti buat anak-anak ya kue kue nya"
"makasih ya tante Maaf lho ngerepotin tante"
"iya enggak apa-apa kok nak nak"
"kapan mulainya emang"kata kholid
"bentar lagi mulai"kata putri
" oh ya belajarnya nanti di mana ya kira-kira"
"di ruang belajar di belakang aja biar nanti anak-anak bisa langsung ke belakang sambil bisa bermain di halaman belakang"
"Maaf apa emang semuanya perempuan ya di sini murid-muridnya"
"enggak kok untuk anak kecil ada laki-laki dan perempuan"
"tapi kalau di rumahnya kalau nggak ada itu anak-anak gimana"
pada diam terutama putri .. ia tak sadar kan diri kalau air matanya jatuh
dan Kholid pun melihat
"Maaf Tante sama masnya Putri ingin ke kamar mandi dulu Maaf ya"
"tuh kan kamu sih bikin nangis guru bunda lagi"
__ADS_1
"iya iya maaf Bun kan aku nggak tahu tapi kok bisa dia nangis sih kan aku cuma nanya doang kan semuanya harus jelas"
"ya lain kali nggak usah nanya-nanya hal yang seperti itu kan kamu mau tujuannya untuk nemenin ibunda sebenarnya bunda juga nggak tahu tapi emang pasal bunda belajar pas awal kami bertemu emang bunda enggak ngelihat kedua orang tuanya"
"yah Bun aku salah besar nih kayaknya"
"kamu sih udah diem aja"
... beberapa anak anak masuk ke rumah Putri tok tok
"assalamu'alaikum ustadzah apa kamu boleh masuk"
"
kamu yang bukain kan yang punya rumahnya lagi kamar mandi nangis gara-gara kamu"
"hadeh hadeh iya deh ya"
"wah ternyata ustadzah punya laki-laki kita punya ustaz sama ustazah" kata Mila yang anak nya ngomong dan kepo selalu
"eh bukan-bukan ayo kalian masuk dulu ya "
" oke ustad" mereka bersemangat dan menjawabnya dengan berbarengan
"ya Allah Masya Allah kalian sudah datang Maaf ya tadi ustadzah nggak bisa bukain pintu"
"iya nggak papa kok sazah orang dibuka ininya juga sama ustad jadi sama aja kan ustadz ustadzah"
" siapa ustaz nya"
"oh ya udah kalian masuk dulu ya ke ruangan halaman belakang tempat belajar kit"
"oke ustadzah ,ustadzah apa nanti kita belajar sama ustad"
"mulai sekarang belajarnya sama saja dulu ya seperti biasa itu yang kalian sebut ustad tamu saja OK"
"bunda bunda bunda tau nggak tadi anak-anak murid Putri manggil aku ustad
tau"
"ya bagus lah kan kamu juga lulusan di Madinah ya jadi kalau misalnya kamu punya ilmu lebih ya nggak apa-apa kali kami sangat disebut ustad"
"ya udah terserah bunda aja lagian kalau aku ngajar di sini emang Putri bolehin"
"tapi kenapa kamu tahu namanya Putri"
"dari pertemuan Bun di rumah sakit"
"oh bisa lah kamu di sini ngajarin anak-anak kan kamu calon suaminya Putri"
"percaya diri banget sih bun ngomong kayak gitu"
"ya iyalah harus percaya diri lah kayak waktu itu ayah dapetin bunda juga kayak gitu"
"ya Bun semuanya butuh proses ya doain aja"
__ADS_1
.,.....tiba tiba Putri datang menghampiri mereka berdua"
"oh iya Tante anak-anak sudah pada dateng dan mereka lagi di ruang belajar halaman belakang oh ya maaf ya Tante aku belum sempet nyiapin minum tante
minum apa"
"apa aja lah Tante mah"
"oh ya kamu minum apa" akan tetapi ia berbicara tanpa melihat muka karena ia malu"
"apa aja yang ada air putih juga nggak apa-apa sederhana simple dan nggak susah bikinnya"
" sederhana simple dan gas susah bikinnya tapi butuh proses juga kan maaf bercanda"
... hadeh hadeh ini anak siapa ya ajaran siapa lagi begini jawabannya begini tapi nggak tatap muka
..aduh aduh mulai bercanda padahal belum suami istri belum pacaran udah bisa bercanda
"iya sebentar ya oh ya Bun apa bunda mau ikut dulu apa mau di sini ikut kelas Al Quran dulu"
"bunda mau ikut kamu aja deh dia kan juga udah gede masih dijagain biar aja dia di sini"
"ya udah aku nggak ganggu bunda kok Maaf apa boleh aku mengerjakan perkerjaan di sini aku membutuhkan meja dan ruangan yang sangat sepi tidak berisik karena pekerjaan ini sangat serius dan ada meetingnya"
"ya dah nanti kamu dibawa ke kamar tamu"
"oke makasih"
"bibi tolong anterin laki-laki ini ke kamar tamu ya"
... kebetulan bibi sedang lewat tidak sengaja langsung sikap menerima perintah dari Putri"
"kenapa yang nganter bukan kamu kenapa harus orang lain kan kamu yang punya rumah jadi sebagai tuan rumah harus menghormati tamu nya dong"
"ya maaf pak maaf banget layanan kami di rumah kurang baik akan tetapi kamu juga mengejar waktu untuk mengajari mereka Alquran"
"udah sih kalian jangan berantem pacaran nggak sama istri nggak musuh nggak kerjanya berantem terus"
"kan aku anak bunda seharusnya bunda ngebela aku bukan ngebela dua-duanya"
"iya bunda doain aja ya harusnya pacaran dulu baru nikah suami istri bunda salah ngomongnya"
"maksud kamu"
"nggak nggak nggak bermaksud apa-apa kalian cepat pergi kan katanya kalian mau ngajar dan mau belajar kalau berdebat terus dan berbicara terus kalian telat loh kalau aku sih nggak apa-apa"
sementara itu bundanya pamit pergi duluan karena pusing mendengarkan anak-anak yang berdebat dan banyak berbicara
"maksud kamu walaupun kamu petinggi jabatannya tapi tetap kamu harus disiplin jangan mentang-mentang kamu punya jabatan tinggi kamu bisa seenaknya aja sama yang bawah"
"aku juga nggak sombong kok nggak nyuruh nyuruh enak aku kan aku cuma ngomong kalau aku telat pun aku nggak apa-apa aku juga kalau telat aku dipotong gaji gaji bagian ruang makan"
"ya udah deh terserah aku mau ngajar dulu eh tapi maaf ya aku nggak bermaksud berantem tadi berdebat dan banyak bicara Maaf ya aku pergi dulu"
..hadeh seru juga ya punya istri kayak gini tapi debat-debat nggak jelas kayak gimana ya seru sih kayaknya kayaknya kita cocok deh nanti lah tunggu saatnyaoh ya aku harus meeting ya sudahlah aku harus buru-buru mengerjakan ini semua sebelum keganggu sama bunda dan serangga..... ini Kholid ngomong pada diri sendiri
__ADS_1
di sisi lainbagian belajar mengajar pun dimulai