
" ayo masuk "
" ia "
sesampai nya di rumah Kholid , Kholid pun menunjukkan kamatr sang ibunda , karena ayah nya belum pulang kerja , ayah nya hanya mengecek kantor saja
" bentar ya "
" assalamu'alaikum bunda Putri nya sudah dateng "
" ia kamu suruh masuk aja , putriii " pangil ibunda yang teriak membuat putri kaget dan segera menuju ke kamar nya karena mengingat waktu kecil nya
" Tante Riana ada apa kok Tante teriak apa ada yang sakit lagi " tampak begitu shyok
" maaf ya Tante sebelumnya putri sudah masuk masuk aja saolnya putri khawatir dan ingat dulu Putri saat bunda manggil Putri saat sakit " sambil ia menahan tangisan nya
" ia nga apa apa kok Tante , tadi putri hanya kembali mengingat saja Tante yang cantik masyaAllah seperti bunda nya putri "
" ia panggil aja Tante bunda ya sama seperti Kholid "
" oke Tante , tapi apa Kholid tidak apa apa kalau putri manggil Tante bunda "
" emang kenapa harus izin si kholid , apa jangan jangan "
" nga Tante eh bunda maksud nya kan Kholid anak Tante "
" ia kamu juga anak Tante "
" iya Tante"
" maaf ya tadi bunda paksa Kholid bawa kamu ke sini berdua "
" ia nga apa apa kok Tante putri suka malah kalau bisa jenguk Tante , tapi lain kali kita sering bertemunya jangan sakit lagi ya Tante di usahakan "
" ia nga kok kalau kamu mau tinggal di sini "
" maksud Tante gimana "
" ihh pangil aja bunda ya "
" ia maaf bunda sudah kebiasan Tante sih kau di luar pertemuan belajar saolnya Tante masih seperti muda "
" akh kamu bisa aja "
" menurut mu bagaimana Kholid "
" kurang tau ya Tante lebih tepat nya dia mandiri dan pengen kalau dia mutusin menurut nya baik maka dia akan laksanain walaupun ada yang melarang dan ia orang nya kalau sibuk tidak mau di ganggu dan dia konsisten dengan apa yang dia lakukan "
" wah kok kamu tau semua , semuanya hampir benar tidak ada yang salah "
" eh maaf ya Tante jadi menilai anak Tante tapi putri tidak bermaksud kok saolnya ada bagus nya juga sih dengan sikap seperti itu "
" apa kamu ada yang suka dengan sikap nya "
" ya , apa dia sering membaca buku, tante"
" ia dia sering membaca buku , apa kamu suka baca buku "
" ia putri suka sejak dulu terlebih saat masuk kuliah ke dokteran putri harus menyeimbangkan hafalan Pelajaran dinyyah( agama) dan dokter Alhamdulillah putri bisa "
" wah apa kalian jodoh ya "
" mungkin aja " gumamnya sedikit ngomong pelan dan kecil namun bunda Riana sudah tau isi hati anak ini
" ia mungkin bisa jadi , ia juga pernah menceritakan kamu soal kamu telat karena tolongin orang , yang katanya kamu di ancem mau di keluarin , semuanya sudah beres sama si kholid "
" maksud Tante "
" ia maksud nya kamu ngaa bakalan di keluarin dari rumah sakit ziyad lah "
" oh ya Tante apa Tante mau bubur "
" boleh tapi apa kamu bisa masak"
__ADS_1
" bisa Tante , Tante mau apa selain bubur "
" bubur sama teh lemon hangat sama cumi tumis "
" tapi Tante lagi sakit apa tidak apa apa "
"ia tidak apa apa apa perlu Tante ikut masak biar kamu izinin ,"
" nga usah bunda biar putri aja yang masak untuk Tante "
" ia tapi ingat ya pangil nya bunda bukan tante "
" ia bunda ,putri mau masak apa yang tadi bunda mau "
"ya sudah , nak Kholid kemari sayang "
" ya, bunda sayang , ada apa" sambil bermanja ke bunda nya tanpa menyadari bahwa ada putri di kar ibunda nya
" ini anak bunda Putri mau masakin bunda bubur tumis cumi sama teh lemon " dengan santai nya bunda ngomong
" tapi kan anak bunda Kholid dan yang lain nya " Kholid pun tidak setuju jika putri menjadi anak bunda nya karena dia inginputri menjadi istri nya
" ia sayang anak bunda , nga usah lebay deh , emang kamu nga malu di liatin sama putri ,aneh kamu tuh tumben seperti ini manja padahal kamu jarang manja loh "
" ia deh bunda jadi nya putri yang masakin nieh "
" ia cepetan mau bunda sakit lagi, karena kamu ngomong terus , nga anterin putri masak"
" ia deh aku anterin dengan satu syarat "
" apa deh ini anak paaki syarat segala "
putri pun hanya melihat tingkah Kholid yang cool menjadi seperti ini dan ia hanya bisa menonton toh bukan siapa siapa nya mereka
" aku mau juga di masakin "
" ya putri masakin yang bunda dan bapa Kholid ingin kan "
" kenapa pangil aku bapa sih , kan aku tidak menikah sekarang , pacaran aja belum "
" ia deh belum kan nanti nikah nya , ia saya ngerti lain kali panggil Kholid saja , dan nikah baru terpikirkan sekarang saat kamu ngomong "
Kholid pun ngerasa kesal dengan ucapan nya kenapa dia ngomong seperti itu
" maaf tapi emang kenapa ya pak "
" ia kan kamu belum nikah kan , saya juga belum siapa tau kita berjodoh dan bisa jadi benci menjadi cinta "
" ia emang saya belum nikah " ucap nya membenarkan perkataan Kholid barusan
aduh kenapa sih jadi panjang lebar mau masak aja harus beribu ribu pembahasan.
" ya sudah , bunda kami mau masak dulu ya "
" oke "
di dapur ...
" dia mempersiapkan bahan nya setelah di tunjukan nya kulkas oleh Kholid , dia pun meracik dan repot sendiri sementara Kholid tau kalau dia sudah fokus sama perkerjaan nya , setelah selesai dan ingin di bawa ke bunda
" hmm kamu bisa masak apa aja "
" mau nya apa Kholid "
" semua yang ku ingin kan nanti kamu harus masakin "
" kenapa emang "
" kan tadi kita berdebat tentang pernikahan "
" ya terserah khol"
" khol siapa nama ku pangilan ku Kholid ya bukan khol "
__ADS_1
" aneh marah marah terus , tadi nga mau di panggil bapa sekarang malah bilang nya khol ,masih marah jadi nya mau gima sih Kholid gemes deh "
" ya panggil aja Kholid untuk sementara waktu nanti pangil nya beda jika sudah saat nya , ayo kita kasih ke bunda kasian bunda sudah tunggu lama "
" eh ia ,tapi maksud kamu apa "
" entahlah"
di kamar bunda
" bunda ini makanan nya sudah datang " jawab mereka serempak
" kok kalian serempak sih jawab nya "
" eh ,nga kok Bun " jawab mereka serempak
" ini nieh putri "kata Kholid berbarengan dengan kata putri " ini nie Bun Kholid nya "
" aduuhh bunda tambah pusing sama kalian , anak jaman sekarang ya tingkah lakunya "
" ya sudah bunda ayo makan dulu jangan di ambil pusing "
" ia "
" anggap aja aku dan Kholid seperti teman yang lagi berantem "
" aku ingin lebih dari temen masa secara ya Kholid yang tampan yang ganteng ini di anggap sebagai temen "
" haduhh , ya sudah deh ,ayo putri suapin bunda "
tiba tiba telpon nya Kholid pun berbunyi
" halo , ada apa ya "
" ini kamu apa bisa kerjain ini nanti kirim pakai email ya " dimara
dimara merupakan karyawan dan temanya Kholid ia juga belum nikah , sikapnya lucu ,ngeselin ,pendengar setia , wawasan luas
" oke , aku akan kerjakan "
telpon selesai...
" maaf bunda aku harus ke apartemen karena ada yang harus di kerjakan "
" ya , tapi ke apartemen nya bareng putri biar sekalian jalan "
" sip ,bunda aku akan anterin kok sampai ke kam..eh maksudnya Samapi rumah nya "
" Kam .. Kam apaan deh "
" ih bunda denger aja , kan itu ruangan "
" ia deh Bunda tau kok "
" ya bunda , putri pulang dulu ya maaf putri jadi banyak kurang sopan di sini "
" ia terimakasih ya putri ,sudah luangkan waktu nya "
" ia bunda "
mereka pun jalan ...
ehh tiba tiba mogok mobil nya tepat di depan apartemen nya Kholid karena Kholid mau ke apartemen dulu baru nganterin putri taktik cilik dan jail nya yang langsung terlintas di perjalanan karena dari tadi putri hanya diem saja
" Kholid kenapa berhenti di sini "
" maaf ya tadi aku mau mampir dulu di apartemen mau ngambil sesuatu eh tapi malah bensin nya habis tepat di parkiran "
" ya terus gimana donk , aku harus pulang,
pasti bibi dan paman khawatir sekarang "
"ia kita akan pulang tapi kalau naik jet apa di sekitar kamu ada lapangan kosong , dan kita harus nunggu pilot nya Dateng "
__ADS_1
" emang kapan Dateng nya "
" ia aku juga kurang tau nanti coba aku telpon ,sekarang kita masuk dulu ke apartemen ya tenang kok aman aku nga akan macem macem "