Cinta Seorang Dokter

Cinta Seorang Dokter
Malam hari dan hari kerja


__ADS_3

sebelumnya author minta maaf


ya sebagai penulis novel ini belum bisa membuat cerita yang bagus masih banyak kesalahannya terima kasih sudah membacanya...


saling mendukung ya satu sama lain jika punya karya-karya bisa tolong memberitahukan karyanya di sini tinggal SMS aja ya terima kasih.....


kembali ke cerita


" sayang Kholid ayo makan dulu nak jangan sampai lupa makan ya "


" ia sebentar bunda aku beres beres dulu "


... beberapa menit kemudian mereka pun ngumpul


" Kholid ayo makan dulu nanti Abi akan berbicara sama kamu "


" oke bii tampang nya serius banget "


" nga kok"


" oh ya bi tadi Kholid kan nganterin bunda ke tempat belajar .dan nemenin bunda beli makanan untuk anak anak yang ada di sana "


" oh ya bagus donk apa dia jadi pendengar setia "


" bukan cuma pendengar setia dari jarak jauh akan tetapi Kholid mengartikan buku putri yang berbahasa Arab , karean bunda nga bawa buku jadi pakai buku nya putri dulu "


" ayo selesain makan nya nanti setelah itu kita


ngobrol lagi "


beberapa belasan menit mereka makan dan setelah selesai makan


" Abi mau ngomong apa "


" ayo di taman aja ya "


di taman


" ia bii kok serius banget ada apa ya bii "


" nga apa kamu mau lama tinggal di sini jangan bolak balik terus kalau keluar kota nga apa apa kan masih dekat tapi kalau ke luar negri jangan ya kamu harus nikah sebelum keluar negri "


"ia kok bii kholid mengerti Abi nga mau kehilangan anak abu lagi kan


kalau soal nikah nanti Kholid pikirin lagi ya bii


calon nya aja belum ada bii"


" sebenar nya apa kamu suka sama putri "


" emang dia belum niakh bii"

__ADS_1


" kamu pandai biasanya menilai orang tapi kenapa yang ini nga "


" ya kan beda bii di kira HRD apa bii "


" ia Abi mengerti tapi Abi semakin lama semakin menua Abi dan bunda pengen punya cucu yang banyak"


" ia bii insyaAllah Kholid kasih Abi cucu "


" beneran ya "


" ia tapi nga sedeket ini juga waktu nya Kholid cari dulu ya bii "


" oke "


di sis lain ... rumah nya putri...


" kk ayo makan dulu jangan terlalu fokus banget sama perkerjaan "


" ia bibi aku datang setelah beres beres sebantar lagi "


di ruang makan ...


" bibi mana paman "


" paman lagi ada kerjaan sebentar lagi juga Dateng katanya ia mau cari cara untuk berkerja sama gitu sama orang "


" oh bagus ya berarti paman sudah mulai mencari investasi yang banyak "


" hmm lagi ngomongin orang ya bukan nya makan , ya ia kan sebagai lelaki itu harus setia sama keluarga nya"


" emang ia "


" oh ya kamu kapan nikah sudah lama bibi nga tanyain kamu "


" bukan nya belum bibi belum ada yang Atang tapi sepertinya mereka akan datang "


" oh laki laki yang tadi itu ya yang ngartiin buku pelajaran tapi pakai bahasa Arab"


" emang dia suka sama aku kan belum tentu bi "


" bibi liat dari tatapan nya sih kalain akan jodoh "


" ah parah bibi mah suka percaya sama gitu gituan ".


" bercanda kk tapi kok kayanya seneng di gombalin "


" emang siapa namanya "


" namanya ni juga nga tau Han"


" oh nanti kalau tau langsung laporan aja ya sayang ku "

__ADS_1


" oke aku akan menjadi mata mata sayang demi putri kita "


" apaan deh kalian sayang sayangaan pangilan nya bisa di kamar aja nga sih biar nga ada "


" yang cemburu , nanti kk juga merasakan kok mungkin kk geli sekarang akan tetapi kalau sudah biasa mah nga sudah biasa di panggil gitu "


" ya sudah nanti kk buat menjadi nga biasa "


" kamu tau nga kk setiap bibi kamu di panggil sayang bibi kamu tuh langsung menjauh tau "


" ia tapi sekarang kalau di panggil sayang maka akan mendekat kan di mana itu berada "


" ia bahkan di kasur pun kan temapt nya strategis untuk berdua "


" hai jangan ungkap kan kita ngapain aja di kamar "


" ia nga kok "


" ia nga apa apa kali kan Putri juga pengen nikah sebentar lagi liat aja nanti di sini bakalan ada anak anak kecil "


" yang banyak ya " dengan menjawab nya kompak "


" ya yang banyak kalau putri bisa ya semuanya insyaAllah "


" ya udah ya bibi aku mau ke kamar dulu ada yang harus di kerjain "


" ia silah kan besok kamu masuk ke ruang sakit kan ".


" ia bibi selamat malam ya "


" ia malam sayang "


" anak kita sudah besar ya "


" ia dengan pedenya dia bilang akan bikin anak yang banyak dan akan bilang sebentar lagi akan menikah "


" ia ya ya sudah yuu kita masuk sayang "


di kamar putri ..


" hah kenapa aku terlalu percaya diri akalu aku mau menikah dan punya anak banyak ya "


ya sudah lah jadi doa aja lagian semuanya insyaAllah ...


di kamar nya Kholid ..


aku mau nikah sama siapa ya abi dan bunda sudah pengen punya cucu kenapa mereka aja sih yang buat ...


tapi putri cantik juga ya


istri idaman ...

__ADS_1


mereka pun saling memikirkan Kholid dan putri


__ADS_2