Cinta Seorang Dokter

Cinta Seorang Dokter
ke panti asuhan


__ADS_3

pagi hari yang cerah ..


putri sudah bangun dari tempat tidur nya akan tetapi ia bingungg kenapa dia di sini siapa yang membawa nya ke kamar


" bibi " ia pun mencari bibi nya ke dapur karena ia sudah tau kalau bibi. ya di dapur karena dia sudah tau kalau bibi nya lagi masak di dapur


" ia kenapa sih teriak kuping bibi sakit "


" bibi ini kenapa aku ada di kamar "


" ia tadi malam nak Kholid , antar kamu pulang , dan dia nginep dulu di sini , naga apa apa kan , lagian juga sudah malam katanya , kamu tidur sambil main hp "


" ia bibi , heehee , sekarang dia di mana "


" di kamar nya ".


" kok di kamar nya , kan ini rumah kita bi "


" ia nanti juga akan ada dia di sini , sudah lah bibi siapin ini kamu masak udang goreng tepung dulu sana "


" ia bibi kuuu yang cantik "


setelah selesai di dapur ia pun mandi dan ia menguncir rambut nya yang tinggi dan ia tak lupa memakai body mist nya


" sayang ayo kamu bangunin Kholid dulu ,baru nanti makan, bibi mau bangunin paman "


" ia , kenapa paman dan Kholid belum bangun "


" ia , tadi malam nak Kholid temenin paman kamu , paman kamu ngajak nonton pertandingan sepak bola , padahal mah nak Kholid nya sudah ngantuk "


" ya sudah bagaimana kita hukum mereka termasuk paman "


" kenapa paman juga di hukum , kan dia ngajak aja "


" ia kan mati kita belanja bulanan nanti mereka yang akan bawain belanjaan kita "


" wah kamu mau menghukum suami kamu ya "


" apaan deh bibi , ia aku akan menghukum nya , suami apa kan aku belum nikah sama dia "


" belum berarti akan donk "


" ya sudah sana kamu bangunin calon suami kamu dulu


*ia pun pergi ke kamar nya Kholid yaitu kamar tamu


tok tok tokk


" Kholid bangun dulu* , ayo makan Bibi sudah nunguin kita di bawah "


akan tetapi ia tidak mendengarkan nya


di dalam kamar pun Kholid sedang ada urusan sehingga ia memakai handset tapi tiba tiba Putri meberanikan diri untuk membuka pintunya saat di buka pintunya Kholid pun masih memakai handset


" maaf Kholid sudah di tunggu sama bibi dan paman untuk sarapan "


lalu Kholid pun melihat putri ia tidak memakai kerudung nya karena ia tadi ngerasa sudah pakai kerudung


" kamu kenapa liat aku dan langsung liat ke tempat lain "


" lain kali pakai hijab mu di depan orang lain selain suami mu ini "


" ia aku kan pakai kerudung .."


" tapi keliatan nya enga " sambil emngalihkan pemandangan nya


" aduhh" ia melihat rambut ku gimana ini


ia pun berlari ke kamar untuk memakai kerudung nya


di dapur...

__ADS_1


" nak Kholid putri nya kemana "


" seperti nya dia di kamar nya bibi karena tadi.."


" bibi apa makanan nya sudah siap semua "


" ia ,sudah siap semua nanti setelah makan , kita ke panti asuhanya ya "


" ia nak Kholid mau ikut "


" ia paman kalau boleh "


" paman tadi ngapain aja malam malam "


" nunguin kamu lah putri ku yang cantik "


" seperti nya ada kegiatan yang lain ya paman tidur malam malam "


" kok kamu tau sih kan paman jarang nonton malam malam itu pun yang nga aneh aneh "


" apa paman lupa kan di sini juga ad cctv yang bisa di hubungkan di hp "


" ia jangan marah ya putri "


" ia nga marah kok kita tapi kalian harus di hukum "


" kenapa kita di hukum "


jawab mereka serempak


" ia hukumannnya nanti bawain belanjaan ya nanti saat ke panti asuhan kita belanja Dulu


sebentar "


" maksud nya aku juga ikut di hukum , kan aku gendong kamu malam malam Samapi ke kasur kamu nga kasian sama aku "


"ya sudah nanti panggil tukang pijit aja biar nga pegel nanti "


*lebih baik di pijit sama istri dari pada tukang pijit ... dan nanti akan berolahraga juga


" ya sudah ayo kita berangkat* ke panti nya "


" ayo ,bibi sama paman aja ya "


" aku sama siapa bi "


" kan ada aku "


" nga ah bibi aku sama bibi dan paman aja "


" ayolah kan bibi dan paman sudah lama tidak se mobil berdua kami sekalian mau pacaran di perjalanan "


" aihh kalian ya , sudah berumur masih tetap pacaran kasian kan aku belum pernah "


" ya bagus donk kalau belum pernah pacaran dan pacaran setelah menikah pun enak menurut ku "


" ia betul itu nak Kholid "


" ya sudah lah bibi dan paman selamat pacaran kembali ya "


" ia putri makasih sudah mengerti "


di perjalanan


" maaf ya soal yang di kamar tamu "


" ia aku yang salah kok kenapa kamu yang ngerasa bersalah "


" ia kan kita belum nikah dan aku takut Ade aku Dateng "


" emang kamu punya Ade kok Ade nya tau kamu ada di kamar tamu "

__ADS_1


"ia Ade aku selalu ikut kemanapun aku berada "


" emang di mana Ade kamu sekarang "


" kamu beneran. mau tau "


" ia aku hanya penasaran aja kok Ade bisa setia sama Kaka nya "


" nanti juga dia akan mampir terus kok ke rumah kamu "


" oke baiklah tapi Ade nya aja jangan sama Kaka nya "


" emang kenapa , kan kakak nya harus ikut juga "


" Kaka nya nyebelin "


" kamu beneran mau tau di mana "


". nah udah deh nanti juga katanya akan mampir ke rumah kan "


" liat Ade aku nih sudah aga bangun "


" mana kok nga ada " dia pun ketakutan


" Ade nya ada di bawah kok lagi mau bangun "


tiba tiba ngerem mendadak karena lampu merah


" aduh ini apa sih kok keras banget di tangan aku "


" ia Ade nya mau perkenalan sama kamu , tuh dia sudah nyenggol kamu "


" apa ini yang di maksud Ade kamu " ia melemparkan tas nya karena ia malu


"kenapa malu "


" ayo ceept dikit nanti kita telat oh "


" tenang kok Ade aku nga galak kaya yang lain "


" heyy denger ya kenapa kamu sebut dia Ade kamu itu kan tubuh kamu apa kamu punya sebutan khusus untuk mereka "


*kenapa sih dia bilang itu nya Ade nya padahal kan itu bagian tubuh nya tanpa tersa dia sudah ngomong banyak tentang Ade nya kan masa aku tanya Ade nya hewan kan pasti Ade nya manusia


" ia* , aku punya sebutan khusus untuk mereka yang ada di tubuh ku ,karean kamu mempermasalah kan nya "


" apaan deh stop dan ganti topik " karean ia malu tanpa menyadari nya Adri tadi dia sudah membahas bagian. tubuh Kholid dan mukanya merah


" kamu demam kok muka nya merah sih "


" ia aku aga pusing sedikit " jawab nya ngeles


" minum dulu nanti kita cari pitik ya kalau nga ada baru klinik "


" nga usah nanti anak anak tungin aku "


" anak anak "


" ia anak anak di panti "


" oh di kira anak kamu "


" ya kali aja masa anak aku kan aku.."


Alhamdulillah nga di lanjutin omongan nya kalau di lanjutin... kan aku belum membuat adonan nya


"jadia ke dokter "


" nga usah aku baik baik aja kok aku hanya.prngen Samapi aja dari tadi kita ngobrol ung nga bermanfaat "


" itu bermaanfaat kok cuma lagi belum aja ke depan nya akan lebih bermaanfaat "

__ADS_1


di panti asuhan


__ADS_2