
Ki Soo : "menjadi pengecut adalah cara tercepat. Aigoo, menjadi populer benar-benar membuat sakit kepala!"
Ki Soo mengarahkan lampu motor yang menyala pada Woo hyun. Woo Hyun menutupi silau sinar motor dengan tangannya.
Ki Soo : "itu sebabnya jika kau memberi tahuku bagaimana (menjadi populer), maka aku bisa meringankan sedikit beban itu..."
Woo Hyun menjadi kesal dengan Ki Soo yang terus mengoceh. ia mendorong Ki Soo hingga terjatuh dari atas motornya lalu meninggalkannya sendirian. Ki Soo marah-marah, ia memaki Woo Hyun. (haha kasian \=D)

Nenek sedang menghitung uang dari penjualan ddeokkbokki-nya. Seul Bi sudah berganti pakaian, ia mengenakkan pakaian milik Nenek. ia melihat-lihat kamar nenek kemudian duduk disamping nenek.
Woo Hyun masuk kekamar nenek, ia memuji nenek yang mendapatkan penghasilan banyak hari ini.
Nenek : "kenapa? kau punya sesuatu untuk dikatakan?"
Woo Hyun : "nona Gong..." godanya pada neneknya.


nenek memarahi Woo Hyun yang memegang uang karena dia sudah mandi. Woo Hyun menyela, walaupun uang itu kotor, neneknya suka. nenek memberitahu Woo Hyun saat menjadi tua nanti, uang adalah bantuan terbesar.
__ADS_1
nenek memberikan sebuah kotak hadiah pada Woo Hyun.
Woo Hyun : "dari ayah?"
Nenek : "batin ayahmu itu nol. nol besar! bagaimana bisa ia terus mengirim ukuran yang sama?"
Woo Hyun membuka kotak hadiah dari ayahnya yang ternyata berisi sepatu.


Woo Hyun : "mintailah dia uang seperti ibu!"
Woo Hyun melemparkan kotak hadiah itu pada Seul Bi dan mengatakan kalau ia bisa memakainya. Seul Bi tersenyum senang.
Seul Bi melihat sepatu pemberian Woo Hyun, ia lalu menanyakan sesuatu..
Seul Bi : "apa ayahmu mengirimkannya dari Amerika? lalu dimana ibumu? ibumu tidak tinggal disini?"
Nenek segera menyuruh Woo Hyun untuk pergi istirahat. Woo Hyun mengatakan pada nenek kalau ia tidak akan pindah sekolah.
saat Woo Hyun akan keluar kamar, Seul Bi mengambil bantal dan mengikuti Woo Hyun. Woo Hyun menghentikan langkahnya dan menoleh pada Seul Bi.
__ADS_1
Woo Hyun : "apa kau berencana untuk tidur denganku?"
Seul Bi : "kenapa? kita tidak bisa tidur bersama? mereka semua tidur bersama didrama!" (wkwkwkwk \=D)
Woo Hyun : "tidakkah kau pikir keinginanmu itu terlalu berbahaya? bagaimana dengan adegan selanjutnya?"
Seul Bi diam dan berpikir.
Seul Bi : "ah.., itu.. gelap!" jawabnya polos. (hahaha...)
Woo Hyun : "setidaknya, kau melihatnya dengan benar!"
Woo Hyun mengatakan pada neneknya untuk tidur yang nyenyak kemudian segera keluar dari kamar. nenek memanggil Seul Bi yang akan beranjak mengikuti Woo Hyun.
nenek meminta Seul Bi untuk tidak berbicara mengenai ibu Woo Hyun didepan Woo Hyun. walaupun Seul Bi membicarakannya tanpa sengaja, Seul Bi harus meninggalkan rumah.
Seul Bi : "kenapa begitu?"
nenek hanya memelototi Seul Bi. kemudian Seul Bi mengatakan iya.
dikamar, Woo Hyun menyimpan uang yang dia punya kedalam sebuah kotak. lalu ia mengambil permen karet dari wadah toples dan beranjak ketempat tidurnya. Woo Hyun memakan permen karetnya sambil tiduran dan melamun, ia terlihat memikirkan sesuatu. Woo hyun menggenggam liontin kalungnya yang berbentuk sebuah kunci.
Woo Hyun : "dimana ibuku hidup?" ucapnya.
__ADS_1
ponsel Woo Hyun bunyi, ia mendapat panggilan dari Jin Young.
Seul Bi sedang ada dikedai. ia membuka lemari pendingin untuk menjual minuman. Seul Bi mencoba satu-satu minuman yang ada dipendingin.