Cinta SMA Malaikat

Cinta SMA Malaikat
episode 8


__ADS_3

Ibu Jin Young : "ah benar-benar! apa polisi lebih membela pelaku penyerangan sekarang?"


Woo Jin : "bukan begitu, tapi sulit untuk menuntut tanpa bukti yang jelas. dan juga, itu karena masalah anak-anak, mari kita dengarkan mereka terlebih dahulu."


Seul Bi yang ikut kesal melihat sikap Ibu Jin Young mengatakan kalau Woo Hyun menyelamatkan putrinya, dan dia melihatnya.


Ibu Jin Young : "kau siapa? ah, benar-benar..."


Ibu jin Young melihat pak guru lalu memberikan kode. pak guru menyerahkan amplop berisi dokumen pada Woo Jin sebagai barang bukti kalau Woo Hyun bersalah.


Ibu Jin Young mengatakan pada Woo Jin kalau itu adalah laporan kekerasan Woo Hyun dari teman-teman sekolahnya.


Ibu Jin Young : "ada banyak bukti, kan? aku minta penanganan yang cepat darimu."


Woo Jin memeriksa dokumen itu. Woo Hyun memanggil gurunya, tapi pak guru mengalihkan pandangannya dari Woo Hyun.


Seul Bi : "dia tidak melakukan sesuatu yang salah. aku melihatnya!!" ucapnya pada Ibu Jin Young.


Ibu Jin Young : "siapa kau ikut campur masalah ini? terlalu...."


Seul Bi : "aku?"

__ADS_1


Seul Bi terdiam sesaat mengingat namanya.


Seul Bi : "aku Lee Seul Bi!! kau siapa?"


Ibu Jin Young : "kau ini anak kecil, serius.., untuk orang dewasa. siapa yang kau bilang??"


Seul Bi : "Ahjumma jahat!!"


Woo Hyun : "jangan mengatakan apa-apa, pergilah!" ucapnya pada Seul Bi.


Seul Bi bersih keras mengatakan kalau dia melihat semuanya. Woo Hyun tetap menyuruh Seul Bi untuk keluar.


Woo Hyun menarik Seul Bi menjauh dari ruang kantor polisi tadi. ia meminta Seul Bi untuk tidak pergi kemana-mana dan tetap tenang. Seul Bi kesal diperlakukan seperti itu. ia mengomel memaki Woo Hyun. tapi kemudian ia terdiam dan tampak memikirkan sesuatu.


Nenek : "dia setidaknya harus lulus sekolah tinggi untuk bisa mencari nafkah."


Ibu Jin Young : "kenapa kau mengemis padaku tentang mencari nafkah? menjijikkan!! ah, ini benar-benar..., begitu menjijikkan!"


Ibu Jin Young pergi dari kantor polisi. Nenek memanggil Ibu Jin Young dan berusaha tetap memohon.


Woo Hyun kembali dan menanyakan pada pak guru apa benar anak-anak disekolah menulis laporan itu. pak guru tergagap dan mengalihkan pembicaraan dengan mengatakan pada Woo hyun kenapa dia menyebabkan masalah seperti ini terjadi.

__ADS_1


Woo jin meminta kepada detektif dikepolisisan yang bernama Park untuk menyelidiki tulisan tangan pada bukti itu. pak guru yang mendengarnya menjadi ketakutan. sepertinya Woo jin sengaja melakukan itu untuk menakut-nakuti pak guru.


Woo jin : "kami mengurus orang yang berbohong dengan hukum yang tegas. sedikit lebih agresif!"


pak guru semakin ciut nyalinya. ia bergegas pergi dari kantor polisi.


Woo Hyun mengingat sesuatu mengenai pak guru yang pernah ia pergoki menelepon seseorang ketika berada dikantornya. mengingat hal itu, Woo Hyun menggenggam tanganya memendam rasa kesalnya.


Woo Hyun mengejar pak guru diluar kantor polisi. ia tanya kalau laporan itu pasti bohong.


Woo Hyun : "kenapa? apa kau begitu takut kepada ibunya Jin Young? karena dia presiden komite sekolah? karena dia lumbung uang untuk sekolah kita?"


Nenek kesal karena Woo Hyun berbicara dengan nada tinggi pada gurunya. pak guru mengatakan pada Woo Hyun kalau hanya inilah hal terbaik yang bisa ia lakukan, dan pak guru beranjak pergi. Nenek justru menunduk dan mengucapkan terima kasih pada pak guru berkali-kali.


Woo Hyun : "aku menyelamatkan Jin Young. aku adalah korban!" teriaknya.


Nenek memukul Woo Hyun dengan kesal.


Nenek : "apa kau pikir aku bekerja dengan jari-jari ini untuk membesarkanmu sehingga kau bisa sering keluar masuk kantor polisi?"


Woo Hyun : "Nenek, kau tidak percaya padaku? aku sedang menerima ketidak adilan sekarang!!" protesnya.

__ADS_1


Nenek : "jika kau berakhir disini sekali lagi, aku akan mengeluarkanmu dari daftar keluargaku!"


(dikorea, garis keturunan keluarga terdaftar.)


__ADS_2