
di sebuah aula rahasia tempat paling rahasia, tempat para petinggi penguasa negara kesultanan mengadakan rapat , terlihat ada beberapa orang pejabat penting sedang duduk melingkari meja berbentuk bundar, disebut rapat meja bundar ,
terlihat ada 2 orang pemimpin diantara semua petinggi yang hadir , ada Sekitar 10 orang petinggi penting yang hadir sedang mendiskusikan masa depan negara setelah kemenangan dalam perang besar,
"Tuan ku Sultan Agung , negara kita sudah mencapai apa yang kita inginkan , yaitu kemenangan dalam perang melawan negara - negara barat, semua berkat kepemimpinan Jenderal Besar Ahmad Sudirman" ucap seorang petinggi yang berpakaian bangsawan berjubah dengan ukiran batik tinta emas, dia adalah Raja dari provinsi Minahasa , bernama Raja Ical
"jangan berkata yang tidak benar , kemenangan kita adalah hasil kerjasama semua pihak , termasuk sekutu kita kesultanan Brunei dan kesultanan Malaya , mereka ikut ambil besar dalam perang melawan negara barat yang bersekutu dengan negera timur "jawab seorang pria yang duduk di kursi sebelah Sultan Agung dia adalah jenderal Besar Ahmad Sudirman ,
"aku juga akan mengumumkan , situasi perang berkecamuk sudah berakhir , untuk itu saya akan mengumumkan , saya Jenderal Ahmad Sudirman menyatakan pensiun dari jabatan saya sebagai Jenderal" ucap Sudirman dengan tegas sambil melirik ke semua orang yang hadir ,
"apa alasan mu pensiun Sudirman ?"tanya Sultan Agung yang dari tadi hanya duduk diam mendengarkan diskusi tak bersuara, pernyataan Sudirman membuat Sultan Agung bereaksi,
"Kesultanan Indojaya kita sudah dalam keadaan damai , dan untuk menata atau mengurus negara , itu bukan bidang saya , jadi saya tak ingin bekerja hal seperti itu , saya ingin menikmati hidup saya dengan damai tanpa ikut campur politik, tolong hargai keputusan saya Sultan Agung" jawab Ahmad Sudirman dengan tegas penuh wibawa dengan jubah Jenderal kebesaran nya sebagai panglima perang berbintang 5 yang ia kenakan sekarang
"kamu masih muda , aku tidak mengizinkan mu pensiun , jika alasan kau ingin beristirahat atau menikmati hidup dengan damai , aku akan memberhentikan mu sementara , jadi status mu masih jenderal Besar , tetapi tidak aktif dalam politik ataupun penataan Negara" jawab Sultan Agung ramah karena segan dengan karisma yang keluar dari Sudirman,
"baiklah , aku terima keputusan mu Sultan Agung ,"jawab Sudirman dengan ekspresi biasa saja, karena alasan kuat Sudirman berhenti memang ingin menikmati masa muda nya yang hilang terenggut oleh perang dan perang yang sudah ia jalani sejak usia 10 tahun ,
"rapat selesai, lakukan apapun yang terbaik untuk negara kita" ucap Sultan Agung menutup rapat,
__ADS_1
semua yang ada di aula membubarkan diri melewati lorong jalan masing masing , karena tempat rahasia , 1 orang hanya 1 lorong, mereka memiliki lorong masing masing yang mengarah langsung ke tempat parkir kereta kuda masing-masing,
dan hanya menyisakan Sudirman dan Sultan Agung berdua di aula tersebut
"Dirman , apa rencana mu melakukan semua ini ? ,, aku tidak mengerti" ucap Sultan Agung seperti sudah sangat akrab dengan Sudirman
"kau Tau Tanu , ( Tanu adalah nama Asli Sultan Agung ) aku sudah berada dalam ketentaraan sejak usia 12 tahun , waktu itu kau hanyalah orang pemalas yang numpang makan saja terhadap Sultan Agung Dahlan Ayahmu, aku sudah berjibaku dengan pedang tombak dan timah panas , jadi aku pun ingin merasakan seperti apa itu jadi orang seperti dirimu dulu yang hanya tau menikmati hidup tanpa harus memikul beban di pundak" ucap Sudirman tanpa takut dengan ucapan nya menyinggung Sultan Agung,
"kau jangan ungkit masa lalu ku Dirman , ku akui kau memang hebat , tapi aku juga tidak kalah hebat dengan mu, tanpa diriku yang pandai dalam politik dan pembangunan negara , sehebat apapun militer tidak akan pernah bisa mendirikan sebuah negara"ucap Sultan Agung sedikit kesal karena ucapan Dirman
"terserah kau saja Tanu , mau mengatakan apa , yang jelas jangan pernah memaksa ku atau mempekerjakan aku jika aku tidak ingin , urus saja Kesultanan Indojaya di tangan mu dengan benar , aku akan menyaksikan kehebatan mu yang kau banggakan itu" ucap Dirman sambil menepuk pundak Sultan Agung sambil berjalan pergi meninggalkan Sultan Agung sendirian
"bocah sialan , setidaknya kau memiliki sopan santun dalam berbicara bocah nakal , usia mu hanya 26 tahun , dan aku 43 tahun !! "teriak Sultan Agung yang kesal dengan sikap Dirman , dan Dirman pun menghilang dari pandangan nya setelah melambaikan tangan perpisahan
####
disebuah kota kecil kota pinggiran bernama kota batu , Terlihat Dirman sedang berjalan membawa buntalan kain berisikan pakaian & kepingan emas , berniat mencari tempat tinggal yang sederhana , ingin menjalani hidup sebagai rakyat biasa , Dirman meninggal kan semua harta kekayaan nya di ibu kota , menitipkan ke orang kepercayaan nya di ibukota , dan ingin menjalani kehidupan sebagai rakyat biasa , tidak ada yang mengetahui petinggi atau pejabat negara apa rencana Dirman , yang jelas Dirman sendiri lah yang mengetahui nya
"permisi pak , numpang tanya , apakah disini ada yang jual rumah , sekitar harga 100 keping emas? " tanya Dirman ramah kepada bapak bapak yang sedang duduk di kursi kusir kuda di pinggir jalan ,
__ADS_1
bapak - bapak itu pun melihat ke arah Dirman seperti memandang rendah sinis karena Dirman berpakaian seperti rakyat biasa pada umum nya , tetapi berlagak akan membeli rumah, padahal usia yang begitu muda masih jarang ada yang mampu membeli rumah
"hah , kau jangan berlagak seperti punya uang , jika kau memang benar ingin membeli rumah , kau harus naik kereta kuda ku , akan aku antar ke tempat orang yang akan menjual rumah di harga 100 keping emas" jawab bapak - bapak itu
"baik , antar aku ke sana" jawab Dirman singkat
"bayar dulu di muka , harga nya 10 keping perak"jawab kusir kuda itu malas
"ini, aku beri 1 keping emas , antar saja aku sekarang"jawab Dirman biasa biasa saja
melihat Dirman yang memberi nya 1 keping emas , langsung melompat terbangun si kusir tersebut dan bersemangat menerima 1 keping emas yang setara 1000 keping perak
"tuan muda aku antar sekarang"jawab kusir itu sekarang jadi sangat ramah membungkukkan badan nya mempersilahkan Dirman seperti tuan muda yang terhormat
mereka pun melaju dengan kecepatan sedang , dan tiba di sebuah desa bernama desa Daun, kemudian si kusir itu turun dari kursi nya dan berkata :
"ini adalah desa Daun , tuan muda silahkan ikuti aku , aku akan mengantarmu ke rumah pak Sarif , dan juga rumah ku ada di daerah sini, kita bisa satu kampung nanti nya" ucap kusir itu dengan senyum lebar ramah ke arah Dirman
"baik , silahkan jalan duluan. , aku ikuti bapak dari belakang " jawab Dirman tenang
__ADS_1
mereka pun berjalan ke arah rumah yang akan di jual tersebut , di perjalanan Dirman terus memperhatikan sekitar , dan melihat seorang bapak penjual soto sedang di bentak oleh seorang pemuda berpakaian rapi seperti anak bangsawan lokal ,
"pak , kenapa bapak jual soto rasa aneh ini ..! apa bapak sudah bosan hidup ,, aku adalah anak kepala desa disini , jika bapak tidak memberikan ganti rugi koin perak untuk ku buat berobat perut ku yang sakit habis makan soto bapak ke tabib akan aku usir dari desa ini"ucap pemuda itu marah kepada penjual soto dimana penjual soto itu adalah pak Sarif , yang rumah nya akan di beli Dirman