
"hentikan"
tiba - tiba Dirman berkata dengan cukup keras dan tenang , menghentikan langkah pak Sarif yang sedang di penuhi amarah dan dendam kepada mantan prajurit kesultanan Sanjung
"tuan muda , ada apa"ucap pak Sarif heran membalikan pandangan nya ke arah belakang ke arah Dirman
"ada sesuatu yang penting yang ingin aku ketahui tentang kesultanan Sanjung , bunuh atau tidak mereka , tergantung jawaban dari mereka " ucap Dirman tenang ke arah pak Sarif dan kelompok Elang Sakti
"tapi tuan muda , mereka telah banyak membunuh orang - orang yang tidak berdosa dan lemah , sekalipun mereka berkata jujur , mereka layak untuk mati"ujar Pak Sarif yang sedikit tidak senang dengan sikap Dirman
"Anjing yang galak boleh dibunuh karena hidup nya memang meresahkan , tetapi tidak semua anjing itu galak , sama hal nya dengan para prajurit , mereka yang tidak berdosa akan terkena dampak dari orang orang atau petinggi yang berdosa ,lebih baik kau diam saja pak tua"ujar Dirman dengan keras membalas sikap tidak senang pak Sarif
melihat tatapan Dirman yang tiba tiba berubah membuat pak Sarif gentar dan nyali menjadi menciut
Dirman pun berjalan mendekati ke arah ke 3 kelompok elang sakti mengabaikan pak Sarif yang sedang bengong
"katakan dengan jujur. , aku akan mengampuni nyawa mu jika berkata jujur",ucap Dirman tenang kembali
"baik" jawab kedua orang bawahan dari kelompok elang sakti, tetapi ketua nya tetap diam tidak menjawab
kemudian Dirman pun memfokuskan pandangannya ke arah ketua dari elang sakti tersebut
"apakah kau terlibat dalam tragedi bulan berdarah 5 tahun silam"ucap Dirman dengan serius menatap ke arah ketua dari kelompok elang sakti
wajah dari pemimpin kelompok itu yang dari tadi diam tiba tiba berubah menjadi sangat serius dengan ucapan Dirman , begitu juga pak Sarif yang terdiam pun ikut menatap perbincangan mereka dengan serius
tragedi bulan darah adalah kejadian pembantaian warga penduduk yang menolak bergabung dengan kesultanan Sanjung , kejadian tersebut pas dengan waktu bulan membentuk bulat bulan purnama
"itu , itu itu aku tidak terlibat"ucap ketua kelompok itu seperti menutupi sesuatu
__ADS_1
kemudian Dirman pun mengeluarkan sebuah pisau kecil berwarna biru langit terang , dari balik baju nya , itu adalah pisau hisap , pisau andalan Dirman ketika dalam perang ,
meski kecil berukuran 15cm dengan gagang ukiran kepala naga bertarung , sejarah pisau tersebut sangat lah kelam , pembunuhan jutawan jiwa dalam perang sudah di lakukan pisau tersebut , dan justru pisau tersebut seperti memiliki nyawa , yaitu jika menghisap darah , pisau tersebut akan menambah ukuran nya sampai 50cm berukuran seperti pedang pada umum nya , dan memberikan tenaga tambahan bertarung untuk yang memegang nya, karena selain menghisap darah , pisau tersebut menghisap energi atau tenaga si korban , dan memberikan kepada si pengguna
"pisau hisap ..!!!
seru Pak tua Sarif & ketua kelompok elang sakti
kedua bawahan elang sakti hanya terbengong tak mengerti dengan ucapan kedua orang itu
"kau cukup mengenal pisau ini"ucap Dirman tersenyum sinis kearah ketua kelompok itu
"ini adalah kesempatan terakhir mu,, katakan dengan jujur , apakah kau terlibat dengan tragedi bulan berdarah"
"ba ba baik tuan muda , ya , aku terlibat , tetapi dalam pembantaian tersebut aku tidak ikut serta , waktu kejadian tersebut aku masih seorang pengemudi kereta kuda tuan muda,, kedua adik adik ku adalah saksi bagaimana aku dulu adalah seorang pengemudi kereta kuda pengangkut prajurit"jawab ketua kelompok itu terlihat jujur sekarang
"kejadian tersebut dipimpin oleh seorang letnan kolonel Santo Sugiono , atau biasa di panggil Kolonel Sanso "kembali ketua elang sakti itu berkata dengan jujur
kemudian Dirman pun bersikap tenang dan berjalan mengarah ke tempat duduk dan berkata :
"Kolonel Sanso hanyalah boneka seseorang dari orang yang sangat berbahaya , dikabarkan Sanso telah tewas dalam perang terakhir melawan pasukan Indojaya generasi ke 7 , tetapi yang aku cari adalah seseorang yang mengendalikan atau bermain di balik layar , di perang ku terakhir melawan negara barat , aku menemukan kejanggalan bahwa orang tersebut juga lah yang menunggangi negara negara barat dan juga timur , dan menjadikan para elit militer sebagai pion untuk nya , selain pintar , dia juga seperti ada dimana mana , "ucap Dirman sambil menyenderkan punggungnya ke bangku sambil memejamkan mata nya mengingat perang perang yang Dirman rasa terasa janggal dan ada kesamaan dalam semua kejadian peperangan yang terjadi
ruangan tersebut menjadi hening ketika Dirman menceritakan apa maksud dari semua nya
"kolonel Sanso belum tewas tuan muda"ucap ketua kelompok itu yang memecah kan keheningan dalam ruangan tersebut
kemudian Dirman membuka mata nya dan menjadi serius kembali , dan berdiri dari tempat duduknya berjalan ke arah ketua kelompok itu dan sambil memukul pundak nya
"baik lah , antar aku ke tempat kolonel Sanso malam ini , dan bantu aku dan pak tua Sarif membereskan rumah ini agar pekerjaan disini cepat selesai"
__ADS_1
mereka semua yang ada di ruangan hanya terbengong melihat sikap Dirman yang begitu simpel saja melepaskan mereka dari kematian begitu juga dengan Pak Sarif
"pak tua , ayo kita keluar dari tempat ini"ajak Dirman yang memukul pundak pak Sarif yang sedang bengong
"baik tuan muda" jawab pak Sarif yang sudah kehilangan taring nya di depan Dirman
tidak butuh waktu lama , dibantu oleh 3 orang kelompok elang sakti , semua pekerjaan yang ada di rumah selesai , Ami yang sehabis bangun tidur siang pun keluar melihat sekeliling ada orang asing yang membantu ayahnya , dan juga si kusir delman pun yang ketiduran sehabis minum teh sudah bangun dari tidur nya dan beranjak pulang ke rumah nya yang cukup dengan berjalan kaki saja , karena delman nya akan di pinjam oleh Dirman dan 3 kelompok elang sakti
"Ayah , siapa mereka ini?" tanya Ami menatap ke arah 3 orang asing yang membantu pekerjaan Ayah nya di halaman belakang
"mereka anak buah atau pelayan nya tuan muda"jawab pak Sarif sambil beres beres perkakas yang sudah di pakai bekerja tadi
"oh begitu , kemana tuan muda itu, enak sekali dia santai kalo dia membawa pelayanan seperti ini, nantinya akan jadi pemalas karena ada pelayan"ucap Ami yang polos saja dalam berucap
pak Sarif hanya menggeleng kan kepala nya mendengar ucapan Ami, karena dia sudah diberitahukan oleh Dirman untuk tidak berkata apapun tentang Dirman , begitu juga ke 3 anggota elang sakti pun
"lebih baik kau memasak sana , masak yang agak lumayan banyak , karena malam ini tuan muda dan ke tiga pelayan nya akan bepergian"ujar pak Sarif
"baik lah Ayah , kalo begitu , aku pergi ke dapur untuk memasak , kebetulan sekali tadi teman ayah yang kusir delman itu memberi kan sebuah sayuran cukup banyak untuk dimakan"
Ami pun pergi meninggalkan Ayahnya yang beres beres bekas pekerjaan nya di waktu sore itu
####
Dirman yang sedang santai saja di dalam tempat tidur nya menatap ke arah langit sore yang cukup cerah sambil meminum secangkir teh sambil berdiri dengan tenang
"ku harap kamu baik baik saja Airin , aku tidak tau keadaan mu, semenjak perang berkecamuk di wilayah barat & timur , aku sangat khawatir akan jika perang tersebut sampai kalah , dan kau akan jadi budak mereka para penjajah , aku bersumpah , Airin , tujuan hidup ku sekarang adalah dirimu" ucap Dirman dalam hati dengan pandangan sendu khas pria berkharisma dengan aura jendral besar nya
bersambung
__ADS_1