Cinta Tulus Sang Jenderal Besar

Cinta Tulus Sang Jenderal Besar
Penyerangan


__ADS_3

setelah berjalan sekitar 100 meter akhir nya sampai juga di sebuah rumah bangunan kayu dengan atap jerami, dan ada juga halaman nya yang rapi dan tanaman bunga, terlihat sederhana tapi sangat nyaman, sesuai dengan selera Dirman ,itu adalah rumah pak Sarif


"tuan muda , ini rumah ku , bagaimana menurut tuan muda , apakah cocok dengan selera tuan muda"?


"ini sesuai dengan selera ku , aku sangat menyukai nya" jawab Dirman sambil melihat lihat kondisi rumah yang menurut nya sangat nyaman


"jika begitu , silahkan masuk duluan , karena rumah ini sudah jadi milik tuan muda, aku sekarang menjadi tamu"ucap pak Sarif tersenyum tipis


Dirman pun melihat ke arah pak Sarif dan Ami anaknya,


terlihat Ami yang hanya diam dan sedikit tidak rela di raut wajah nya dengan rumah nya yang di beli dengan harga murah tersebut


"baik lah kalau begitu, aku masuk


Dirman pun melihat lihat semua ruangan dan merasa sangat nyaman menurut Dirman untuk menjalani hidup damai


"tapi tuan muda , beri aku waktu 2 hari untuk mencari rumah pengganti sebelum membawa barang-barang ku di rumah ini, setelah mendapat kan rumah baru, aku akan mengosongkan rumah ini secepatnya"ucap pak Sarif tersenyum canggung

__ADS_1


Dirman pun setelah melihat lihat rumah kemudian melirik ke pak Sarif dan berkata:


"rumah ini terlalu besar untuk ku seorang diri, karena aku membayar rumah dengan harga setengah nya , lebih baik aku memiliki rumah ini setengah nya , dan pak Sarif dan anak pak Sarif tinggal saja menjadi tetangga pertama ku, tinggal di tambahkan dinding pembatas , semua masalah selesai, jadi pak Sarif tak perlu repot mencari rumah baru dan membuang biaya"


"tuan muda, terima kasih , anda terlalu baik, tetapi itu adalah hutang , dan membayar setengah nya itu sudah lebih dari cukup untuk rumah ini, jangan sungkan tuan muda, saya akan mencari rumah kecil sederhana saja"jawab pak Sarif menolak secara halus


"jika pak Sarif menolak, maka saya akan membatalkan pembelian rumah ini, karena rumah ini terlalu besar untuk ku, sangat tidak nyaman untuk seorang diri di rumah seperti ini"jawab Dirman supaya pak Sarif tidak menolak pemberian nya


"tuan muda , itu...


"baik. ,jika begitu , kami akan menerima nya tuan muda"


Ami pun terlihat menjawab dengan gembira


"pak Sarif pun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap Ami yang mirip seperti ibu nya


"itu lebih baik" ucap Dirman tenang santai

__ADS_1


dengan cepat pak Sarif pun memasang dinding pembatas dengan kayu kayu yang sudah tersedia di halaman belakang dan pergi ke halaman belakang


ketika Dirman sedang membereskan seluruh barang yang ia bawa ke lemari kayu,, tiba-tiba Dirman berkata ke arah sebuah pohon Cemara lewat jendela kamar nya


"keluar lah , mau sampai kapan kau menguntit ku dari balik pohon ,, ini sangat mengganggu ku"


ternyata ada sekitar 3 orang berpakaian seperti ninja yang sedang mengawasi Dirman dari balik pohon


"sial, kenapa orang ini bisa tahu keberadaan kita, ini adalah pertama kalinya operasi kita di ketahui"ucap seorang penguntit yang seperti pemimpin nya kepada ke dua rekan nya


"kakak apakah kita harus bergerak sekarang atau melarikan diri saja jika dia sudah mengetahui keberadaan kita"tanya seorang rekannya itu


"tidak ada pilihan lain , lebih baik kita bergerak serang dia , karena jika kita melarikan diri, akan merusak citra kita sebagai pembunuh bayaran, dan si Bagus sudah memberikan uang muka, jadi kita tidak boleh gagal,"ucap seorang pemimpin tersebut ke arah kedua rekannya


"baik" jawab kedua rekannya serentak


"ayo kita mulai"ujar pemimpin nya

__ADS_1


__ADS_2