
menjelang malam tiba sekitar pukul 6 petang , , semua bekal makanan untuk 1 Minggu sudah di siapkan ,, hanya makanan dari tumbuhan saja seperti singkong , kacang kacangan dan lain lain
Dirman pun menghampiri ketua kelompok elang sakti itu dan bertanya sambil memegang secangkir Teh di tangan nya , lalu duduk , kemudian menyuruh Ketua kelompok itu ikut duduk di kursi halaman rumah itu
"duduk lah ,ngomong ngomong , siapa nama mu, agar aku lebih mudah memanggil mu"
"panggil saja aku Kenji" ucap ketua dari kelompok elang sakti tersebut
"apakah kamu keturunan dari kekaisaran Matahari terbit? "ucap Dirman kembali
"ya , itu benar ,, ayah ku dari sana"ucap kenji dengan jujur
"Kenji , mulai sekarang kamu dan ke dua adik mu akan menjadi bawahan ku, aku membutuhkan orang seperti kalian , tenang saja , aku akan membayar kalian lebih dari pada penghasilan kalian menjadi pembunuh bayaran"ucap Dirman kepada Kenji, ketua dari elang sakti
"baik lah tuan muda , terima kasih , aku akan bekerja dengan baik untuk tuan muda "ucap kenji dengan bahagia
"berapa bayaran mu ketika menjadi pembunuh bayaran"tanya Dirman kembali
"aku dibayar dengan harga minimal 100 Koin perak untuk 1 nyawa, tetapi , terkadang jika korban adalah seorang bangsawan atau orang penting, harga tersebut berbeda ,"ucap kenji kembali menjelaskan kepada Dirman
"kalau begitu , aku akan membayar mu dengan 1 koin emas untuk dirimu selama 1 bulan , dan 500 koin perak untuk kedua adik mu untuk itu"ucap Dirman dengan tenang
"terimakasih banyak tuan muda, ini semua adalah berkah kami bertemu tuan muda , dengan memiliki penghasilan tetap dan mempunyai pekerjaan , aku tidak terjun kembali ke dua kotor itu"ucap kenji dengan rasa bersyukur
"baiklah , bersiap siap lah, kira kira berapa jam kita akan sampai ke tempat kolonel Sanso menggunakan kereta kuda "tanya Dirman kembali
"paling lambat sekitar 3 hari tuan muda , itu pun jika kita tidak bertemu perampok di jalan setapak di dalam hutan Kering" ucap Ketua Elang Sakti tersebut bernama Kenji
"oh , kita akan melewati hutan Kering, ini sangat menarik , aku memiliki banyak kawan lama di sana , mungkin ada reuni di perjalanan nanti" ucap Dirman dengan senyum sinis nya
melihat senyum sinis Dirman , Kenji pun terdiam , entah apa yang dimaksud oleh Dirman dengan kata "kawan lama"
"baiklah Kenji , kau pergi sana makan terlebih dahulu untuk mengisi perut mu, aku sudah makan barusan sendirian"ucap Dirman menyuruh Kenji seperti menyuruh bawahan nya
"baik tuan muda"jawab Kenji kemudian dia pergi dengan sopan ke arah ruang makan meninggalkan Dirman yang sedang meminum teh sambil duduk termenung memandang ke arah langit yang akan berganti gelap malam
__ADS_1
setelah selesai makan , dan semua keperluan untuk bepergian sudah lengkap ,, ketiga anggota kelompok elang sakti itu pun pergi menghadap dirman yang masih duduk di depan halaman , tetapi teh di cangkir nya sudah habis
"tuan muda , kami sudah siap" ucap kenji di ikuti anggukan dari kedua anak buah nya
"yah , mari kita pergi sekarang"ucap Dirman berdiri dari duduk nya
di sana muncul juga pak Sarif yang akan ikut , tetapi setelah di pikir kembali, Dirman memutuskan tidak mengajak pak Sarif , tujuan nya untuk menjaga anak nya Ami , jangan sampai sendirian di rumah , karena perjalanan akan memakan waktu cukup lama , kurang lebih 1 Minggu
pak Sarif pun tidak banyak protes karena alasan Dirman memang masuk akal, dan memaklumi karena tujuan nya jauh,
Dirman dan ketiga anggota kelompok elang sakti itu Menaiki kereta kuda , anak buah yang bisa di bilang kakak kedua atau adik Kenji urutan ke 2 adalah yang menduduki kursi kusir , di belakang kursi kusir sebelah kanan ada Kenji , dan kiri adalah adik ke 3 atau paling bungsu
sementara Dirman duduk di kursi belakang sendirian
"berangkat"ucap Dirman menyuruh kepada adik kedua Kenji itu
kereta kuda pun berjalan cukup lama , berjam jam mereka melalui perjalanan dengan aman tanpa hambatan , hingga pukul 3 dini hari , mereka pun sampai di sebuah kota bernama kota Daun , Dirman menyuruh kepada para bawahan nya untuk beristirahat di kota ini, karena kota ini terlihat sangat ramah dan nyaman buat Dirman , ini membuat Dirman memutuskan untuk beristirahat di sini
"berhenti , dan cari penginapan di kota ini "ucap Dirman kepada bawahan nya
"Adik kedua bernama Sion dan adik ke tiga bernama Mandra tuan muda "ucap kenji yang sopan memperkenalkan kedua adik nya, karena Kenji merasa Dirman seperti sulit memanggil kedua adiknya
"baik lah , akan ku ingat, Sion dan Mandra"ucap Dirman tenang
Sion pun membelokan kereta kuda tersebut ke arah kanan menuju gerbang masuk kota Daun , gerbang tersebut di jaga 24 jam oleh penjaga di sana , terlihat kota tersebut memang sangat rapi , paling rapi dibandingkan ibu kota, meskipun penduduk nya masih sedikit , dan Dirman pun belum pernah ke kota ini , sehingga rasa ingin tahu pun akan kota daun untuk dirman cukup kuat
terlihat ada 2 orang penjaga berpakaian prajurit kesultanan Indojaya ke 9
"berhenti"ucap penjaga kota tersebut menghentikan kereta kuda yang di kendarai Sion
"tunjukan identitas kalian"ucap penjaga kota tersebut menatap ke tiga saudara itu , Mandra yang sedang tertidur pun tetap di pandang dengan tatapan tajam karena mereka duduk di bagian depan, sedangkan dirman di Belakang seperti tuan muda bangsawan pada umum nya
mereka berdua Kenji dan Sion saling berpandangan , karena tidak memiliki indentitas , karena status mereka dulunya adalah penduduk kesultanan Sanjung, jadi mereka tidak dibuat kan papan identitas kesultanan Indojaya ,akhir nya Kenji sebagai kakak tertua berbicara kepada penjaga tersebut
"tuan penjaga , kami tidak memiliki identitas, karena kami adalah korban perang , jadi kami belum sempat memiliki tempat tinggal tetap di sebuah kota dan belum membuat papan identitas"ucap Kenji dengan hormat dan sopan kepada penjaga tersebut
__ADS_1
"maaf ,kami tidak peduli, ini adalah peraturan dari walikota kami, siapapun yang tidak memiliki identitas tidak boleh memasuki kota daun kami"ucap penjaga kota tersebut dengan tegas kepada Kenji
Kenji pun kebingungan , tetapi Sion berbisik kepada Kenji
"kakak, sebaik nya kamu bertanya kepada tuan muda , apa yang harus kita lakukan
"baik, akan ku coba bertanya"jawab Kenji
kemudian Kenji pun membuka tirai pemisahan dari dek depan dan belakang , dan berbicara kepada Dirman
"tuan muda , kami di tahan penjaga dan tidak boleh memasuki wilayah kota jika tidak ada identitas, bagaimana ini, aku sendiri tidak memiliki indentitas"ucap Kenji kepada Dirman
kemudian Dirman pun mengeluarkan papan identitas berukuran 15 × 10 cm , bertuliskan jenderal Besar Ahmad Dirman dengan ukiran dan hiasan langsung kesultanan , dan ada juga tanda tangan asli Sultan Agung,
"ini, gunakan saja identitas ku"ucap Dirman kepada Kenji, memberikan papan identitas nya
Kenji yang tidak faham papan identitas pun karena dia memang bukan dari kesultanan Indojaya, Kenji hanya dari kesultanan pemberontak yaitu kesultanan Sanjung, jadi dia menerima begitu saja kemudian menunjukkan kepada penjaga pintu gerbang kota tersebut
"ini adalah papan identitas tuan muda kami, kami adalah pengawal nya, jadi kami pun tidak bisa terpisahkan dari tuan muda , meski kami tidak memiliki identitas,"ucap Kenji kepada penjaga itu dengan tenang
wajah penjaga pintu gerbang kota tersebut berubah ketika mereka melihat dengan jelas papan identitas tersebut , bahwa orang yang ada di dalam kereta kuda yang tertutupi bagian depan nya oleh tirai hitam itu adalah seseorang yang paling di idolakan atau di idamkan oleh orang orang seluruh kesultanan Indojaya , seluruh tubuh penjaga kedua penjaga kota itupun bergetar ketakutan karena mereka telah bersikap terlalu keras sesaat tadi
"bagaimana, apakah kami bisa memasuki kota ini"ucap Kenji bertanya kembali dengan wajah kebingungan karena melihat sikap penjaga kota tersebut
"silahkan tuan tuan masuk , maaf kami menghambat"ucap kedua penjaga tersebut dengan tangan hormat membuka pintu gerbang
Melihat penjaga kota hormat kepada mereka ketiga saudara , terutama Sion memperlihatkan sikap angkuh nya sambil berbisik kepada Kenji yang memegang papan identitas Dirman
"kakak, seperti nya status tuan muda kita hebat, bisa membuat mereka ketakutan"ucap Sion dengan senyum sambil tangan dan pandangan nya fokus mengendarai kereta kuda
"mungkin saja adik , aku tidak tahu, tetapi melihat mereka seperti itu, kemungkinan status tuan muda kita tidak biasa"ucap Kenji dengan tenang,
Mandra hanya tidur saja tanpa mengetahui kejadian ini
dan
__ADS_1
bersambung 🌿