
terdiam sesaat merenungi apa yang dikatakan ke dua anak buahnya , pemimpin kota tersebut
"aku harus melaporkan kejadian ini kepada Mr James"ucap pemimpin keamanan kota daun tersebut dalam hati nya
"baik lah , aku mengerti , silahkan kalian pergi untuk melanjutkan aktivitas kalian kembali"ucap pemimpin kota tersebut kepada ke dua anak buahnya
"baik " jawab ke dua anak buahnya tersebut dengan patuh lekas meninggalkan pemimpin kota tersebut
terlihat jelas di baju kemiliteran kesultanan Indojaya yang di kenakan pemimpin kota tersebut ada nama nya di bagian dada kiri yang bertuliskan Mahesa
nama pemimpin kota tersebut bernama Mahesa
Mahesa dengan cepat naik ke atas punggung kuda nya yang berwarna coklat tubuh kuda tersebut cukup tinggi dan juga besar , membawa kesan gagah untuk siapa yang menunggangi nya
di waktu subuh menjelang pagi , Mahesa menunggangi kuda dengan kecepatan penuh seperti terburu buru , dia menuju ke diaman seorang yang bernama James Robin , seorang Bankir terkemuka di kesultanan Indojaya , dia adalah utusan dari kerajaan Williams , kerajaan yang sangat kuat di negara barat ,
James Robin di tugaskan oleh kerajaan Williams untuk memperkenalkan mata uang bit , mata uang kertas yang di ciptakan oleh orang orang keluarga kerajaan Williams dengan backup emas untuk seluruh dunia , nilai tukar nya pertama kali di Indojaya 10 bit setara dengan 1 koin emas atau 1000 koin perak
mata uang bit pada awal nya ditolak keras pemerintah kesultanan Indojaya dan semua negara di dunia ,
namun semenjak kekacauan perang terjadi , banyak negara yang kehabisan dana dan cadangan emas nya akibat biaya perang , mata uang bit hadir seperti penolong memberikan pinjaman untuk negara Korban , termasuk Indojaya sendiri yang memiliki hutang cukup besar kepada kerajaan Williams , tetapi lebih kecil dibandingkan negara negara lain ,
tetapi di Indojaya , mata uang bit kehadiran nya tidak resmi , tidak sah , tapi tidak juga ilegal , banyak petinggi pemerintah yang setuju mata uang bit diresmikan di Indojaya , tetapi hanya suara 1 orang saja yang menolak keras kehadiran mata uang kertas itu di Indojaya , dia adalah Sang Jenderal Besar Dirman Setya , bahkan Sultan Agung sendiri pun tidak punya kuasa jika harus melawan arus keinginan dari Dirman, Sultan Agung hanya mengikuti apapun yang Dirman sarankan , maka dari itu , mata uang bit masih belum resmi di indojaya ,
dan misi James Robin dari kerajaan Williams adalah untuk sebisa mungkin meresmikan mata uang bit tersebut Dengan cara apapun dan bagaimanapun , tak peduli harus membunuh siapapun , tak sedikit orang pemerintahan yang pemahaman nya sama dengan Dirman di bunuh habis atau bahkan menghilang tanpa jejak , Dirman mencurigai ini adalah ulah dari komplotan kerajaan Williams , karena tidak hanya James Robin saja komplotan bankir tersebut , masih banyak orang orang komplotan kerajaan Williams berada di Indojaya dengan misi yang sama seperti James Robin , terutama di ibu kota Indojaya , yaitu Batavia
##
setelah menunggangi kuda selama 15 menit dengan kecepatan penuh , tibalah Mahesa di sebuah tempat seperti komplek perumahan, rata rata perumahan disitu bangunan kayu jati , tetapi ada 1 rumah bagian paling ujung barisan tersebut dengan bangunan Tembok bernuansa Eropa , tidak besar , ukuran nya sama dengan rumah kayu yang lain berukuran 50 x 30 meter , tetapi bisa di bilang paling mewah karena banyak hiasan yang indah
__ADS_1
Mahesa pun memasuki komplek perumahan tersebut dan terus berjalan menunggangi kuda nya menuju bagian ujung perumahan tersebut
Tibalah Mahesa di depan rumah tersebut , rumah nya James Robin
"Mr James , apakah kau berada didalam? "ucap Mahesa bertanya dengan wajah penuh keringat
"ya , aku ada didalam, masuk lah Mahesa , jawab dari dalam rumah tersebut , dengan logat Eropa nya yang canggung berbahasa Melayu, itu adalah suara James Robin
kemudian Mahesa turun dari kuda nya , mengikat kuda nya di depan pohon belimbing yang ada di halaman rumah tersebut , dan berjalan ke arah pintu , membuka pintu nya tanpa ada permisi sekalipun dan memasuki rumah tersebut , seperti sudah biasa keluar masuk,
terlihat juga James Robin berperawakan tinggi besar , kepala pelontos mengkilap dalam keadaan duduk santai membaca buku di pagi hari , dan juga memakai kaca mata , ciri khas profesor, di kursi rotan berlapis kapuk , terasa sangat empuk ,
Mahesa berjalan dengan tergesa-gesa , duduk di kursi sebrang nya James begitu saja
"ada apa kau datang kesini pagi pagi buta begini?" ucap James kepada Mahesa
"ada sesuatu yang penting Mr!! " ucap Mahesa dengan wajah tergesa-gesa
"kota kita kedatangan jendral besar Ahmad Dirman !! "ucap Mahesa dengan wajah serius wajah berkeringat bekas perjalanan cepat
"apa kau serius?" tanya kembali Mr James dengan wajah nya yang serius
"kedua anak buah ku yang aku urus di pintu masuk kota , mereka memastikan identitas Jendral misterius tersebut dari papan identitas nya yang ada tanda tangan asli Sultan agung, tidak mungkin papan identitas tersebut palsu" jawab Mahesa dengan wajah Serius nya
kemudian James Robin pun berdiri dari tempat duduknya , dan lekas mengenakan pakaian bank resmi yang rapi dengan ada logo burung Elang merah di dada bagian kirinya , logo khas pemerintah Indojaya,
"cepat kawal aku ke rumah walikota Daun"ucap James dengan tergesa-gesa
"baik"ucap Mahesa dengan cepat
__ADS_1
mereka berdua berjalan bersama menunggangi kuda masing masing , kuda milik James jauh lebih besar dan tinggi berwana hitam pekat
jarak dari rumah James ke rumah walikota , tidak terlalu jauh, sekitar 5 menit perjalanan
sesudah sampai , mereka berdua tanpa basa basi masuk begitu saja ke dalam rumah kediaman walikota tersebut tanpa basa basi, dan penjaga rumah walikota hanya diam saja membiarkan kedua orang itu masuk tanpa bicara sepatah kata pun
"Warno , dimana kau !! " ucap James dengan keras berteriak di dalam rumah walikota bernama Warno tersebut
terlihat pria berusia sekitar 45 tahunan sedang tertidur di sebuah kamar nya, itu adalah Warno
Warno yang lagi asik tidur bertelanjang di sampingnya ada perempuan cantik yang tanpa mengenakan sehelai kain pun, seperti habis melakukan hubungan badan semalam, terbangun seketika mendengar teriakkan dari James
"sial !! , bule biadab , mengganggu saja orang istirahat !! ",ucap Warno sang walikota tersebut dengan wajah kesal nya
kemudian Warno mengenakan pakaian kaos oblong putih dan celana kain panjang hitam , membangunkan gadis cantik di sampingnya yang berusia 20 tahunan
gadis tersebut sama dengan cepat mengenakan pakaian nya , berjaga jaga saja jika ada yang masuk tanpa sepengetahuan
Warno pun membuka kan pintu dan keluar dari kamar , meninggalkan gadis itu sendirian di dalam kamar
"ada apa Mr James ? " tanya Warno dengan heran
"aku tidak mau tau , sekarang !! , cepat kau suruh orang terhebat mu untuk membunuh musuh ku !!",ucap James dengan sedikit marah kepada Warno
"musuh mu? siapa itu ,? aku sudah membersihkan semua orang musuh mu yang ada di kota daun ini , apa ada lagi ?"tanya Warno dengan wajah heran
"dia , Dirman tuan walikota , Sang jenderal naga yang misterius itu"ucap Mahesa dari samping James
"apa ? Jendral Dirman ?? .. ini mustahil !! , kenapa dia ada di kota ini? " ucap Warno dengan khawatir dan ketakutan mendengar nama tersebut
__ADS_1
bersambung 🌿
maaf novel nya terlalu banyak bertele tele , aku akan cari cara supaya membuat novel dengan cara singkat padat dan jelas , serta mudah di pahami