
penjual soto atau pak Sarif pun terlihat panik dan bingung , karena harus berurusan dengan anak kepala desa Daun
"den bagus , maaf kan atas kesalahan saya ,, aku pun tidak mengerti kenapa soto nya rasa nya aneh dan bisa membuat perut den bagus sakit , aku akan bertanggung jawab , berapa kerugian yang harus ku bayar.?" tanya pak Sarif dengan lesu
"500 koin perak" jawab Bagus sambil menunjuk kan ke lima jari nya di depan wajah pak Sarif
"hah" mahal sekali , di desa ini tak ada tabib mahal seperti itu den bagus, aku tidak memiliki koin perak sebanyak itu" jawab pak Sarif dengan memelas
"baiklah jika pak Sarif tidak memiliki uang sebanyak sekarang , bayar saja dengan mencicil , jika pak Sarif telat bayar , akan ada Bungan sebesar 2 koin perak jika telat bayar 1 hari"jawab Bagus dengan angkuh
"kau ingin memeras ayah ku Bagus ..!! ini adalah kesalahan tak disengaja , aku yang membuat soto itu untuk mu ,, biar aku saja yang bertanggung jawab , jangan libatkan ayah"bentak anak dari pak Sarif yang tadi diam saja karena merasa bersalah dengan soto yang dia buat
"oh kau gadis kecil , sangat di sayangkan kau begitu cantik tapi menjadi anak penjual soto,, kenapa kau tidak menjadi simpanan para bangsawan saja , agar hidup mu tidak susah seperti ini , hahaha " jawab Bagus dengan tertawa terbahak bahak
"Ami , kau diam saja , jangan ikut campur, ini semua salah mu yang ceroboh memasukkan terlalu banyak lada" sahut pak Sarif memandang ke arah anak nya yang bernama Ami itu
kemudian pak Sarif menarik nafas panjang lalu kembali menatap bagus dan berkata:
"den bagus , tolong jaga ucapan anda , anak ku tidak sekotor apa yang den bagus katakan , baik aku akan membayar kerugian itu dengan mencicil nya setiap hari ,,
pak Sarif tidak ada pilihan lain , hanya setuju dengan apa yang di usulkan Bagus
"baiklah , itu jauh lebih bagus dari pada kau melakukan perlawanan yang sia dia terhadap ku"jawab Bagus dengan sombong dan angkuh
__ADS_1
ketika bagus hendak pergi meninggalkan pak Sarif dan Ami , tiba - tiba sekantong kain berisi koin perak terlempar ke arah bagus tepat mengenai dada nya
*bug
"aahh siapa yang berani melempar kan kanton koin ini kepada ku ..!! akan ku patah kan kedua kaki nya !! " teriak bagus dengan marah
"kantong itu berisi 1000 koin perak , aku mengganti kerugian bapak penjual soto beserta bunga nya , jangan pernah kau menagih lagi atau akan ku lempar lagi dengan bola meriam nanti"jawab seorang pemuda yang berada sekitar jarak 100 meter dari bagus dan pak Sarif yang tidak lain pemuda itu adalah Dirman
"hei kau sialan , kau berani sekali mengancam ku !! ,, baik , aku terima ganti rugi ini ,, aku akan lupakan urusan ku dengan penjual soto itu, tetapi urusan ku dengan mu belum berakhir, "jawab Bagus dengan marah dan kesal , tidak berani melawan secara langsung karena bagus adalah orang yang memang penakut jika harus berkelahi
kemudian Bagus pun pergi menunggangi kuda nya meninggal pak Sarif yang diam saja bengong seperti tidak percaya karena ada orang yang melempar kantong koin emas dengan jarak sejauh itu dan mengenai sasaran dan juga seakan tidak percy karena membuang koin emas dengan cuma cuma
kemudian Dirman pun menghampiri pak Sarif dan berkata:
"jika anak ingusan itu datang kembali menagih atau menggangu bapak , katakan saja kepada ku , biar aku yang menyelesaikan masalah nya"
"tidak apa-apa , aku lebih senang menggunakan kekayaan ku untuk menolong , bukan untuk hal yang tidak berguna, lagi pula , kita memang akan membicarakan sesuatu, benar kan pak kusir?" tanya Dirman sambil melirik ke arah kusir delman tadi yang mengantar nya menuju rumah pak Sarif,
"be be betul " jawab kusir delman itu panik karena sekarang dia mulai merasa takut dengan Dirman yang begitu sangat mudah nya membuang koin perak dan juga tidak takut dengan anak kepala desa sekalipun , apalagi sama seorang pengemudi delman seperti dirinya, sama saja mencari mati cari gara gara dengan Dirman
"hei Sutomo , sejak kapan kau memiliki kenalan tuan muda ini , aku tidak pernah melihat nya "tanya pak Sarif dengan rasa ingin tahu nya
"aku kenal beliau di jalan , kau Sarif lebih baik ikuti apa yang tuan muda ingin kan , jika tidak ingin cari masalah" jawab kusir delman itu bernama Sutomo
__ADS_1
mendengar apa yang dikatakan Sutomo , pak Sarif pun kemudian menatap Dirman dan kembali bertanya
"boleh aku tau , apa yang tuan muda ingin bicarakan dengan ku? kalau masalah koin perak tadi , aku pasti akan membayar nya dengan di cicil , karena untuk membayar sekaligus aku tidak memiliki uang koin sebanyak itu , atau jika tidak , aku berencana menjual rumah ,, untuk membayar kerugian yang tadi , aku akan membayar nya dengan rumah ku yang seharga 1000 koin perak" jawab pak Sarif dengan pasrah memberikan rumah nya yang niat nya akan dijual , justru di berikan secara cuma-cuma untuk membayar hutang
"hei ayah , jika kau memberikan rumah itu secara cuma cuma , terus kita akan tinggal dimana, kita tidak memiliki uang lagi untuk membeli rumah baru di tempat pindahan kita nanti ayah," sahut Ami yang bereaksi atas sikap ayah nya yang terlalu gampang memberikan sesuatu
"diam Ami !! , ini semua salah mu , akibat kau teledor tadi kepada si bagus itu" jawab pak Sarif dengan geram memandang Ami karena selalu ikut campur dalam urusan orang tua
Ami pun hanya menunduk lesu diam tak bersuara sambil memandang ke arah Dirman berharap semoga tidak menerima kebaikan Ayah nya yang begitu mudah memberikan rumah sebagai ganti rugi
"aku tidak jahat itu, untuk uang koin yang tadi , lupakan saja , aku akan membayar rumah bapak dengan uang koin 1000 perak , apakah segitu harga rumah bapak ? "tanya Dirman
"tuan muda , anda terlalu baik hati , aku merasa tidak enak hati menerima nya, begini saja , aku akan menjual rumah ku kepada tuan muda seharga 500 koin perak saja" apakah tuan muda setuju?
"baik lah , aku setuju"jawab Dirman seperti tidak ingin melanjutkan negosiasi karena Dirman tau orang seperti pak Sarif ini pasti akan mengikuti aturan main, tidak akan membantah apapun yang dikatakan Dirman
kemudian Dirman pun mengeluarkan 1 kantong berisi 500 koin perak di dalam bantalan kain nya dan memberikan kepada pak Sarif
pak Sarif pun menerima nya dengan senang hati
"tolong antar aku ke rumah pak Sarif , dan sekalian juga beres beres barang milik pak Sarif , atau bisa besok atau lusa pak Sarif beres beres nya , yang jelas aku ingin melihat rumah itu"ucap Dirman kepada pak Sarif
"eh , ku kira tuan muda tau rumah ku, ternyata belum tau , kenapa membeli rumah yang belum tau kondisi nya"ucap pak Sarif dalam hati merasa aneh saja
__ADS_1
"baik , mari silahkan ikuti aku tuan muda"jawab pak Sarif dengan hormat
"baik" jawab Dirman singkat