
kemudian Kenji pun mengembalikan kembali kartu papan identitas tersebut kepada Dirman , dan Dirman pun bertanya kepada Kenji sambil menerima papan identitas tersebut
"Kenji , apakah kau tau seluk beluk kota ini?"
"sedikit tuan muda , saya pernah kesini 1 x sewaktu dapat pekerjaan membunuh kepala seorang desa "jawab Kenji dengan wajah malu
", bagaimana kau memasuki desa ini melewati penjaga Kenji?"tanya Dirman kembali
"ada jalan khusus yang tanpa ada penjagaan untuk memasuki lewat kota ini, itu ada di sebuah desa kecil pinggiran kota ini , desa tersebut bernama desa Marga , kita harus berenang untuk menyebrangi sungai tersebut karena sungai tersebut air nya sangat lah deras , tidak bisa menggunakan rakit atau perahu karena akan terbawa arus air sungai nya tuan muda"
"nanti selesai istirahat kita akan keluar dari desa ini lewat sana , kamu jual kereta kuda ini , dan kita hanya bawa bekal perjalanan kita saja, karena jika kita keluar lewat gerbang keluar masuk, akan ada sesuatu hal yang buruk terjadi, aku ini banyak memiliki musuh, kita tidak tau apakah orang di desa ini musuh ku atau bukan, nanti setelah keluar desa ini, kita bisa membeli kereta kuda kembali di perjalanan"ucap Dirman dengan tegas dan tenang penuh berkharisma
"baik tuan muda" jawab Kenji yang tidak ingin tahu atau membantah perintah Dirman hanya patuh saja menurut kepada tuan muda nya
mereka pun memasuki kota daun menelusuri dan mencari penginapan yang paling dekat ke desa marga, berjam jam mereka menuju ke arah pinggiran kota daun mereka sampai di sebuah penginapan kayu jati bertingkat 3 , penginapan tersebut sangat ramai karena di lantai bawah adalah tempat hiburan malam , tempat orang orang bersenang senang mabuk mabukan dan banyak sekali perempuan berpakaian minim lalu lalang di sana meski akan menjelang pagi
"tuan muda , menurut ku penginapan inilah yang terakhir , karena jika sudah memasuki pinggiran kota daun , akan sangat sulit sekali mendapatkan penginapan , karena di sana penduduk masih sangat sepi dan sangat sedikit
"baik lah , kita menginap di sini , matahari mulai akan terbit , kalian istirahat lah karena kalian belum tidur , sementara aku sudah tidur tadi di perjalanan"ucap Dirman menyuruh anak buahnya beristirahat
"baik Tuan muda"jawab ketiga saudara itu serempak
"kau Mandra , kau lebih baik mencari roda angkut untuk membawa perbekalan kita melintasi sungai , karena kau sudah tidur di jalan" suruh Dirman kepada Mandra
"tuan muda , aku hanya sebentar saja tidur tadi dijalan , itu belum cukup membuat tenaga ku pulih kembali"ucap Mandra menolak suruhan Dirman
__ADS_1
Kenji yang melihat Mandra membantah apa yang di suruh Dirman membuat Kenji tidak senang dengan sikap Mandra dan langsung saja memukul kepala bagian belakang Mandra dengan cukup keras
"Mandra , kau di sepanjang perjalanan tidur saja dan tidak melakukan apa apa, jangan kau memakan gaji buta dari tuan muda , bekerja lah dengan baik , jangan jadi pemalas dan jangan membuat ku malu sebagai kakak tertua mu !!"ucap Kenji dengan wajah kesal kepada Mandra
"iya kakak , maafkan saya , tuan muda , aku meminta maaf karena malas bekerja"ucap Mandra dengan wajah menyesal
namun dirman hanya menanggapi permintaan maaf dengan senyum kecil saja sambil berkata
"aku sangat memaklumi dirimu karena pikiran dirimu memang masih muda , tidak seperti kakak mu yang sudah berpikir dewasa"
Mandra hanya tersenyum kecut sambil menggaruk garuk kepala bagian belakang yang tidak gatal itu
Dirman memberikan 500 keping perak kepada Kenji untuk kebutuhan pembayaran dan membeli roda pengangkut barang serta keperluan lain nya yang di butuhkan mereka seperti makan dan lain lain
kemudian Dirman pergi dari pandangan mereka entah kemana yang akan dituju dan Mandra pun pergi setelah menerima uang untuk membeli roda pengangkut , Sion yang tidak banyak bicara ikut Kenji memasuki penginapan tersebut untuk beristirahat
"Sion, seperti nya tuan muda tidak menyukai orang orang yang suka bermain perempuan, lebih baik kita jangan melakukan hal yang tidak disukai tuan muda, meski kita ingin"ucap kenji dengan wajah bersalahnya karena telah mengecewakan Adik kedua nya karena keinginan nya tidak dipenuhi
mereka dulu sebelum bergabung menjadi bawahan dirman hobi mereka memang ber poya foya seperti mabuk mabukan dan main perempuan adalah hal yang sering mereka lakukan setiap hari
tetapi sekarang berbeda, nyawa mereka sudah di serahkan sepenuhnya kepada Dirman, kesetiaan Kenji kepada Dirman sangat lah tinggi , jadi Kenji tidak ingin menghianati dirman meski Dirman tidak ada
"baik lah kakak, aku ikuti apa yang kakak perintah"ucap Sion patuh kepada kakak tertua nya
mereka pun berjalan kepada seorang perempuan yang duduk di meja resepsionis seperti kasir di penginapan tersebut di dalam ruangan pintu masuk dan keluar tersebut
__ADS_1
"permisi , aku ingin memesan 1 buah kamar"ucap Kenji kepada perempuan tersebut
"mau di lantai berapa, lantai dasar adalah lantai paling mahal , karena tersedia hiburan untung bersenang senang"ucap perempuan tersebut sambil mengarahkan tangan nya ke arah pintu depan yang di jaga 2 orang penjaga
"sementara untuk lantai 2 adalah paling murah disini, fasilitas hanya kamar mandi saja , untuk pesan makanan harus turun dahulu ke lantai pesanan disini "ucap perempuan itu kembali menjelaskan dan menunjuk sebuah tempat itu adalah tempat pesan makanan
"dan untuk lantai 3 cukup mahal , semua fasilitas di sana lengkap, makanan kami antar tiap 4 jam , kamar mandi air hangat tersedia juga dengan kasur kapuk yang empuk"ucap Perempuan tersebut kepada Kenji
"kami memesan di lantai 2 saja , karena kami menginap disini cuma sebentar , ucap Kenji , kemudian Kenji sekalian memesan makanan untuk dibawa ke tempat penginapan
Sion hanya diam saja patuh mengikuti kakak tertua nya tanpa mengeluh atau membantah
####
di sebuah tempat , tempat berkumpulnya para penjaga kota , terlihat pemimpin penjaga kota daun sedang berbincang dengan 2 orang penjaga pintu gerbang kota semalam yang menghadang kereta kuda milik Dirman
"kau yakin itu adalah Jenderal besar yang misterius itu Jani !!"ucap ketua dari penjaga kota tersebut dengan wajah terkejut
"aku sangat yakin ketua , karena aku tau papan identitas itu asli dan di perkuat dengan tanda tangan Sultan Agung" ucap penjaga kota itu bernama Jani dengan yakin
"betulkah itu Janu ?" tanya pemimpin penjaga kota itu kepada penjaga kota yang 1 lagi
"apa yang dikatakan Jani adalah benar ketua",jawab Janu kembali meyakinkan pemimpin penjaga kota daun tersebut
dan
__ADS_1
bersambung 🌿