Cinta Tulus Sang Jenderal Besar

Cinta Tulus Sang Jenderal Besar
Elang Sakti


__ADS_3

Dirman pun berdiri dengan tenang menatap ke tiga orang berpakaian seperti ninja itu di balik jendela kamarnya seperti menunggu mereka bergerak menyerang


"swosshh"


pisau kecil terbang ke arah Dirman dengan kecepatan sangat cepat masuk melalui lubang jendela mengarah ke arah Dirman


Dirman pun dengan enteng menjepit pisau yang datang ke arah nya dengan ke 2 jari nya , lalu melemparkannya kembali ke arah orang yang melempar nya tadi ,


"akhhh"


teriak seorang pemimpin penguntit itu memegangi leher nya yang terkena sabetan pisau nya sendiri , dia maju paling depan untuk melakukan penyerangan karena dia paling ahli dalam serangan jarak jauh


"kakak..!!"


ucap rekan nya serentak dari sebelah kiri dan kanan belakang pemimpin itu


ketika Dirman hendak melompat keluar lewat jendela kamar nya, tiba-tiba pak Sarif muncul dari arah belakang rumah tempat pak Sarif Bekerja membuat dinding kayu pembatas untuk Rumah nya,


dengan cepat memukul ke arah pemimpin penguntit itu yang sedang mengerang kesakitan dengan sebuah balok kayu


"sialan kau pak tua !! berani menyerang ku disaat terluka , kau sungguh pengecut !! ucap pemimpin itu


melihat pemimpin nya di pukul pak Sarif dengan sangat keras , para bawahan langsung menyerang pak sarif melompat sambil mengarahkan tendangan nya kedua bawahan itu


tetapi yang tidak terduga adalah pak Sarif dengan mudah menangkis serangan itu dengan sangat lihai seperti orang yang sudah berpengalaman lama dalam pertarungan, dan Dirman pun yang akan melompat melalui lubang jendela terhenti seketika melihat pertarungan pak Sarif yang membuat nya cukup terkejut


"buk , buk, bang "


ketiga para pembunuh bayaran itu terkapar tak berdaya menghadapi kehebatan pak Sarif


"hei pak., kau tidak apa-apa ..? " tanya Dirman masih sedikit terkejut melihat pak Sarif


"aku tidak apa-apa tuan muda, tuan muda , kau baik baik saja kah"? tanya pak Sarif

__ADS_1


"aku baik baik saja pak"


"syukurlah jika baik - baik saja , tuan muda istirahat dulu , biar aku yang membereskan ke tiga tikus ini sebelum ada warga yang melihat kejadian ini" ucap pak Sarif cepat langsung membawa ketiga nya ke arah halaman belakang tempat nya tadi membuat dinding kayu pembatas,,


ternyata di halaman tersebut ada sebuah lantai kayu berbentuk kotak dengan ukuran 3 × 2 meter ,


itu adalah pintu menuju ruangan bawah tanah


melihat itupun Dirman penasaran dan mengikuti pak Sarif masuk ke lantai bawah tanah ,


"tuan muda,.maaf tolong tutup kembali pintunya , aku takut Ami dan pak tua itu ( kusir delman ) tidak terganggu,l atau pun curiga, karena tempat ini hanya aku dan istriku yang tau"ucap pak Sarif ramah karena pak Sarif tidak bisa menutup pintu sendiri karena sedang memanggul ke tiga tubuh pembunuh bayaran tadi


"baik pak"


setelah sampai di sebuah ruangan gelap , yang cukup luas seluas 4 x 4 meter , pak Sarif menyalakan obor yang sudah tersedia di ruangan tersebut


dan memulai interogasi


kemudian pak Sarif menampar di bagian pipi dibawah telinga para pembunuh bayaran tersebut dan mereka pun terbangun


kemudian pak Sarif menarik topeng kain mereka bertiga , satu Diantara mereka adalah seorang perempuan


mereka langsung panik sekaligus ketakutan melihat ke arah pak Sarif


"katakan padaku siapa kalian , dan untuk apa kalian menyerang tuan muda , ?" tanya pak Sarif dingin


"kami adalah kelompok pembunuh bayaran elang sakti tuan , kami di suruh Bagus , anak kepala desa tuan"jawab pemimpin ramah ke arah pak Sarif


"oh jadi kalian adalah kelompok elang sakti , bagus , ini adalah suatu kebetulan menangkap kriminal top di kota batu"ucap pak Sarif


kemudian pak Sarif bertanya ke arah Dirman


"tuan muda , kita apakan orang ini , kemungkinan bagus menyuruh mereka karena dendam tadi pagi , orang itu sungguh licik"

__ADS_1


Dirman tidak menjawab langsung pertanyaan pak Sarif dan pandangan nya mengarah kan ke arah ketiga pembunuh bayaran tersebut


"siapa kalian , sudah berapa banyak kalian membunuh orang,, dari aroma tubuh kalian, aku menebak kalian sudah membunuh ratusan orang , atau bahkan lebih"ujar Dirman tenang ke arah mereka bertiga


pak Sarif yang mendengar ucapan Dirman langsung terkejut dan sekaligus amarah nya memuncak, dan juga para pembunuh bayaran seperti tersambar petir mendengar apa yang dikatakan Dirman , karena Dirman bisa mengetahui mereka sudah membunuh banyak orang


kemudian Dirman pun melanjutkan perkataannya sambil menatap ke arah api obor


"ketika api merasa diri nya hebat mampu membakar apapun yang ada di depan nya , Api tidak menyadari bahwa hujan akan turun yang akan membunuh nya, tetapi aku bukan lah air hujan tersebut , karena aku masih memberikan pilihan hidup untuk kalian, asalkan kalian berkata dengan jujur "jawab Dirman tenang pandangan nya merubah kearah mereka bertiga


kemudian pemimpin dari kelompok pembunuh bayaran tersebut berdiri dan bersujud ke arah Dirman


"tuan muda , katakan padaku, apa pengampunan untuk ku dan ke dua saudara ku, mereka adalah kedua adik angkat ku yang aku pungut dari jalanan dan mendidik mereka menjadi seorang pembunuh bayaran, aku melakukan ini karena pengalaman ku hanya sebagai mantan prajurit kesultanan Brawijaya dan untuk bertahan hidup aku hanya bisa melakukan pembunuhan"


"oh kesultanan Sanjung , bukan kah sudah hancur oleh generasi kesultanan Indojaya generasi ke 7 ,, sekarang sudah generasi ke 9 , aku tidak menyangka eksistensi kesultanan Sanjung masih ada"jawab Dirman menatap tajam ke arah orang dimana orang tersebut adalah eks prajurit kesultanan Sanjung


seperti ada sesuatu Dirman dengan kesultanan Sanjung


tiba-tiba Pak Sarif menyerang pemimpin pembunuh bayaran tersebut dengan tendangan kaki nya mengarah ke mantan prajurit kesultanan Sanjung , penyerangan pak Sarif dengan jarak begitu dekat membuat pemimpin itu terpental mundur kebelakang dan menabrak dinding tanah ruangan tersebut


"uhukkk"


pemimpin itu pun mengeluarkan seteguk darah dari mulut nya dan memegang dada nya akibat tendangan pak Sarif yang mengarah ke wilayah dada nya


kedua adik angkat pemimpin itu pun seperti menahan teriakan untuk tidak memanggil kakak angkat nya


"prajurit kesultanan Sanjung !! kalian semua harus mati !! , tidak peduli kalian siapa, kalian telah memperkosa istri ku dan membunuh nya dengan kejam !! aku tidak akan segan-segan !!" teriak pak Sarif marah dengan sinar mata yang tajam penuh kebencian Karena akibat prajurit kesultanan Sanjung lah istri nya meninggal


kemudian pak Sarif pun mencabut pedang yang tergantung di dinding ruangan tersebut , langsung berniat menyerang pemimpin itu sekuat tenaga


si pemimpin pembunuh bayaran tersebut terlihat pasrah saja tak melakukan perlawanan dan hanya terlihat memejamkan mata nya agar tidak merasakan ketakutan


kedua anak buah nya berdiri berniat melakukan perlawanan terhadap pak Sarif, karena bagaimanapun , kakak angkat mereka bagi mereka adalah segalanya , karena mereka telah di rawat oleh kakak angkat mereka

__ADS_1


bersambung


__ADS_2