
Malam sudah semakin larut jalanan sudah nampak sepi dari lalu lalang penduduk bumi, disebuah jalanan yang sepi itu tampak sebuah mobil mewah yang dikemudikan gadis cantik bernama Syafira Agizta Mahardika melaju dengan kecepatan normal. Waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 malam Ia baru saja pulang dari pesta ulang tahun teman kuliahnya , pestanya diadakan hingga larut malam membuatnya terpaksa masih berada di jalanan saat ini. Dengan perasaan takut dan cemas menyelimutinya Ia beusaha untuk tetap tenang, ponsel yang ada di dalam hand bag nya terus saja berbunyi Ia segera mengambilnya dan mengangkatnya dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya fokus dengan kemudinya.
"Hallo pa".
"Hallo nak, kamu dimana sekarang ?, kenapa kamu belum pulang juga?, Ini sudah jam berapa nak?, Cepat pulang papa khawatir banget sekarang". Pertanyaan beruntun dari ujung telfon yang ternyata adalah papa Syafira , Bima Mahardika.
"Iya pa, ini Fira lagi jalan pulang papa tidak usah khawatir".
"Ya sudah kalo begitu, kamu hati hati ya nak". Bima Mahardika menutup sambungan telefonnya.
Syafira meletakkan ponselnya di dashboard mobilnya, Ia kembali fokus ke jalanan yang ada di depannya, namun saat Ia melirik ke arah spion Ia melihat mobil hitam sedang mengikuti mobilnya, Ia segera menambah kecepatan laju mobilnya hingga terjadilah aksi kejar kejaran di jalanan yang sudah sangat sepi itu. Tubuh Fira mulai gemetar , keringat dingin terus keluar dari keningnya, wajahnya pucat pasi Ia terlihat sangat ketakutan. Doa doa keselamatan terus ia rapalkan dari bibir indahnya itu.
Setelah beberapa lama kejar-kejaran Fira membanting setir ke arah kiri memasuki, gang gang sempit yang sepertinya hanya muat untuk satu mobil saja, ia berharap bisa lepas dari para penjahat yang mengejarnya, namun naas gang itu benar-benar buntu Ia dan mobilnya terkepung dan para penjahat itu terlihat sudah turun dari mobilnya dan hendak menghampiri Fira yang masih berada di dalam mobil.
Para penjahat itu terdiri dari dua orang dengan perawakan besar yang menakutkan, berpakaian serba hitam dan memakai kaca mata hitam, mereka sudah berdiri di depan pintu mobil Fira, menggedor gedor kaca mobil meminta Fira keluar dari mobilnya.
Sedangkan ia masih meringkuk ketakutan di dalam mobilnya. Ia tidak tahu harus berbuat apa, ia benar-benar tidak punya kekuatan untuk melawan , air mata turun deras begitu saja di pipinya. Para penjahat itu terus saja menggedor kaca mobil dan mengancam akan memecahkannya.
"Ya Tuhan tolong aku, aku harus apa". Gumam Fira dengan suara bergetar karena menangis.
"Buka pintunya cepat!!!.,kalau tidak akan kami pecahkan kaca mobil ini dan menyeretmu paksa!!". Ancam salah satu penjahat itu setengah berteriak.
"Aku harus lari dari sini, iya aku harus lari dari sini". Gumam Fira sambil melepaskan high hells nya dan menentengnya dengan tangan kanannya.
Syafira membuka mobilnya dengan kencang hingga salah satu penjahat itu tersungkur kebelakang. ia segera keluar dari mobilnya dan memukul penjahat yang satunya dengan menggunakan high hells yang Ia tenteng.
Berkali kali ia memukulnya dan langsung lari secepat kilat meninggalkan penjahat itu dan mobilnya. Fira berlari menuju keluar gang mencari jalan Raya berharap bisa menemukan mobil atau taksi atau apapun itu yang bisa ia tumpangi.
Penjahat itu terus mengejar Fira hingga akhirnya Fira menemukan Jalan Raya dan hendak menyebranginya namun bertepatan dengan itu ada sebuah motor Ninja H2 Carbon melaju menuju arah Syafira sontak membuat Syafira mencoba menghentikan motor itu dengan merentangkan tangannya di jalan Raya menghadang motor tersebut.
Ciiiiiiiittttttt...!!!!!
Pengendara motor mengerem mendadak , terkejut dengan aksi gadis yang ada di depannya.
"Kau sudah gila ya. !!". Teriak pengendara motor itu yang tak lain adalah Zigar Delvian Bachtiar.
"Tolong ..tolong ..tolong bawa aku pergi dari sini, aku mohon". Ucap Fira dengan nada bergetar dan terus menengok ke belakang ke arah penjahat yang mengejarnya.
"Apa maksudmu?". Zigar tidak mengerti dengan maksud Fira, Ia hanya menatap tajam gadis yang ada di depannya itu. Gadis yang memakai gaun selutut berwarna pink dengan air mata yang terus membanjiri wajahnya.
Para penjahat itu sudah dekat dengan Fira dan Zigar , namun Zigar masih belum mengerti dengan apa yang terjadi di depan matanya.
Melihat Zigar yang masih setia duduk di atas motornya Fira memutuskan untuk kembali berlari menghindari para penjahat itu. Namun ia kalah cepat para penjahat itu berhasil menangkapnya.
Melihat kejadian di depan matanya Zigar baru paham dengan apa yang terjadi , ia segera turun dari motornya dan memberikan pelajaran pada para penjahat itu.
"Heiii, Lepaskan gadis itu". Teriak Zigar kepada para penjahat yang sedang mencengkeram lengan Nabila dan hendak membawanya pergi.
"Kamu siapa?, Jangan ikut campur urusan kami.!!". Teriak salah satu penjahat dengan senyuman sinis.
Tak membuang waktu lagi Zigar segera menghajar para penjahat itu hingga babak belur, Fira yang menyaksikan itu semua hanya menangis sesenggukan. Zigar segera menarik tangan Syafira dan berjalan menuju motornya, menyuruhnya Fira untuk ikut dengannya.
"Kamu pakai ini". Zigar melepaskan jaketnya dan memakaikannya pada Fira. Kemudian ia berjalan menuju motornya.
"Ayo naik". Ucap Zigar yang masih melihat Fira enggan menaiki motornya. Syafira memang sangat ketakutan dengan para penjahat itu namun ia juga tipe orang yang tidak gampang percaya dengan orang asing walaupun orang asing itu sudah menolongnya. Bisa saja ada maksud jahat lain itu pikirnya.
"Ayo cepat naik". Zigar mengulangi ucapannya, Syafira tidak memiliki pilihan lain akhirnya Syafira menaiki motor Zigar , Zigar pun segera melajukan motornya dengan kecepatan tinggi meninggalkan para penjahat itu.
Fira reflek memeluk perut Zigar karena Ia sangat ketakutan dengan apa yang baru saja ia alami, menyandarkan kepalanya di punggung Zigar.
"Sudah jangan menangis lagi kamu sudah aman". Ucap Zigar sambil memegang erat tangan Syafira yang melingkar diperutnya, hal itu sontak membuat Fiira melepaskan pelukannya ia baru sadar kalau ternyata Ia sudah memeluk pria asing itu cukup lama. Zigar pun menarik kembali tangan Fira untuk tetap memeluknya.
Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah rumah kos-kosan, Zigar menghentikan motornya dan memarkirkannya di halaman rumah tersebut.
"Ayo masuk". Zigar menggeser pagar rumah tersebut dan meuntun motornya, memarkirkan di tempat parkir motor yang ada di halaman rumah kosnya itu.
"I..ini rumah si siapa?". Fira terlihat ketakutan saat menatap Zigar.
"Kamu ngga usah takut ini adalah tempat kosku, ayo masuk dulu. Aku bukan orang jahat kamu tenang aja". Zigar tersenyum menatap Fira yang terlihat sangat ketakutan menatapnya.
__ADS_1
"Ayo". Zigar menarik lembut tangan Syafira untuk mengikutinya menuju kamar kosnya. Fira hanya mengikuti nya dari belakang dan melepaskan tangannya dari genggaman Zigar.
"Maaf". Zigar melihat Syafira yang sepertinya sangat takut dengan dirinya yang merupakan orang asing bagi Fira.
"Kamar kosku ada dilantai atas". Zigar menunjuk lantai atas. Rumah kos itu memang seperti rumah biasa yang dijadikan kos-kosan laki-laki, ada 4 kamar di rumah itu, dua kamar di lantai bawah , dua kamar di lantai atas. Ada ruang tamu untuk tempat menerima tamu namun jarang digunakan karena semua anak kos disini membwa tamunya langsung ke kamar mereka, maklum saja itu kos kosan laki laki dan sangat bebas , tidak jarang Zigar melihat teman teman kos nya membawa teman wanitanya menginap disana, ada satu ruangan lagi yaitu ruang tv yang berada dekat dapur, di ruang tv itulah biasanya anak anak kos berkumpul sambil main gitar, atau hanya sekedar mengobrol.
Fira melihat sekeliling rumah itu, perasaan takut dan was was masih menghantui dirinya, ia takut pria yang menolongnya itu justru akan berbuat jahat kepadanya.
Apa lagi ia mencium bau alkohol yang menyengat dari tubuh Zigar. Fira mengernyitkan hidungnya dan berusaha menutupnya agar tidak mencium bau alkohol dari tubuh Zigar. Setelah sampai di depan kamar Zigar segera membuka pintu dan mengajak Fira ikut masuk.
"Ayo masuk, Maaf, tadi aku habis minum aku akan membersihkan diriku dulu, kamu silahkan istirahat dulu". Zigar mengambilkan minum untuk Fira dan berlalu menuju kamar mandi yang ada sudut kamarnya.
Fira melihat lihat sekeliling kamar kos itu, kamar yang kecil dan sempit namun terlihat sangat rapi , semua barang-barang dan perabotan disana tertata dengan rapi, banyak foto foto Zigar dengan seorang perempuan yang menempel di dindingnya, namun Fira memilih untuk tidak mau tau dengan apa yang ada di depannya, ia hanya ingin segera istirahat karena badannya sudah terasa lelah.
Tak lama Zigar keluar dari kamar mandi dengan memakai kaos oblong dan celana boxer dan handuk putih yang masih melingkar di lehernya.
"Kamu bersihkan aja dulu badan mu, biar nanti aku pesankan makanan buat kamu". Zigar mengambil ponselnya yang Ia letakan di atas nakas dan memulai memesan makanan secara online. Zigar melirik ke arah Fira yang sepertinya sedang kebingungan.
"Oiya aku lupa, kamu ambil handuk baru dan sikat gigi baru di dalam lemari itu sama bajuku yang sekiranya cocok untuk kamu pakai". Zigar menunjuk lemari yang ada di samping meja televisi. Fira hanya menganggukkan kepalanya kemudian bergegas mengambil apa yang Zigar maksud di lemarinya dan berlalu menuju kamar mandi.
Zigar terlihat sedang duduk di depan televisi dengan televisi yang menyala namun tak dilihatnya, ia hanya sibuk memainkan ponsel yang ada di tangannya. Fira keluar dari kamar mandi dengan memakai kaos milik Zigar dan celana boxer.
"Kamu udah selesai?". Zigar menatap Fira yang baru saja keluar dari kamar mandi. Syafira hanya menganggukkan kepalanya.
"Sebentar ya, aku turun dulu yang nganter orderan kita udah sampai". Zigar beranjak dari duduknya hendak menemui pengantar makanan yang ia pesan.
Tak berapa lama Zigar kembali dengan membawa dua kotak makan yang berisi Nasi+ayam bakar beserta sambal dan lalapannya, dan dua es teh manis. Zigar kembali duduk di sofa depan televisi dan memberikan satu porsi makanan beserta minumnya kepada Syafira yang duduk di sampingnya.
"Kamu makanlah dulu, setelah itu baru istirahat". Ucap Zigar sambil memberikan makanannya kepada Fira yang hanya di balas anggukan oleh Fira.
Mereka berdua menghabiskan makanan mereka dalam diam, Fira masih enggan untuk berbicara dengan Zigar . Ia masih merasa was-was kepadanya , ia takut Zigar akan berbuat jahat kepadanya. Setelah selesai makan Zigar mengambilkan selimut dari dalam lemari dan memberikannya kepada Fira.
"Sekarang kamu tidurlah ini sudah hampir pagi, dan pakailah selimut ini, biar aku tidur di bawah di depan ruang tv". Zigar memberikan selimut kepada Fira.
"Terimakasih". Fira menerima selimut yang di berikan Zigar.
"Pintunya aku kunci dari luar ya, kalau kamu mau keluar ada kunci satu lagi di atas nakas itu". Zigar menunjuk nakas yang berada disamping kasur. Fira menganggukan kepalanya.
Matahari sudah mulai muncul bersiap menyambut para penduduk bumi untuk mengawali hari, sinarnya yang menghangatkan menyelinap masuk melalui celah jendela kamar Zigar yang ditempati Syafira, membuat Ia terusik dari mimpi indahnya Ia kembali menutup tubuhnya dengan selimut berharap bisa kembali terpejam menjelajah alam mimpinya.
Namun perutnya berirama membuat sang empunya tidak bisa melanjutkan mimpinya. ia beranjak dari tempat tidur dan segera membersihkan diri dikamar mandi.
Ia berniat menghampiri Zigar yang tidur di bawah namun ia mengurungkannya karena takut mengganggu istirahat Zigar. Tapi cacing cacing di dalam perutnya tidak bisa diajak kompromi mereka terus saja berorasi minta makan, akhirnya Syafira memberanikan diri turun kebawah dan membangunkan Zigar.
Dilihatnya Zigar sedang tidur sangat pulas, Syafira hendak kembali keatas namun Ia ingat kalau Ia belum memberi kabar kepada Ayahnya yang saat ini pasti sedang sangat khawatir.
Tas , ponsel, serta dompetnya tertinggal di mobil jadi Ia terpaksa harus meminjam ponsel Zigar untuk menghubungi Ayahnya.
Fira mulai menggoyang goyangkan tubuh Zigar agar pria itu terbangun. Benar saja tak butuh waktu lama Zigar sudah membuka matanya.
"Heii, kamu udah bangun?, Ada apa?". Zigar bangun dari posisi tidurnya dan duduk menghadap Syafira.
"A..aku boleh pinjam ponselmu?, Aku mau ngabarin papaku". Ucap Fira sambil menundukkan kepalanya.
"Ponselku aku charge dikamar, kamu pakai saja, aku akan cari sarapan dulu pasti kamu lapar ". Zigar tersenyum tipis.
"Kamu tidak mandi dulu?". Tanya Syafira yang membuat Zigar sedikit menahan malu.
"Apa penampilanku sangat buruk?". Ucap Zigar menahan malu. Fira hanya tersenyum kikuk.
"Ya sudah kalau begitu aku mandi dulu". Zigar menaiki tangga menuju kamarnya dan Syafira mengekornya di belakang.
Sesampainya dikamar Zigar memberikan ponselnya kepada Syafira.
"Kamu pakai aja". Zigar memberikan ponselnya kepada Syafira.
"Terimakasih". Fira mengulum senyum.
__ADS_1
Zigar mengambil handuk dan baju ganti lalu ia masuk ke kamar mandi, Fira mencoba menghubungi ayahnya dan memberi kabar bahwa dia baik-baik saja.
"Hallo pa, Ini Fira".
"Hallo nak, kamu kemana aja kenapa belum pulang juga, kamu tidur dimana semalam?". Suara Tuan Bima terdengar panik diseberang sana.
"Papa tidak usah khawatir Fira baik baik saja pa, Fira nginep dirumah temen karena semalam Fira dikejar kejar orang jahat pa".
"Ya Tuhan, tapi kamu baik baik saja kan nak?".
"Iya pa, papa ngga usah cemas tapi untuk sementara Fira belum bisa pulang dulu takut penjahat yang semalam masih incar Fira kalau Fira pulang".
"Pulang lah nak, nanti biar papa sewa pengawal buat kamu".
"Tidak usah pa, nanti Fira akan sering sering kabarin papa, oiya pa mobilnya Fira tinggal dijalan, nanti papa suruh orang aja buat ambil".
"Orang suruhan papa udah bawa mobil kamu pulang subuh tadi, papa sangat khawatir sama kamu nak, apa bener kamu ngga mau pulang dulu?".
"Iya pa, Fira rasa Fira aman disini. Tapi papa bisa ngga transferin uang buat Fira . Fira ngga enak ngrepotin temen Fira terus".
"Itu masalah gampang sayang, kamu kirim saja nomer rekening temen kamu".
"Ya udah nanti Fira kirim ke papa nomer rekening temen Fira, udah dulu ya pa nanti Fira telfon papa lagi, Bye".
"Ya sudah kamu jaga diri ya nak, hati-hati".
Sambungan telefon berakhir.
Zigar keluar dari kamar mandi dengan memakai celana jeans hitam dan kemeja warna hitam. Fira terlihat canggung saat pandangan mereka bertemu. Fira menyerahkan ponsel milik Zigar.
"Ini ponselmu, makasi banyak ya".
"Sama sama".
"Oiya, a.. aku masih boleh nginep disini ngga?, Aku takut para penjahat itu masih mengincarku, paling ngga satu minggu aja". Ucap Fira terbata sambil menundukkan kepalanya ia merasa malu untuk menatap wajah Zigar.
"Boleh kalau kamu mau, tapi sebelumnya maaf kosanku seperti ini keadaannya , maaf atas ketidaknyamanannya" . Zigar menatap Fira.
"Ngga masalah yang penting sekarang aku aman disini, aku boleh minta nomer rekeningmu?, Papaku mau memgirimku uang".
"Untuk apa?". Tanya Zigar terkejut dengan aksinya.
"Untuk keperluanku , aku juga ingin beli hp biar bisa hubungi papaku".
"Sebentar". Zigar menuju rak buku kecil yang ada ditempat tidur, mengambil secarik kertas dan pena. Menuliskan nomer rekeningnya disana.
"Ini nomer rekeningku". Memberikan secarik kertas yang bertuliskan nomer rekeningnya.
"Makasi ya".
"Sama sama, aku tinggal beli sarapan sebentar ya, deket kok cuma diujung gang situ".
"Hey..". Syafira menghentikan langkah Zigar yang sudah berada di luar kamar kosnya.
"Namaku Egar Delvian, kita sampai lupa berkenalan ya". Zigar menghentikan langkahnya , mengulurkan tangan sembari tersenyum. Ia sengaja menyembunyikan identitas aslinya, karena Ia tidak mau sampai ada yang tahu keberadaannya.
"Syafira Agizta Mahardika, panggil aja Fira". Fira menjabat tangan Zigar dan tersenyum tipis.
"Aku tadi cuma mau bilang hati-hati". Fira merasa kikuk sendiri dengan tingkahnya. Zigar hanya tersenyum kemudian berlalu meninggalkan kamarnya.
Setelah 20 menit berlalu Zigar kembali dengan membawa 2 bungkus Nasi beserta lauknya. Merekapun segera menyantapnya dengan khidmat, tidak terdengar suara yang keluar dari mulut mereka. Selesai makan Fira membereskan bekas makan mereka dan mencuci piringnya didapur kecil yang berada disudut kamar kos.
"Fir, transferan dari papa kamu udah masuk nih, kapan mau diambil?". Zigar menghampiri Fira yang sedang mencuci piring.
"Sekarang aja deh, kamu bisa mengantarku tidak?, Aku mau beli ponsel sama beli beberapa baju buat seminggu kedepan". Fira menoleh ke arah Zigar yang berdiri di bekakangnya.
"Ya sudah aku sia siap dulu ya". Zigar mengambil jaket dari dalam lemari lalu memakainya dengan cepat.
Fira memakai gaun yang semalam , karena tidak mungkin pergi ke mall tapi pakai boxer pikirnya.
__ADS_1
"Sudah siap?". Zigar membenarkan jaket yang Ia kenakan. Fira mengangguk.