Cinta Untuk Nona Muda

Cinta Untuk Nona Muda
Episode 6, Es krim


__ADS_3

Mobil yang di kemudikan Zigar memasuki pelataran rumah Fira setelah salah satu satpam membukakan pagar besi yang menjulang tinggi itu.


Beberapa satpam terperangah saat melihat mobil tuannya itu terlihat kaca jendela mobil bagian penumpang pecah hanya menyisakan pecahan pecahan kaca yang masih bertebaran disetiap sisi jendela mobil.


Zigar memarkirkan mobilnya dengan sempurna dia area parkir yang begitu luas di samping pintu utama.


Zigar dengan cepat keluar dari mobil dan berlari kecil untuk membukakan pintu untuk nonanya.


"Terimakasih". Fira tersenyum sesaat setelah kakinya menapaki pelataran rumah.


"Fir, sebaiknya kamu istirahat saja, atau kamu mau sesuatu?". Tanya Zigar setelah dirinya dan Fira telah memasuki rumah.


"Mmmm aku mau makan es krim sampe puas gar, apa kamu mau mengantarku ke toko es krim yang berada di ujung komplek perumahan ini?". Tutur Fira sambil membayangkan nikmatnya makan es krim di saat mood buruk seperti sekarang ini.


"Aku akan belikan es krimnya kamu sebaiknya tunggu dirumah saja ya". Bujuk Zigar, bagaimanapun juga mereka baru saja mengalami insiden buruk, dan Zigar takut jika para penjahat itu masih mengincarnya saat ini.


"Aku ngga mau gar". Fira mencebikkan bibirnya.


"Fir istirahatlah saja dulu biar aku yang belikan es krimnya, aku takut para penjahat itu masih mengincar kita sekarang". Tutur Zigar.


"Baiklah". Fira mengangguk pasrah.


"Ya sudah, aku pergi dulu ya Fir kamu hati hati di rumah". Zigar mengulum senyum.


"Iya sudah sana cepat, aku sudah tidak sabar memakan es krimnya". Fira mencecap bibirnya dan menelan salivanya berkali kali membuat Zigar terkekeh.


Setelah Zigar keluar dari rumahnya, Fira memutuskan untuk naik ke atas, beristirahat di kamarnya tak lupa ia mengabari papanya memberitahu insiden menegangkan tadi pagi.


Sementara Zigar pergi membeli es krim di toko es krim yang ada di ujung komplek perumahan elite tempat tinggal Fira.


Sebuah kedai es krim kekinian yang cukup ramai pengunjungnya, selain tempatnya yang nyaman dan instragramable semua menu es krim yang dijual disana juga terkenal sangat enak.


Zigar memarkirkan motornya, ya dia memakai motornya karena mobil Fira masih belum di perbaiki pasca insiden mengerikan tadi pagi.


Zigar memasuki kedai yang di padati oleh anak anak muda itu, Zigar segera memesan beberapa menu es krim yang ada disana seperti choco berry celebration es krim vanila yang berisi potongan buah strawbery segar, wafer, sereal dan puding, selain choco berry celebration ia juga memesan semangkok gelato dengan 4 varian rasa, dan gelato tiramusu, serta cake es krim.


Sayup sayup Zigar mendengar suara yang tak asing di telinganya, selagi menunggu pesanan take awaynya siap manik Zigar menyapu ruangan mencari cari suara yang memang tak asing di telinganya.

__ADS_1


Zigar begitu tekesiap saat netranya menangkap sosok yang iya kenal, Vero kekasih nona mudanya. Pria itu terlihat sedang duduk dengan seorang wanita sambil memakan es krim.


Zigar mengamati keduanya dari jauh, menatap tajam bak seekor elang yang sedang mengincar buruannya.


Vero tampak menggenggam tangan wanita itu dan menciumnya, tentu saja hal itu membuat Zigar geram itu artinya pria itu sudah selingkuh di belakang nonanya.


Rahang Zigar mengetat, giginya gemelutuk menahan amarahnya, kedua tangannya mengepal kuat ingin sekali Zigar menghabisi pria itu namun ia tahu ini bukanlah waktu dan tempat yang tepat.


Setelah seorang pelayan memberikan pesanan Zigar dirinya segera mengambil pesanan miliknya dan menyimpannya di motor miliknya, ia gantungkan beberapa kantong plastik itu di stang motornya, lalu ia segera kembali menemui Vero.


Zigar menggebrak meja yang diduduki Vero dengan sangat kuat hingga semua pengunjung yang ada disana mengalihkan attensinya kepada Zigar.


BRAAAKK!!!


"Jadi begini kelakuanmu tuan?, Kau selingkuh di belakang nona Fira!". Seru Zigar dengan tatapan membunuh ia tujukan kepada Vero.


Pria itu gelagapan seperti seorang maling yang ketahuan sedang mencuri.


"Orang sepertimu tidak pantas dicintai oleh nona Fira!". Serunya lagi.


"Cihh, apa urusanmu ikut campur dengan hubunganku dan Fira!". Seru Vero tak mau kalah.


Zigar melayangkan satu pukulan tepat mengenai rahang tegas Vero hingga wajah pria itu terpalingkan dan mengeluarkan darah segar disudut bibirnya.


"Jangan pernah dekati lagi nona Fira!". Seru Zigar penuh penekanan sambil menunjuk tegas wajah Vero.


Zigar bergegas keluar dari kedai es krim tak menghiraukan Vero yang tak hentinya mengumpatinya.


Sepanjang perjalanan pulang ke kediaman FiraMahardika menimbang nimbang apakah dirinya akan menceritakan apa yang dilihatnya di kedai tadi atau tidak, Zigar benar benar dilema ia ingin sekali menceritakan perselingkuhan Vero kepada Fira namun ia juga berpikir jika ia menceritakannya tentu akan membuat Fira sakit hati, dan Zigar tidak mau itu terjadi.


Beberapa menit kemudian Zigar telah sampai di kediaman Fira, dengan berat hati akhirnya Zigar memutuskan untuk tidak menceritakan perselingkuhan Vero, ia takut jika Fira akan sangat terpukul akan hal ini.


Setelah memarkirkan motornya Zigar berjalan dengan gontai menaiki tangga menuju kamar Fira.


"Fir...ini aku Egar!". Seru Zigar dari balik pintu kamar Fira.


Tak berapa lama Fira membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


Gadis itu tersenyum, wajahnya berbinar saat melihat Zigar membawa beberapa kantung plastik yang ia yakini itu berisi es krim.


"Kamu beli banyak es krim gar?". Tanya Fira sambil meraih beberapa kantong plastik itu.


"Iya Fir, kamu bilang kamu mau makan es krim sampai puas, sekarang makanlah aku membelinya banyak". Zigar tersenyum manis, ada rasa bahagia melihat senyum di wajah Fira.


"Baiklah ayo kita makan!". Seru Fira sambil menggandeng lengan Zigar setelah sebelumnya menutup pintu kamar terlebih dahulu.


Fira dan Zigar berjalan menuruni tangga, mereka memutuskan memakan es krim sambil menikmati pemandangan halaman belakang rumah Fira.


Fira dan Zigar duduk di sebuah gazebo berwarna coklat tua yang terbuat dari kayu jati, memakan es krim sambil menikmati indahnya bunga bunga yang bermekaran disana, wangi bunganya pun bisa tercium oleh indera penciuman mereka.


Rumput nan hijau yang membentang terlihat terawat dengan baik, serta pepohonan dan tanam tanaman pun terlihat begitu terawat.


"Fir boleh aku tanya sesuatu?". Tanya Zigar sambil menikmati semangkuk es krimnya, sebenarnya dia menolak memakan es krim yang sengaja ia belikan untuk Fira namun gadis itu memaksanya mau tak mau Zigar pun menikmati es krim itu.


"Apa?". Ucap Fira sambil memasukkan suapan kecil es krim ke dalam mulutnya.


"Kamu sama Vero sudah lama pacaran?".


"Sudah 2 tahun, kenapa kamu tiba tiba tanya seperti itu?".


"Apa kamu mencintainya?".


"Tentu Egar dia pacarku, kalau aku tidak mencintainya mungkin aku tidaka akan menjadikannya pacar".


Memang betul juga yang dikatakan Fira, sudah pasti gadis itu mencintainya mengingat mereka sudah menjalin hubungan selama dua tahun.


"Kenapa, kamu tiba tiba menanyakan hal itu?". Tanya Fira penuh selidik.


"Tidak ada Fir, aku cuma lihat kalau kamu sangat mencintainya". Kilah Zigar.


"Memangnya begitu terlihat ya?, Ah aku jadi malu".


Zigar tersenyum tipis.


"Kasian kamu Fir, kamu sudah mencintai orang yang salah". Batin Zigar.

__ADS_1


Fira dan Zigar berbincang bincang sambil memakan es krim mereka, mereka terlihat begitu akrab bahkan tidak terlihat seperti atasan dan bawahan namun lebih terlihat seperti teman dekat.


__ADS_2