Cinta Untuk Nona Muda

Cinta Untuk Nona Muda
Episode5 Perkenalan


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Fira pergi ke kampus bersama dengan bodyguard barunya, Fira nampak duduk di belakang kemudi memperhatikan Zigar yang tengah fokus menjalankan mobil tuannya itu.


"Maaf nona apa anda butuh sesuatu?". Tanya Zigar yang menatap Fira dari spion dalam mobil, menampakkan wajah Fira yang tengah memperhatikannya.


"Tidak". Jawabnya singkat.


"Kenapa dia jadi seperti orang asing begitu, bukankah sebelum ini kita sudah dekat layaknya teman, tapi kenapa setelah dia resmi jadi bodyguard jadi seperti menjaga jarak denganku". Batin Fira tatapan matanya masih fokus memperhatikan Zigar yang sedang mengemudi.


Setelah Zigar resmi menjadi bodyguard Fira , ia memang sedikit menjaga jarak dengan nona mudanya itu. Karena ia hanya ingin bekerja secara profesional , bekerja dengan baik, bukankah sudah sewajarnya seorang bawahan menjaga jarak dengan atasannya, karena ingin menghargai dan menghormatinya.


Bukan hanya itu Zigar juga seperti sedang mendalami tokoh seorang bodyguard, tatapannya menjadi dingin dan tak banyak berbicara, wajahnya yang tampak tanpa ekspresi hanya sesekali ia mengedipkan matanya memberikan tanda bahwa masih ada kehidupan disana, bukankah memang seperti itu sikap bodyguard pikirnya. Tentu saja hal itu membuat Fira semakin kesal.


Mobil yang Ia kemudikan kini sudah memasuki pelataran kampus, Zigar menepikan mobilnya di tempat yang kosong di area parkir. Lalu bergegas membukakan pintu nona mudanya.


"Silahkan nona". Ucapnya.


"Terimakasih". Sahut Fira dengan senyuman mengembang.


Fira berjalan menyusuri setiap lorong kampus menuju kelasnya, diikuti Zigar di belakangnya, hal ini membuat Fira menjadi pusat perhatian banyak orang terutama kaum hawa yang heboh berteriak histeris melihat ketampanan Zigar , laki laki itu memang tidak memakai pakaian layaknya bodyguard, ia justru memakai pakaian yang fashionable membuatnya terlihat semakin tampan dan berkharisma.


Setelah berjalan cukup lama tiba tiba Fira dikejutkan dengan suara nyaring ketiga sahabatnya yang memekik gendang telinganya.


Mereka adalah Viona, Selly dan Rea sahabat Fira sejak awal masuk kuliah hingga saat ini.


"Fira...!!!". Teriak ketiga gadis itu dengan hebohnya lari dan memeluk Fira.


Fira memegang telinganya karena suara ketiga gadis itu menyakiti gendang telinganya.


"Kemana saja kamu Fir, 3 hari tidak masuk kuliah?". Tanya Rea sambil melingkarkan tangannya di pinggang Fira.


"Iya kita semua kangen sama kamu". Sahut Selly sambil mengipas ngipas wajahnya dengan kipas syantik yang Ia pegang, Selly ini anaknya memang agak centil di banding yang lainnya.


"Aku tidak kemana mana, hanya malas saja ke kampus". Jawab Fira dengan sedikit terkekeh.


"Eh Fir, cowok itu siapa?". Tanya Viona dengan tatapan penuh selidik saat menyadari kehadiran Zigar yang tidak jauh dari Fira hanya berjarak 3 meter saja.


Selly dan Rea begitu terpana melihat ketampanan Zigar begitu juga dengan Viona.


Glekk...


ketiga gadis itu menelan salivanya menatap Zigar tanpa berkedip.


"Woii, kalian kenapa?!". Fira melambaikan tangan tepat di depan wajah ketiga sahabanya itu.


"Fira, dia siapa kenalin dong". Selly merengek sambil menarik narik baju Fira selayaknya anak kecil yang minta dibelikan permen.


"Egar kemarilah". Fira menjentikan jarinya menyuruh Zigar mendekat ke arahnya.


Zigar berjalan mendekati Fira dan ketiga sahabatnya itu.


"Iya nona". Zigar menganggukkan kepalanya saat Ia telah berada dekat dengan Fira.


"Kenalkan ini sahabat sahabatku". Ucap Fira sambil melirik ke arah tiga gadis yang ada di depannya.


"Haii, aku Selly sahabatnya Fira". Selly menjulurkan tangannya dengan genitnya.

__ADS_1


"Kenalkan saya Egar". Ucap Zigar singkat ada senyuman tipis menghiasi wajah laki laki itu membuat ketiga gadis itu semakin heboh.


"Kenalkan aku Viona". Viona dengan cepat melepaskan tangan Selly dan Egar yang masih bertautan, membuat Selly mengerucutkan bibirnya sambil mengipas wajahnya.


"Saya Egar". Zigar kembali tersenyum simpul menjabat tangan Viona, membaut gadis itu tak berkedip dibuatnya.


"Aku Rea sahabatnya Fira juga". Rea tak mau kalah dengan kedua sahabatnya itu.


"Saya Egar". Ucap Zigar tak lupa dengan senyum manisnya.


Setelah berkenalan Zigar menjauhkan tubuhnya mundur beberapa meter dari keempat gadis itu.


"Fir, kamu belum menjawab pertanyaan kita Egar itu siapa kamu?, Kok dia panggil kamu Nona?". Tanya Viona sambil mendudukkan tubuhnya di kursi taman yang ada di setiap sudut taman kampus.


"Iya Fir, dia siapa. Aku mau lah jadi pacarnya ?". Timpal Selly sambil kipas kipas wajahnya dengan senyuman merekah.


"Dia itu bodyguardku". Ucap Fira dengan nada sedikit berbisik.


"Hah???!". Mata ketiga gadis itu membeliak seakan tak percaya dengan apa yang baru saja Fira katakan, detik berikutnya mereka menatap Zigar bersamaan dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Yang benar saja kamu Fir, laki laki setampan itu kamu jadikan bodyguard". Ucap Selly tak percaya.


"Iya, mending juga jadi pacar aku". Sahut Viona.


"Iya memang dia bodyguardku, tapi tolong ya kalian jaga rahasia ini aku tidak mau orang orang malah berpikiran yang tidak tidak karena aku pakai jasa bodyguard, jadi tolong kalau ada yang tanya bilang saja dia sepupuku". Pungkas Fira.


"Tapi kenapa kamu pakai jasa bodyguard Fir?, Bukankah kamu sendiri yang tidak pernah mau papa mu menyewa jasa bodyguard?". Tanya Rea.


Fira pun menceritakan alasannya menjadikan Zigar bodyguardnya, ketiga gadis itu dengan seksama mendengarkan cerita Fira.


Fira telah meyelesaikan kuliahnya hari ini, kini Ia akan kembali pulang kerumahnya. Zigar sejak tadi mengikutinya sembari tetap waspada dengan keadaan sekitar.


ia harus benar benar menjaga nona mudanya dengan sangat baik.


Kini mereka telah berada di dalam mobil menuju rumah, namun tiba tiba ponsel Fira berdering ada panggilan video call masuk dari kekasihnya Vero kakak dari Viona sahabat Fira.


"Haii honey, kamu dimana?". Nampak wajah Vero di layar ponsel Fira.


"Aku lagi di jalan pulang, kenapa?". Tanya Fira.


"Mau lunch bareng aku?". Tanya Vero.


"Memangnya kamu tidak kerja?".


"Aku kerja, tapi aku kangen sama kamu honey".


"Kita lunch di restoran cepat saji dekat kantorku saja, mau tidak?". Sambungnya.


"Baiklah, kita ketemu disana". Ucap Fira sebelum menutup sambungan video callnya.


Fira memasukkan ponselnya kembali kedalam tas yang ada di pangkuannya.


"Egar". Fira menepuk bahu Zigar hingga pria itu menatap spion yang ada di dalam mobil.


"Iya nona, ada apa?". Zigar menatap Fira dari pantulan spion dalam mobil.

__ADS_1


"Kita mampir makan siang dulu di Restoran xxx yang ada di Jalan Hasanudin". Ucapnya.


"Baik nona". Zigar menganggukkan kepalanya.


Setelah 30 menit perjalanan Fira sampai di Restoran xxx dan segera masuk ke dalamnya, ternyata Vero sudah menunggu kedatangannya di sana.


Pemuda tampan dengan setelan jas yang membalutnya sedang duduk sambil menatap Fira yang hendak menghampirinya.


"Haii honey, aku kangen sama kamu". Vero mencium pipi kanan dan kiri Fira lalu menarik kursi untuk Fira duduk.


Tatapan Vero berhenti pada Zigar yang tengah berdiri tegap yang tak jauh dari meja mereka.


"Honey, siapa laki laki itu?, Kenapa dia bisa datang bersamamu?". Tanyanya.


"Dia bodyguardku yang semalam aku ceritakan, nggs apa anggap saja dia ngga ada". Ucap Fira sambil membolak balik buku menu yang ada di hadapannya.


Vero menatap Zigar dengan tatapan tak ramah, Zigar yang menyadari hal itu hanya tersenyum simpul lalu kembali dengan ekspresi dinginnya.


"Egar kemarilah". Fira menjentikkan jarinya menyuruh Zigar mendekat.


Zigar berjalan menuju meja Fira lalu sedikit menundukkan tubuhnya memberi hormat.


"Kenalkan ini Vero kekasihku". Ucap Fira sambil menatap Zigar dan Vero secara bergantian.


"Kenalkan saya Egar". Zigar mengulurkan tangannya.


"Vero". Vero meraih tangan Zigar dengan malas.


"Egar kamu pesan makan juga ya, dan makan lah dulu". Fira menoleh kebelakang menatap Zigar.


"Tidak usah nona, biar nanti saja". Tolaknya.


"Ayolah, jangan sampai kamu tidak ikut makan nanti kamu kelaparan". Ucapnya lagi.


"Honey, sudahlah kalau memang dia ngga mau jangan dipaksa". Vero meraih tangan Fira yang ada di atas meja.


"Tapi dia juga harus makan Ver". Vero membuang nafasnya kasar mendengar jawaban Fira.


"Kenapa kamu perhatian sekali sama dia". Vero berdecak kesal.


"Astaga, kamu cemburu?". Kening Fira berkerut menatap Vero yang terlihat kesal.


"Ver, aku cuma menawarkan dia makan kenapa kamu cemburu sihh". Fira tersenyum.


Setelah melewati perdebatan yang cukup panjang akhirnya Fira memesankan juga makanan untuk Zigar, dan terpaksa laki laki itu memakannya di meja belakang meja Fira dan Vero dengan pandangan yang sesekali mempethatikan Fira dan keadaan sekitarnya, Ia harus tetap waspada dalam kondisi apapun, ia hanya ingin menjalankan tugasnya sebagai bodyguard dengan baik.


Setelah selesai makan siang, mereka keluar dari restoran dan berjalan menuju parkiran mobil, sebelum Vero menuju mobilnya ia mengantarkan Fira lebih dulu masuk ke dalam mobilnya.


"Kamu hati hati ya honey". Vero mendaratkan kecupan singkat di puncak kepala Fira.


Dengan sigap Zigar membukakan pintu untuk Fira, lalu Fira masuk dan Zigar kembali menutupnya.


"Permisi tuan, saya pamit dulu". Zigar sedikit membungkukkan badannya memberi hormat kepada kekasih nona mudanya itu.


"Kau jaga baik baik kekasihku!!, awas saja kau macam macam dengannya"!!. Ucap Vero penuh ancaman sambil menatap Zigar penuh kebencian, kemudian Ia berlalu meninggalkan Zigar.

__ADS_1


__ADS_2