Cinta Untuk Nona Muda

Cinta Untuk Nona Muda
Episode 4 Resmi jadi bodyguard


__ADS_3

Ayam jago terdengar bersautan memberikan semangat para penduduk bumi untuk mengawali hari di pagi yang cerah ini. Zigar dan Fira terlihat sedang sarapan pagi sambil menonton televisi.


Mereka makan dalam diam hanya ada dentingan sendok garpu saja yang beradu. Setelah selesai sarapan seperti biasa Fira membersihkan bekas makan mereka lalu mencucinya hingga bersih, saat Fira sedang mencuci piring ia tidak sengaja melihat ada beberapa botol wine kosong yang bertumpuk di bawah wastafel, sontak itu membuat ia sangat terkejut, Fira membelalakkan matanya lebar lebar mulutnya secara reflek menganga yang ditutupi dengan telapak tangan kanannya, beberapa sat Ia terdiam dengan pikiran yang berkecamuk, kemudian Ia mencoba membuka mini kithen set yang berada tepat di atas wastafel, dengan sangat hati hati ia membukanya secara perlahan alangkah terkejut nya saat Ia menemukan beberapa botol minuman beralkohol yang masih bersegel.


"What??!!". Mata indah Fira membulat sempurna, mulutnya secara reflek menganga dan dengan sigap telapak tangannya menutupnya.


Lalu Ia mencoba membuka mini kitchen set secara perlahan dan Ia kembali terkejut saat melihat beberapa botol minuman beralkohol yang masih bersegel disana.


" Apa dia seorang pemabuk? ". Gumam Fira lirih.


" Apa dia bukan laki laki yang baik? ". Gumamnya lagi.


Perasaan takut itu tiba tiba menyelimuti hatinya, pikiran buruk tentang Zigar yang Ia kenal sebagai Egar pun berkecamuk dalam kepalanya. Sejenak Ia mengingat pertemuan pertama kali mereka, saat itu memang tubuh Zigar sangat bau alkohol dan itu artinya dia memanglah seorang pemabuk pikirnya.


"Kamu sedang apa ?". Tanya Zigar yang tiba tiba saja berdiri di belakang Fira membuatnya sangat kaget dan sedikit gemetar.


"A..aku...aku tadi habis mencuci piring bekas makan kita". Jawabnya terbata dengan badan sedikit gemetar, matanya pun enggan untuk menatap pria yang berdiri di belakangnya itu.


"Maksudku kenapa kamu melamun disini ?". Tanya Zigar lagi.


"Aku..aku.. aku permisi dulu ". Fira beranjak dari mini dapur itu menuju sofa dan menjatuhkan dirinya disana.


Zigar menatap mini kitchen set terbuka, sepertinya dia paham sekarang apa yang membuat Fira terlihat ketakutan.


Zigar pun mengikuti Fira dan duduk di sampingnya.


"Kamu kenapa? , seperti orang ketakutan gitu?". Zigar menatap Fira penuh tanya.


"Aku tidak kenapa kenapa". Jawab Fira mencoba menutupi rasa takutnya.


"Ya Tuhan apa dia bukan laki laki baik?, Tiba tiba aku sangat takut, aku takut dia akan menyakitiku". Gumam Fira dalam hati.


"Dia ternyata seorang pemabuk, dan aku sudah masuk kesarang seorang pemabuk, entah apa yang akan dilakukannya padaku, ohh God help me please". Fira kembali bergumam dalam hati.


"Apa kamu ketakutan seperti ini gara gara melihat semua botol minuman itu?". Tanya Zigar.


"Apa?. Kenapa dia jadi seperti dukun begini?, Kenapa dia jadi bisa baca pikiranku begini?". Gumam Fira dalam hati


"Kamu ngga usah takut, aku emang seorang pemabuk tapi aku hanya akan mabuk jika sedang teringat masa laluku saja, jujur aku akan sangat depresi jika teringat tentang kekasihku itu". Zigar menatap dalam Fira.


"Jadi kamu mabuk hanya untuk melupakan masa lalu kamu?". Tanya Fira. Zigar hanya mengangguk.


"Sepertinya dia benar benar laki laki bucin yang gagal move on dari mantannya itu". Batin Fira .


Tapi entah kenapa penjelasan Zigar tadi sedikit membuat hatinya lega.


"Emang serumit itu kisah cintamu?". Tanya Fira lagi. sejenak Zigar terdiam dan tak menjawab pertanyaan Fira.


"Kalau kamu tidak mau jawab tidak apa apa , lupakan saja pertanyaanku tadi". Ucap Fira lagi.


Zigar menarik nafasnya dalam lalu membuangnya perlahan.


"Bisa di bilang begitu, tapi lebih tepatnya aku masih belum bisa menerima kenyataan pahit yang saat ini aku rasakan, aku masih belum siap untuk kehilangannya". Ucapnya lirih.


" Tapi kamu tenang aja, aku akan bekerja dengan baik , aku akan menjadi bodyguard yang baik buat kamu, aku tidak akan macam macam sama kamu karena aku hanya mabuk jika sedang teringat masa laluku saja, hanya ingin menghilangkan nya sejenak dari pikiranku". Ucapnya lagi sambil tersenyum.


"Aku lihat kamu masih sangat mencintai mantan kekasihmu itu, apa ngga sebaiknya kamu coba perbaiki kembali hubungan kalian". Ucap Fira. Rasa takut yang sempat menyelimuti hati Fira kini menguap begitu saja setelah mendengar penjelasan dari Zigar.


"Itu semua tidak mungkin". Jawab Zigar cepat.


"Kenapa tidak mungkin?, Siapa tahu dia juga memiliki perasaan yang sama denganm". Fira menatap manik kecoklatan Zigar yang sudah mulai berkaca kaca.


"Sudahlah jangan bahas itu lagi kumohon, yang harus kamu tahu aku bukan laki laki buruk seperti yang ada dipikiran kamu". Ucap Zigar sambil mengulum senyum.


"Maaf, aku ngga bermaksud berpikiran seperti itu, aku cuma takut memperkerjakan orang yang salah". Jawab Fira dengan kikuk.


"Iya aku ngerti kok, ya sudah ayo kita berangkat sekarang ayahmu pasti sudah menunggu dirumah". Zigar beranjak dari sofa kemudian mengambil kunci motornya. Fira bergegas mengambil tas dan membereskan beberapa bajunya yang baru dibelinya tempo hari.


Mereka berdua sudah siap untuk berangkat membelah jalanan ibu kota menyusuri setiap lekuk jalanan, setelah hampir 45 menit perjalanan mereka akhirnya sampai di sebuah rumah mewah nan megah dengan pagar besi yang menjulang tinggi di depannya.


Mereka berdua disambut 4 orang penjaga rumah yang berseragam serba hitam dengan perawakan besar, keempat security itu membungkukkan badan mereka setelah membukakan pintu gerbang.

__ADS_1


Zigar melajukan motornya menuju tempat parkir yang ditunjukkan salah satu penjaga rumah tadi, setelah motornya terparkir dengan sempurna Zigar dan Fira menuju pintu besar berwarna putih berwarna senada dengan tembok di sekelilingnya, dengan cepat Fira membunyikan bel rumahnya.


Ting...


Tong..


Ting..


Tong..


Tak lama kemudian seorang pelayan yang bernama Bi Tinah dengan tergesa gesa membukakan pintunya.


"Nona Fira ?, Akhirnya nona pulang juga". Ucap Bi Tinah dengan senyum lebarnya.


"Iya Bik, papah ada dirumah ngga?". Tanya Fira sambil berjalan memasuki rumahnya yang diikuti oleh Zigar.


"Ada non, tuan besar lagi di ruang kerjanya, biar saya panggilkan non". Ucap Bi Tinah.


"Tidak usah Bi, biar saya aja bibik tolong bikinkan minum untuk tamu saya".


"Baik non". Bi Tinah menganggukkan kepalanya lalu pergi menuju dapur.


"Silahkan duduk , aku mau ketemu papa dulu ya, kamu jangan sungkan disini". Fira tersenyum menatap Zigar kemudian meninggalkannya sendiri di ruang tamu.


Fira berjalan menuju ruang kerja ayahnya yang terletak di lantai bawah bersebelahan dengan ruang keluarga.


Tok..


Tok..


Tok..


Fira mengetuk pintu ruang kerja papanya.


"Masuk". Terdengar suara dari dalam.


"Papa Fira kangen banget sama papa". Teriak Fira menghambur memeluk papanya yang sedang duduk dengan setumpuk pekerjaan dimeja kerjanya.


"Baru aja Fira nyampe pa , oiya Fira bawa temen Fira yang mau jadi bodyguard Fira. Ucap Fira yang masih memeluk erat papanya.


"Kamu baik baik aja kan sayang?". Tanya Bima melepaskan pelukannya, menangkup wajah anaknya kemudian pandangannya meneliti setiap inci tubuh anaknya itu.


"Fira baik baik aja pa, papa ngga usah khawatir". Fira menggandeng papanya menuju sofa yang berada di sudut ruangan.


Fira dan papanya berbincang bincang di sofa itu menceritakan semua kejadian selama 2 hari mereka tidak bertemu.


"Udah ayo pa, nanti papa nilai aja sendiri orangnya, Egar udah lama nunggu kasian". Fira beranjak dari duduknya dan menarik tangan papanya dengan manja.


"Baik..baik. .". Ucap Bima sambil terkekeh melihat tingkah manja anaknya itu.


Fira dan Bima keluar dari ruang kerjanya menuju ruang tamu untuk menemui Zigar yang sudah cukup lama menunggu. Zigar bangun dari duduknya dan membungkukkan badannya saat Fira dan Bima sudah hampir mendekatinya.


"Saya Egar tuan, temannya Fira yang akan melamar jadi bodyguardnya". Zigar mengulurkan tangannya memperkenalkan diri.


"Bima Mahardika, papanya Fira". Bima menjabat tangan Zigar.


"Silahkan duduk". Bima mempersilahkan Zigar duduk kembali.


"Baru saja Fira menceritakan banyak hal tentangmu ". Ucap Bima yang dibalas senyuman oleh Zigar.


"Nama lengkapmu siapa dan berapa usiamu?, apa kau sudah punya pengalaman di bidang pengawalan atau sejenisnya?". Tanya Bima kepada Zigar.


"Nama lengkap saya Egar Delvian tuan, umur saya 24 tahun dan jujur saya belum memiliki pengalaman sama sekali di bidang itu". Jawab Zigar cepat.


"Kalau boleh tahu ijazah terakhirmu apa?". Tanya Bima lagi.


"Saya hanya lulusan SMA tuan".


Bima mengernyitkan dahinya seolah tak percaya dengan apa yang dikatakan Zigar.


"Apa kau bisa beladiri dengan tangan kosong ?

__ADS_1


".


"Saya bisa bela diri dengan tangan kosong tuan". Jawab Zigar cepat.


"Sebenarnya saya sudah sering menyewa jasa bodyguard untuk menjaga Fira, tapi Fira selalu saja bersikukuh menolaknya, dan sekarang karena Fira yang meminta kau menjadi bodyguardnya dengan senang hati saya menerimanya". Ucap Bima.


"Tapi saya minta tanggung jawab penuh kau akan hal ini, ini adalah pekerjaan yang sangat beresiko, keselamatan Fira itu sangatlah penting jadi saya harap kau bisa bekerja dengan sangat baik". Sambungnya lagi.


"Iya tuan , sebelumnya saya mengucapkan banyak terimakasih karena tuan sudah mempercayakan pekerjaan ini kepada saya, saya janji akan mementingkan keselamatan Nona Fira di atas segalanya, bahkan jika saya harus menggadaikannya dengan nyawa saya sekalipun saya akan melakukannya tuan, saya juga sudah banyak mempelajari tugas tugas seorang Bodyguard tuan ". Ucap Zigar.


"Bagus, saya sudah memberikan kepercayaan ini kepadamu jadi tolong jangan kau sia siakan. Saya tidak akan memberikan kepercayaan yang sama untuk kedua kalinya kepada orang yang sudah merusak kepercayaan saya, ingat itu baik baik".


"Baik tuan saya mengerti". Jawab Zigar sambil menganggukkan kepalanya.


"Baiklah hari ini kamu sudah bisa langsung bekerja, dan kamu harus tinggal disini untuk memudahkan penjagaan , nanti kamu akan tidur di kamar tamu yang ada disebelah sana". Bima menunjuk kamar yang tidak jauh dari ruang tamu.


"Baik tuan". Zigar mengangguk paham.


"Pa tapi Egar tidak harus memakai baju hitam ala ala bodyguard gitu kan pa?". Tanya Fira.


"Harus dong sayang". Jawab Bima.


"Ihhh papa Fira kan ngga mau semua temen temen Fira tau kalau Fira dikawal Bodyguard, Fira malu pa". Fira mencebikkan bibirnya.


"Kenapa harus malu, itu kan bukan sesuatu yang salah sayang". Bima membelai rambut Fira lembut.


"Tapi Fira ngga mau pa, biarin Egar pakai baju casual aja ngga usah formal kaya bodyguard". Ucap Fira lagi.


"Ya sudah terserah kamu saja sayang, yang penting kamu nyaman, dan yang paling penting itu keselamatan kamu. Papa akan minta Egar menjagamu 24 jam". Ucap Bima.


"Ya ngga 24 jam juga kali pa, kalau Fira lagi ada diluar rumah aja kan?, Egar juga kan butuh istirahat pa".


"Iya sayang maksud papa, selama kamu berada di luar rumah kamu harus mendapat pengawalan ketat dari Ega ". Bima menatap penuh cinta putrinya itu.


"Untuk masalah gaji saya akan menggajimu dengan nilai yang pantas asalkan kamu bisa kerja dengan sangat baik". Ucap Bima kepada Zigar.


"Terimakasih tuan, saya akan berusaha menjalankan tugas dengan sebaik mungkin". Zigar menganggukkan kepalanya, tuan Bima tersenyum melihat semangat Egar untuk bekerja.


"Ya sudah satu jam lagi papa akan ada meeting dengan beberapa klien penting jadi papa haus ke kantor sekarang". Bima beranjak dari duduknya kemudian mengecup kening putrinya.


"Papa ngga makan siang dulu?, Lagian katanya papa ngga ngantor hari ini?" . Fira mencebikkan bibirnya.


"Papa makan siang di kantor aja sayang, maaf ya papa ngga bisa libur hari ini, hari ini q


papa sengaja berangkatnya siang biar bisa ngobrol panjang sama kamu, karena kamu sudah ada yang jagain kamu boleh pergi jalan jalan sayang". Bima mengusap puncak kepala Fira.


"Ya udah papa jangan lupa makan siang ya , hati - hati di jalan". Fira mencium punggumg tangan papanya lalu memeluknya erat.


"Egar kau jaga putri saya dengan baik ya, saya pergi dulu". Pamit Bima berlalu meninggalkan Fira dan Zigar.


" Baik tuan, hati hati ". Zigar membungkukkan badannya.


Bima keluar rumahnya dan menunggu sejenak di depan pintu sesaat kemudian mobil yang akan ia gunakan ke kantor datang bersama dengan supir pribadinya, sang supir bergegas turun dan membukakan pintu untuk tuannya, setelah tuannya duduk dengan sempurna mobil melaju perlahan keluar dari kediaman Mahardika dan diikuti mobil lain di belakangnya yang ditumpangi dua pengawal pribadinya.


Sementara itu Fira dan Zigar masih berbincang bincang di ruang tamu.


"Nona Fira tidak ingin jalan jalan?". Tanya Zigar.


"Kok kamu jadi manggil aku nona sih, panggil Fira aja biar lebih akrab". Tutur Fira.


"Tidak nona, bagaimanapun juga nona muda adalah bos saya tidak mungkin saya selancang itu hanya manggil nama saja". Jawab Zigar sambil tersenyum.


"Egar bukankah kita sudah berteman jadi tidak salah kan jika seorang teman manggil kita namanya ".


"Maaf nona saya tidak bisa, saya tetap harus menghargai dan menghormati nona sebagai atasan saya". Jelas Zigar.


"Terserah kamu saja lah". Fira menggerutu kesal berlalu meninggalkan Zigar yang masih duduk di ruang tamu.


"Nona hari ini nona akan pergi kemana?. Zigar mengikuti langkah Fira.


"Tidak, aku ingin tidur siang. Bangunkan aku pas makan siang ya ". Fira menoleh ke arah Zigar yang mengikutinya kemudian Ia berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.

__ADS_1


"Baik nona, saya akan tunggu di bawah saja". Ucap Zigar sambil menganggukkan kepalanya.


__ADS_2