
Lomba akan segera dimulai,Yang zhan bergegas kembali kepada timnya dan berharap jika ia akan memenangkan perlombaan ini untuk Xixi,karena sudah berjanji maka Yang zhan mengerahkan segala kemampuannya untuk memenangkan lomba.Yang zhan terlalu bersemangat sampai-sampai ia tidak sadar bahwa tangannya terluka,hingga akhirnya peluit berbunyi dan tim Yamg zhan dinyatakan menjadi pemenang dalam lomba tarik tambang kali ini.Yang zhan begitu beesemangat dan langsung menghampiri Xixi,seolah ia tidak merasakan rasa sakit yang ada ditangannya itu.
Xixi : Yang zhan,tanganmu berdarah.
Yang zhan : Tidak apa-apa,ini hanya luka ringan saja.
Xixi : Apa benar tidak sakit?
Yang zhan : Iya,ini sama sekali tidak sakit,kamu temang saja.
Xixi : Baiklah jika itu tidak sakit,tapi lukamu itu harus tetap diobati supaya tidak infeksi.
Yang zhan : Baiklah bu dokter.
Xixi : Kamu ini malah meledekku seperti itu.
Yang zhan : Iya maaf.
Xixi : Kemari biar aku obati lulamu itu !
Yang zhan : Iya,Xixi tadi kamu lihat aku hebat bukan?
Kali ini tim kita yang akan keluar sebagai pemenangnya,apa kamu senang ?
Xixi : Iya kamu memang hebat dan aku juga senang tim kita yang akhirnya bisa memenangka lomba kali ini.
Yang zhan : Aku juga senang jika kamu senang.
Xixi : Tapi lain kali kamu juga harus hati-hati !
Kita memang ingin memenangkan semua perlombaan yang ada,tapi kamu juga harus berhati-hati agar tidak terluka seperti ini.Apapun hasilnya nanti,menang ataupun tidak,aku tidak ingin kamu terluka.
Yang zhan : Siap bos,kamu sedih ya kalau aku terluka ?
Xixi : Ya pasti sedih karena kamu adalah temanku,jika terjadi sesuatu sama kamu nanti siapa yang akan menemaniku berdebat setiap saat ?
Yang zhan : Tenang saja,meski aku terluka sekalipun aku akan tetap ada untuk kamu jadi kita akan selalu sama-sama.Lagipula hanya kamu yang aku punya dan hanya kamu yang bisa mengerti aku.
Xixi : Kalau begitu kenapa kamu tidak mau membuka diri untuk orang lain?
Padahal ada banyak wanita yang mengejarmu setiap hari,seperti mereka yang sedang berkerumun disebelah sana.
Yang zhan : Tetap saja mereka berbeda denganmu,aku tidak bisa menyamakan mereka dengan kamu yang begitu baik hati dan juga penyayang,kamu juga bukan tipe wanita seperti mereka yang sibuk mengejar pria tampan seperti aku,jadi aku lebih suka dan lebih nyaman saat berada bersama kamu.
Xixi : Ya jelas aku tidak mengejar pria tampan,karena bagaimana aku mau mengejar kalau disampingku saja selalu ada kamu.
Aku rasa semua pria yang mendekatiku juga pergi begitu saja saat tahu jika kamu selalu ada dimanapun aku ada.
Yang zhan : Tapi itu baik bukan?
__ADS_1
Setidaknya tidak ada pria yang berani melukaimu,jadi jarusnya kamu bahagia karena ada aku.
Xixi : Terkadang kamu memang begitu percaya diri dan jiga menyebalkan.
Tiba-tiba Gu chan datang menghampiri Xixi dan Yang zhan yang sedang berbincang bersama.
Gu chan : Xixi,maaf apa aku mengganggu kalian ?
Xixi : Kak Gu chan,tidak kak.
Gu chan : Sepertinya tangan Yang zhan terluka karena terlalu bersemangat saat perlombaan tadi.
Xixi : Tidak apa-apa kak,lagipula ini hanya luka ringan,benarkan Yang zhan ?
Yang zhan : Kata siapa ini luka ringan ?
Xixi : Tadi kamu sendiri yang bicara seperti itu,harusnya memang tidak terlalu sakit bukan ?
Yang zhan : Lukanya memang tidak seberapa sakit,tapi hatiku yang sakit.
Xixi : Kamu ini ada-ada saja.
Gu chan : Xixi,bagaimana dengan lukamu ?
Apa kamu sudah minum obat?
Gu chan : Kamu ini bisa-bisanya memikirkan orang lain padahal kamu sendiri juga masih belum sembuh benar.
Xixi : Ini untuk kakak dan ini untuk Yang zhan.
Gu chan : Terimakasih Xixi.
Yang zhan : Terimakasih Xi.
Xixi : Iya sama-sama,oh iya,apakah nanti masih ada perlombaan lagi kak ?
Gu chan : Iya masih ada beberapa perlombaan lagi,nanti malam setelah perlombaan selesai apa kamu mau melihat bintang bersamaku ?
Xixi : Iya kak,aku mau.
Yang zhan : Jika begitu aku juga akan ikut.
Xixi : Kamu ini seperti anak kecil saja?kemanapun aku pergi kamu selalu ikut.
Yang zhan : Biarkan saja,lagipula kamu itu kakau tidak dijaga pasti ada saja yang mencoba melukaimu.
Xixi : Tapi kali ini ada kak Gu chan,jadi tidak ada yang akan melukaiku.
Yang zhan : Ya lebih baik kita tetap berhati-hati agar tidak terluka larena siapapun.
__ADS_1
Xixi : Cerewet sekali,terserah kamu saja !
Yang zhan : Iya,iya,kalau begitu kalian pergi saja berdua karena aku sudah ada janji dengan anak-anak lain,jika ada apa-apa segera hubungi aku !
Mengerti?
Xixi : Iya bawel,kamu benar-benar tidak jadi ikut?
Yang zhan : Iya,aku tidak akan ikut,lagipula sudah aku katakan jika aku ada urusan.Kamu baik-baik sama Gu chan !
Jangan sampai hilang !
Menegerti ?
Xixi : Menegerti.
Mereka bertiga kembali melanjutkan aktifitas masing-masing dan saat waktu malam tiba semua murid berkumpul di halaman untuk menyalakan api unggun dan juga sekaligus makan malam,setelah selesai Gu chan datang menghampiri Xixi.
Gu chan : Xixi.
Xixi : Iya kak.
Gu chan : Mari pergi melihat bintang.
Xixi : Ahh iya,ayo kita pergi.
Gu chan menggemggam tangan Xixi dan membawanya untuk pergi melihat bintang ditepi laut,pemandangan laut saat malam dan bintang-bintang yang indah bagaikan lampu ditengah kota,suara ombak dan bisikkan angin membuat hati mebjadi tenang.
Gu chan : Xixi,bagaimana menurutmu pemandangan ini?
Xixi : Indah dan tenang,aku suka melihat bintang dari sini.
Gu chan : Syukurlah jika kamu menyukainya,oh iya,bagaimana lukamu?
Sepertinya sudah lebih membaik bukan?
Xixi : Iya kak,lukanya sudah membaik,nanti setelah kita pulang,aku akan datang kerumah sakit lagi untuk memeriksanya dan supaya saja luka ini sudah sembuh.
Gu chan : Xi,kamu pasti lekas sembuh,tapi kamu juga harus tetap berhati-hati agar tidak terluka lagi.
Xixi : Iya kak,Xixi tahu dan Xixi pasti akan berhati-hati agar tidak terluka lagi.
Gu chan : Lihat ada bintang jatuh !
Xixi memejamkan mata dan berdoa supaya ia bisa lekas sembuh dan juga ia berharap jika Gu chan akan selalu menemaninya seperti saat ini.
Gu chan menatap kearah Xixi yang sedang memejamkan mata sembari berdoa,rambutnya tertiup angin dan wajah cantinya membuat Gu chan begitu kagum hingga ia tidak dapat memalingkan wajahnya.
Gu chan berkata dalam hatinya : Tuhan,kenapa ia secantik ini?
__ADS_1