CINTA YANG BEKU

CINTA YANG BEKU
Eps. Pertemuan tak terduga


__ADS_3

Pria tampan itu semakin mendekati posisi dimana Everly berada, sambil berjalan mata mereka bertemu pandang.


Jantung Everly berdegup kencang, semua mata memandang ke arah Everly dan Pria tampan itu. Ya, Gerald Vicario sudah berdiri dihadapan Everly sekarang.


"Bawa nona ini ke ruangan atas!" tiba-tiba suara Gerald mengagetkan Everly yang berdiri mematung karena terpesona dan kini gemetar ketakutan.


Ya, dialah pria kemarin yang kena semprot saat tak sengaja menabraknya waktu menyeberang jalan menuju trotoar depan Mall.


Flashback on


Pagi hari itu, Everly berjalan terburu-buru untuk menyeberang menuju Mall XX dimana ia bekerja, dan hari itu ia sudah terlambat.


Tiba-tiba saat akan melangkahkan kaki ke zebra cross, sebuah mobil mewah lewat dan menyerempet Everly hingga terjatuh dan banyak orang yang berteriak ke arahnya "awas nona!!".


Everly sontak mundur tapi sial ia terjatuh walau tak terluka. Ia bangun dan mendekati mobil mewah yang menyerempetnya dan kini berhenti.


Everly berjalan mendekati mobil itu dan menggedor kaca mobil itu dibagian depan. Lalu keluarlah seorang pria tampan dan tinggi sambil menatapnya dingin tanpa sepatah katapun.


"Hei,,,kamu jangan gara-gara orang kaya mau seenaknya aja ya kalau mau jalan, gak tahu apa itu tadi zebra cross dan lihat-lihat donk ada orang mau nyeberang!" umpat Everly marah sambil menatap kesal pria dihadapannya.


Pria itu tidak membalas ucapan Everly, ia menatap kedalam mobil dan berbicara dengan seseorang yang ada didalam mobil itu. "Cepat jalan, bilang urusannya diteruskan besok saja!". sahut orang didalam mobil itu.


Mendengar itu, Everly kesal, ia langsung memukul kaca mobil dibagian belakang dan orang itupun membuka kaca mobilnya, sambil tersenyum dingin lalu keluar berdiri dihadapannya.


Kini Everly berdiri dihadapan dua pria tampan sekaligus. Dan ia menduga kalau pria yang baru keluar ini adalah bos pria pertama tadi.Penampilannya sangat berkelas dan berwibawa, membuat ciut hati Everly.


"Hmmm,,, Rick keluarkan cek dan berikan ke gadis ini!" ucap pria itu enteng memerintahkan si supir yang ternyata bernama Rick itu.


Rick memberikan sebuah cek yang sudah ditulis nominalnya ke Everly. Everly mendengus sebal lalu melemparlan cek itu ke wajah bos sombong itu. Mereka terkejut dengan apa yang dilakukan Everly barusan.

__ADS_1


"Hei Kamu...jangan mentang-mentang horang kayah seenaknya aja ya, biar saya begini tapi sorry saya gak butuh uang kalian...okay!!" Everly berbalik dan pergi meninggalkan mereka menuju ke seberang tanpa menghiraukan teriakan si bos sombong itu.


"Hei tunggu...!!" teriak Gerald marah menyusul Everly. Tapi terhenti karena langkahnya terhalang mobil yang sudah lalu lalang dengan ramainya.


"Tuan,,,sudahlah biar saja. Lihat sudah jam 08.00 Wib, pertemuan rapat besar sudah mau mulai" panggil Rick yang adalah asistennya.


Si pria yang adalah bos nya itupun masuk kedalam mobilnya dengan kesal. Ia tak menyangka ada gadis biasa yang dengan beraninya mendamprat dan menolak pemberiannya.


Ia perhatikan gadis itu, dan membatin dalam hatinya, "Cantik juga pemberani". Ia mengingat seragam gadis itu, ya sekarang ia sudah tahu bagaimana cara menemukan gadis itu kembali.


Pria itu tersenyum dengan senang. Rick melihat melalui kaca spion wajah pria yang adalah bos nya. Ia ikut tersenyum. Ia tahu apa yang dipikirkan bos nya barusan.


Flashback off


Tiba-tiba tangan Everly sudah di pegang dua laki-laki berbadan besar dan mereka menariknya.


"Ikut dengan kami nona!" Everly terkejut dan berusaha melepaskan pegangan tangan mereka. Matanya melotot ke arah Gerald Vicario yang kini tersenyum licik kepadanya.


Mereka masuk dan mendudukkan Everly disuatu kursi dan ada meja besar. Everly bertanya-tanya apa yang akan mereka lakukan kepadanya.


Everly menatap wajah Gerald, ia ingat kini, pria Inilah yang Ia semprot kemarin karena menyerempetnya. Bahkan ada juga supir dingin disampingnya. Yang juga menatapnya diam dan dingin. Orang-orang aneh, batin Everly.


"Rick apa sudah disiapkan semua?" Ujar Gerald membuka pembicaraan.


Rick menggangguk mantap. Semua yang di ruang itu terdiam menunggu. Lalu dari sebuah ruangan yang lain, muncul seorang wanita yang tidak lain adalah atasan Everly, Ibu Sinta.


"Ada apa Tuan Muda memanggil saya?" tanyanya cemas memandang Gerald.


"Apakah anda mengenal nona ini?" Balas Gerald. Ibu Sinta tersenyum mengangguk.

__ADS_1


"Silahkan pecat nona ini, karena telah membuat perkara yang tidak menyenangkan kepada Tuah Muda Gerald kemarin!" sahut Rick. Ibu Sinta terkejut.


Everly juga membelalakkan matanya, ia tak menyangka masalah sepele kemarin menjadi besar seperti sekarang ini.


Ibu Sinta menatap prihatin ke arah Everly, yang ia tahu Everly tak pernah melakukan kesalahan apapun sejak awal bekerja.


"Jelaskan kepadanya semua, Rick!" Gerald membisikkan ke telinga Rick. Rick mengangguk lalu Ia menceritakan semuanya kepada Ibu Sinta.


"Apa yang harus saya lakukan kepadanya sekarang Tuan muda?" tanya Ibu Sinta gemetar.


"Pecat dia, karyawan yang tidak beretika tidak pantas bekerja di tempat ini!" jawab Gerald geram sambil menatap Everly yang juga terkejut.


Ada rona marah di wajah gadis itu. Gerald tersenyum melihatnya. "Lihatkan betapa berkuasanya diriku", gumam Gerald.


"Baik, saya akan mengundurkan diri dengan senang hati, tak perlu bawa-bawa pasukan Bodrex hanya masalah kecil begini. huhhh!" Tiba-tiba Everly berdiri sambil menggebrak meja mengejutkan mereka semua.


"Dasar Horang Kayah,,, memang seenaknya,, dan satu lagi Tuan Big Bos saya harap ini yang terakhir kita bertemu...bye..!!" timpal Everly sambil berlalu.


Tapi tiba-tiba tangannya ditahan oleh Gerald. "Kamu,,, berani-beraninya berkata seperti itu kepada saya, apa kau pikir keluar dari sini semudah itu, hah?" Ucap Gerald marah, matanya menatap mata Everly nanar dan degup jantungnya berdetak keras menahan emosi.


Everly balik menatap Gerald tanpa berkedip menantang walau dalam hatinya merasa ciut.


Semua yang ada diruangan itu menahan nafas karena tahu apa saja bisa dilakukan oleh Tuan Muda Gerald Vicario.


"Rick tunjukkan kepadanya!" Perintah Gerald kepada Rick.


Rick menunjukkan surat hutang sebuah bank yang tertera sebuah nama Roland Soediro dan tertera tanggal jatuh tempo dimana Bank berhak menyita asetnya baik rumah maupun usaha tokonya.


Everly menatap lemas surat Bank tentang penyitaan aset yang ternyata adalah milik ayahnya.

__ADS_1


"Kamu....apa maumu hah!" umpat Everly marah.


"Ikut saya sekarang juga!" Jawab Gerald sambil menantang balik Everly. Gerald memberi kode kepada semua yang diruangan itu.


__ADS_2