
Rani tak menyangka akan jadi seperti ini. Dia benar_benar bingung mau berbuat apa saat ini. Lia yang telah berjalan meninggalkan Rani seketika berbalik badan dan melihat Rani dengan tatapan sedih nya. " Bahkan kau tak mau menjelaskan semuanya pada ku ran, apa ini maksudnya lo ada gak anggap gue sahabat Lo lagi". Gumam Lia dalam hati. Air mata lia terus menetes dan membasahi pipi mulusnya itu. Dika yang melihat Lia berbalik badan pun akhirnya menyamperi Rani yang masih berdiri di tempat dia semula.
" Ran, jelaskan semuanya pada lia, Lo tau kan gimana sikap Lia jika dia di bohongi". ucap Dika.
" Apa dia mau mendengarkan gue saat ini dik, gue takut kalo lia sampai membenci gue. Gue emang salah, gue bodoh, gue bodoh dik". ucap Rani sambil menundukkan kepalanya.
Lia hendak meninggal tempat itu secepat mungkin dia uda gak tahan lagi untuk berlama lama disitu. Namun langkah nya terhenti ketika Rani" li, gue minta maaf sama Lo. Gue salah sama Lo, karna Uda bohong sama Lo. Tapi gue mohon Li jangan giniin gue Li". ucap Rani. Rani melangkah kan kakinya untuk mendekati Lia. Namun belum sampai Rani di dekat lia. Lia sudah menggerakkan tangan nya ke atas sebagai pertanda cukup untuk semua ini. Lia benar benar tak mau lagi mendengar penjelasan apa pun yang di sampaikan oleh Rani. Hati nya benar benar sakit ketika di bohongi oleh sahabatnya.
" Kenapa, kenapa Lo harus bohongi gue kayak gini ran, kenapa juga Lo gak jujur aja sama gue, apakah Lo gak pernah anggap gue ini sahabat Lo ran". ucap Lia dengan Isak tangisnya.
" Gue gak pernah berpikir macam itu li, gue minta maaf sama Lo". ucap Rani, Rani pun meneteskan air matanya dia tak sanggup jika hubungan persahabatan mereka akan hancur secepat ini.
" Lo gak salah ran, gue yang salah karna uda percaya sama lo. Dan gue ber terimakasih banget sama Lo. Karna selama ini Lo uda mau jadi sahabat gue. Mungkin ini emang yang terbaik untuk kita ran. Kita sudahi saja pertemanan kita ini. Anggap aja Lo gak kenal sama gue".
__ADS_1
Rani yang mendengar perkataan yang keluar dari mulut Lia hanya bisa menggelengkan kepalanya berkali kali.
Rani tak sanggup jika harus menghancurkan persahabatan yang sudah terjalin selama ini.
" lo boleh marah sama gue Li, tapi gue mohon jangan benci gue, apa lagi merusak persahabatan kita". ucap Rani sambil berlinang air mata.
" Kasi tau gue alasan nya, kenapa? tanya Lia
"Alasan kenapa kita masih mempertahankan persahabatan kita? ucap Lia sambil memandang Rani dengan tatapan dingin nya.
" Ya, karna gue uda anggap Lo seperti saudara kandung gue Li. Gue sayang sama Lo, bahkan gue bakal ngelakuin apa pun demi Lo Li". tutur Rani.
Lia yang mendengar setiap kata yang di lontarkan oleh rani merasa sangat senang. Dia tak menyangka jika Rani sangat menyayangi nya. Akhirnya pun Lia menghampiri Rani dan langsung memeluk Rani.
__ADS_1
Rani pun membalas pelukan Lia. mereka menangis di dalam pelukan mereka.
" Li, maafin gue. Karna gue gak jujur sama Lo. Gue hanya takut aja, kalo gue bilang gue mau pergi sama Reno pasti Lo marah". ucap Rani sambil melepaskan pelukan nya.
"Lain kali apa pun itu Lo harus jujur sama gue gak boleh ada yang Lo tutupin dari gue. Paham". ucap Lia dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.
" Gue janji". ucap Rani sambil mengacungkan jari kelingking nya. Lia pun mengacungkan jari kelingking nya dan di satukan dengan jari kelingking milik Rani.
Bersambung...
jangan lupa vote author, biar semangat up nya
salam dari eneng 🤩
__ADS_1