Cinta Yang Terhalang Oleh Sahabat

Cinta Yang Terhalang Oleh Sahabat
episode 9


__ADS_3

sudah tiga hari ini, Rani dan Reno menjalin hubungan pura_pura pacaran di depan orang tuanya. Rani dan Reno selalu bersama walau pun selalu terjadi pertengkaran di antara mereka.


" Lo mau sampai kapan si buat hidup gue gak tenang gini, Lo tau semenjak gue menyetujui persyaratan yang Lo berikan, Lo terus mengganggu gue. Bahkan gue uda gak punya waktu lagi buat Lia. omel Rani pada reno.


Saat ini Rani dan Reno sedang berjalan menuju parkiran. Karna maminya Reno meminta Rani untuk datang ke rumah.


Awalnya Rani menolak namun lagi _ lagi Reno mengancamnya.


" Terserah gue, mau sampai kapan". tutur Reno.


Rani yang mendengar perkataan Reno hanya dapat menampilkan wajah jengkelnya dan sesekali dia melayangkan sumpah serapahnya pada Reno.


" Gue doakan Reno tak dapat jodoh. Biar dia jadi bujang lapuk seumur hidup. Aminn.." ujar Rani dalam hati.


_______


semenjak Rani dan Reno bersama, Lia selalu menghindar dari mereka berdua. Karna dia tak ingin membuat hatinya semakin terluka, melihat orang yang dia cintai bersama dengan sahabat nya sendiri.


Lia mencoba untuk melupakan Reno, namun dia tak bisa, lagi _ lagi Lia gagal. Saat lia sedang memikirkan bagaimana cara nya agar melupakan Reno tiba_ tiba Dika datang menghampiri nya sambil membawa 2 buah botol minum.


" Hay Li". sapa dika, yang langsung duduk di samping Lia.


"ee..elo dik. Ada perlu apa kemari". tanya lia kepada Dika.


" Gak ada perlu apa_ apa cuma mau nemenin bidadari cantik aja". ujar Dika pada lia sambil menampilkan senyum termanis nya.


" Lo bisa aja dik". ucap Lia.


" Gue lihat lihat Lo sama Rani Uda jarang bareng, emang nya ada apa? apa Lo lagi berantem sama tu bocah". tanya dika pada lia dengan penuh selidik.


" Enggak kok, kami gak berantem, cuma akhir akhir ini Rani lagi sibuk jadi gak bisa nemenin gue".


" Tapi gak biasanya dia seperti ini. Setau gue walau pun dia sibuk pasti masih bisa nemenin lo". ucap Dika pada lia sambil memberikan air minum ke Lia.


" Minum dulu biar rileks tu pikiran lo".


" Terimakasih".


" oiya Li. malam Minggu Lo ada acara gak? tanya dika pada lia sambil memandang muka Lia tanpa berkedip.


" eemmm...kayak nya enggak ada sih. Emang nya ada apa?.

__ADS_1


" Kalo Lo gak ada acara gue mau ngajak Lo keluar. mau gak?


"eemmm... boleh aja sih. Tapi Rani juga ikut ya". Ucap Lia sambil memandang dika, pada saat itu Dika juga sedang menatap Lia mereka saling tatap, pada akhirnya lia tersadar dan mengalih kan pandangan nya dari Dika.


"Maaf". ucap Lia


" Untuk apa minta maaf, kan Lo gak ada salah sama gue. Lagian itu hal yang wajar jika saling tatap, mana tau dari tatapan mata bisa turun ke hati". Ucap Dika sambil mengedipkan matanya ke Lia. Namun Lia tak mau melihat kearah Dika.


Lia benar benar malu saat ini bahkan pipinya sudah merah seperti kepiting rebus.


"Kenapa gue jadi gugup gini ya". gumam Lia pelan.


" Uda gak usah gugup gitu, kayak baru pertama natap gue aja Lo.


" si_ siapa yang gugup coba. Biasa aja kali". kilah Lia


Dika hanya mampu menahan tawanya yang melihat Lia seperti itu. Tapi di dalam hati nya dia sangat bahagia bisa melihat sang pujaan hatinya seperti saat ini. Dika telah lama menaruh hati pada lia, tapi dia tak berani untuk mengungkap kan isi hati nya itu. Dia takut jika Lia menolaknya dan menjauhinya.


_____


Rani dan Reno telah sampai di kediaman Reno. Mereka melangkah kan kakinya untuk masuk ke rumah.


" Pegang tangan gue". ucap Reno


" Gue gak pernah sedikit pun berpikir untuk pegang tangan Lo. Cuma ini keadaanya berbeda, Jika mami melihat kita gak pegangan tangan mami akan curiga sama kita". ucap Reno


" Ya bagus dong kalo mami Lo tau kita tu gak pacaran, itu artinya gue bisa bebas dari Lo".


Reno menyunggingkan sedikit bibirnya.


" Gampang kalo itu mau Lo. Sekarang ini pun gue bisa bebas kan Lo dari sandiwara ini. Tapi ingat setelah ini Lo gak bisa lagi kuliah di mana pun. Lo mau? tanya Reno dengan menampilkan senyum liciknya.


Lagi lagi Rani tak bisa berkutik, dia hanya bisa pasrah dan akan tetap mengikuti permainan nya reno, jika dia berontak maka kuliahnya lah akan jadi taruhannya.


Rani pun langsung bergandengan tangan dengan Reno sambil masuk kedalam rumah.


"Assalamualaikum.. mami". ucap Reno sambil mencium pipi kiri dan pipi kanan maminya itu.


" Wa'alaikumsalam".


" Assalamualaikum..tante, gimana kabar Tante? tanya Rani sambil mencium tangan maminya Reno.

__ADS_1


" Wa'alaikumsalam..kabar Tante sehat.


Kamu Uda makan belum. kalo belum Tante mau ngajak kamu makan, tapi sebelum makan Tante mau ngajak kamu untuk masak bareng gimana kamu mau kan". tanya maminya Reno sambil memegang tangan rani.


" emm..boleh Tante".


Mereka berdua langsung menuju dapur. Sedangkan Reno lebih memilih untuk ke kamarnya sambil menunggu mereka selesai memasak.


" Oya tante, kita mau masak menu apa? Tanya Rani


" Kita masak rendang daging sama sayur sup aja gimana".


" Kalo saya sih terserah Tante aja, saya makan apa aja mau Tante..hehehe..


Mereka sibuk dengan tugas masing masing.


" Nak rani. terimakasih ya Uda mau jadi pacarnya Reno. Dan sabar menghadapi reno". ucap maminya Reno.


" Kok Tante ngomong gitu sih".


" Selama ini Reno, gak mau membuka hatinya untuk perempuan mana pun. Setiap kali tante tanya tentang pacar dia sama sekali gak peduli dan cuek. Pada akhirnya Tante mengenalkan dia pada seorang perempuan. Tapi dia menolak dan mengatakan bahwa dia bisa mencari perempuan pilihannya sendiri dan akan membawa pacarnya ke hadapan Tante, awalnya Tante kira dia hanya bercanda, ternyata Tante salah Reno benar benar membawa nya dan Tante juga terkejut ketika kamu datang kesini bersama Reno. Tante senang sekali melihat Reno bisa membuka hatinya". ucap maminya Reno sambil memandang Rani dan tersenyum.


" Tante bisa aja".


" Nak boleh kah nanti meminta sesuatu dari mu? Tanya maminya Reno.


" Tante mau minta apa, insyaallah Rani akan turuti permintaan Tante". ucap Rani sambil tersenyum. Namun di dalam hatinya dia sedikit gelisa dia takut jika maminya Reno meminta sesuatu yang tak bisa dia berikan.


" Tante cuma mau kamu berjanji sama tante untuk tidak meninggalkan Reno. Temani lah Reno dan ingat kan dia selalu. Jika kalian di takdirkan untuk berjodoh Tante akan merestui nya. ucap maminya Reno dengan penuh harapan.


deg..


Rani terkejut dan membulat kan matanya. Bagai mana bisa dia mengiyakan permohonan maminya Reno sedangkan dia sangat membenci Reno.


Namun jika dia menolak maka sandiwara ini akan terbongkar dan kuliahnya jadi berantakan.


" Iya Tante". jawab Rani dengan ragu ragu.


Bersambung....


Jangan lupa vote author ya biar semangat up nya.

__ADS_1


Salam dari eneng 🤩


__ADS_2