
pagi telah tiba, matahari telah menyinari dunia dengan cahaya nya yang Ter amat Sangat indah. semburan sinar nya mampu menebus pentilasi rumah Rani tepatnya di kamarnya. Rani yang tengah tertidur pulas mulai menggerakkan mata karna sinar matahari.
Rani mulai membuka matanya namun di tutupnya kembali seolah olah, dia malas untuk bangun pagi ini. Rani ingin bermalas_ malasan hari ini. Namun rencananya di gagal kan oleh mamanya.
" ran, raniiii...bangun nak, Uda siang apa kamu gak ke kampus hari ini". tanya ibu Rani sambil mengetok pintu kamar putri nya.
" iya ma bentar lagi. Rani masih ngantuk ma. satu jam lagi ya".
" gak ada nego nego waktu, bangun Sekarang".
akhirnya pun Rani terpaksa bangun, dengan tubuh masih gontai, dia berjalan membuka pintu dan di depan pintu dia terkejut kerna melihat Lia berdiri di samping mama nya.
" Lo kok cepat banget kesini, ini kan masih pagi". ujar Rani kepada Lia dengan mata yang sedikit tertutup.
" udah de cepetan mandi. habis tu kita pergi ke kampus bareng ok. sana mandi bau tau, anak gadis kok belum mandi jam segini". omel Lia kepada rani.
Lia pun menarik tangan Rani agar Rani keluar dari kamarnya dan menuju kamar mandi.
beberapa menit kemudian Rani telah selesai mandi dia cuma mengenakan baju rumahan saja hari ini, karna lagi malas kemana mana hari ini.
Rani pun masuk ke kamar nya untuk mensisir rambutnya serta memakai krim wajah. namun dia dikejutkan oleh keberadaan lia di kamarnya.
" Lo kok belum berangkat kuliah, bentar lagi kan kelas mulai, lo gak masuk hari ini". tanya Rani pada lia.
" kan uda gue bilang kita berangkat nya bareng,masa iya Lo lupa, baru juga beberapa menit gua ngomong".
" gue gak akan ke kampus lagi, Mungin gue akan cari kampus lain aja".
" ran Lo masih bisa kuliah di situ, masa Lo tega sih ninggalin gue sendiri, Lo kan pernah janji ama gue kalo kita akan terus bersama".
" iya gue ingat, tapi ini kondisinya uda beda Lia, gue Uda gak bisa kuliah bareng Lo lagi. maafin gue". mata Rani mulai berkaca kaca, dia uda gak tau lagi bagaimana kelanjutan hidupnya nanti, kalo dia tak melanjutkan kuliah. apa yang harus dia kata kan pada orang tuanya bahwasanya dia uda di DO dari kampusnya.
Lia pun langsung memeluk sahabatnya itu. dia juga ikut menangis. " Lia Lo masih bisa kuliah di situ kok". ujar lia kepada Rani.
__ADS_1
" tapi Lo harus". belum sempat lia menyelesaikan bicara uda di potong oleh Rani
" gue harus patuh pada Reno gitu".
Lia pun terkejut, bangaimana Rani bisa tau kalo itu persyaratan yang di ajukan oleh Reno kemarin.
" Lo kok bisa tau". tanya lia pada rani.
_________
flashback
Rani yang mulai merasa bosan duduk di bangku taman, memutuskan untuk menyusul lia, dia sudah mencari Lia ke kelas namun hasilnya nihil. akhirnya Rani bertanya kepada teman satu kampus nya.
" Lo liat Lia gak". tanya Rani pada teman satu kampus nya.
" gue liat sih, tadi dia ada di parkiran mobil sama reno". jawab teman satu kampus nya
" oh. makasi".
Rani pun berjalan menuju parkiran mobil, sesampainya di parkiran dia tidak langsung menemui lia, dia penasaran dengan Lia dan Reno yg tengah asik ngobrol.
dia pun akhirnya bersembunyi di balik mobil dekat dimana Lia dan Reno sedang ngobrol.
" kira kira apa ya yang mereka bicarakan". gumam Rani pelan.
" APA. jadi gue di DO karna ulah tu bocah, apa dia orang yang punya kuasa di kampus ini, sampai sampai gue di keluarin dari kampus". gumam Rani pelan.
Rani ingin keluar namun di urungkan niatnya itu, sebab Rani mendengar Lia sedang memohon pada Reno agar Rani tak jadi di DO.
" Lia segitu pedulinya Lo ama gue sampe Lo memohon sama orang yang tak tau sopan santun itu". gumam Rani lagi.
Rani masih setia mendengarkan obrolan mereka, namun Rani terkejut saat mendengar perkataan Reno. yaitu sebuah persyaratan yang harus di patuhi.
__ADS_1
" sampai kapan pun aku tak mau". akhirnya Rani meninggalkan tempat tersebut dan memilih untuk pulang saja.
_____
Plash ON
Mereka diam dalam pikiran masing masing pada akhirnya lia pun memulai percakapan.
" jadi gimana, apa Lo mau dengan persyaratan yang Reno ajukan". tanya lia kepada Rani dia berharap Rani mau menerimanya agar mereka bisa menyelesaikan pendidikan mereka bersama sama, itulah janji mereka dulu.
" ran gue mohon sama lo, Lo mau ya nerima tawaran dari Reno, ini demi masa depan Lo juga ran. Maaf kan gue, karna gue gak bisa bantu lo, ran coba Lo pikir pikir lagi". ujar Lia kepada Rani sambil memegang tangan Rani
" gue yakin pasti ada maksud terselubung di balik semua ini".
" ran apa pun itu coba Lo tahanin aja ya. ingat gue selalu ada buat Lo, Lo jangan merasa kalo Lo itu sendiri ran, apa pun yang di lakukan Reno sama Lo, gue usahakan bantu lo, walaupun itu nyawa gue taruhannya ran. tapi gue mohon sama lo, Lo mau ya".
Rani tak mampu menjawab Lia, pikiran nya sudah tak mampu lagi untuk berpikir saat ini. di satu sisi dia tak mau jadi budak reno. Namun di sisi lain dia juga tak tega melihat orang tuanya sedih jika tahu kalo putri nya sudah tak kuliah lagi.
" ya Allah apa yang harus aku lakukan. tunjukan jalan pada hamba mu ini ya Allah. Hamba yakin semua ini atas kehendak mu ya Robb, bantu lah hamba mu ini, dalam menghadapi nya". gumam Rani dalam hati. Namun tak di sangka air mata keluar dari tempat nya padahal Rani sudah menahan nya dari tadi, dai tak mau terlihat sedih di depan sahabat nya itu.
seketika lia langsung memeluk Rani dan ikut menangis juga.
Lia emang gadis yang cengeng dia tak bisa melihat orang yang dia sayang menangis, maka dia akan ikut menangis juga.
" Uda tau ran nangis nya. kan lo jadi jelek kalo nangis emang Lo mau jadi gadis jelek". ujar Lia kepada Rani.
saat itu pula mereka tertawa dan melepaskan pelukannya.
" bukannya itu kata kata gue ya buat Lo yang tukang nangis, kok malah jadi ke gue sih". tanya rani kepad Lia dengan bibir yang sengaja di manyunkannya.
" hahahaha....hahahaha...hahahah...".. mereka tertawa lepas saat ini.
" ok. gue mau nerima tawaran dari Reno itu". jawab Rani dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.
__ADS_1
jangan lupa like, vote, komentar dan shere ke teman teman ya kk.
salam dari eneng 🤩