Cinta Yang Terhalang Oleh Sahabat

Cinta Yang Terhalang Oleh Sahabat
episode 8


__ADS_3

Terkadang kita tak tau pada siapa hati ini akan berlabuh. Tapi setiap insan pasti ingin merasakan yang namanya jatuh cinta, alangkah indahnya jika cinta itu tak bertepuk sebelah tangan, saling mencintai satu sama lain.


Hari ini Lia memutus kan untuk menginap di rumah rani, dia ingin menghabis waktu bersama sahabatnya itu. Karna semenjak Rani menyetujui persyaratan yang di berikan Reno mereka jarang sekali bersama.


Lia kangen suasana di mana dia dan Rani selalu bersama, bercanda, mengobrol bahkan menginap di rumah salah satu diantara mereka.


Lia telah sampai di rumah rani. Tapi keadaan rumah Rani saat ini lagi sepi, rumah nya tutup .


Lia memutuskan untuk duduk di teras rumah Rani sambil memainkan ponselnya. Sesekali Lia melihat kearah jalan untuk memastikan Rani sudah pulang, namun hasilnya tetap nihil. Lia menelpon Rani berkali kali namun hasilnya juga tetap nihil. Rani tak mengangkat telponnya. Hal itu membuat Rani menjadi khawatir dan tak tenang tak biasanya Rani seperti ini. Jika Lia menelpon pasti Rani akan mengangkatnya walaupun dia sedang sibuk.


" Lo di mana si ran, kok telpon gue Lo rijek sih". grutu Lia sambil mondar mandir di teras rumah Rani. Tak lama kemudian ibu Rani pulang, dan heran melihat Lia yang sedang mondar mandir di depan rumahnya itu.


" Nak Lia sedang apa. Kok mandar mandir seperti setrikaan gitu" ledek ibu Rani pada lia


" Ibu sudah pulang. Ibu dari mana? tanya lia sambil mencium tangan ibu Rani.


" Ibu baru dari kedai nak habis belanja bulanan. Stok di rumah sudah habis semua.


Lo tumben kesini sendiri Rani nya mana gak Bereng pulangnya.


" ooh. Itu Bu Rani nya lagi ada tugas bu, terus Rani nyuruh gue buat kesini duluan sambil bilang sama ibu dia pulangnya agak terlambat hari ini". ujar Lia pada ibu Rani. lia sedikit menunduk dan sembari mengucapkan kata " maaf". dalam hati kapada ibu Fani karna dia telah berbohong.


" Yaudah kalo gitu kita masuk yuk. Kita tunggu aja Rani di dalam ya. ajak ibu Rani kepada lia sambil membuka kan pintu rumahnya.


" nak rani, duduk dulu aja biar ibu buat kan minun ya". ucap ibu Rani


" Gak usah repot repot buk nanti kalo Lia haus lia ambil sendiri. Ibu mau masak ya Lia bantu ya Bu". ucap Lia sambil mengikuti ibunya Rani menuju dapur


" Emang gak ngerepotin Lia kalo bantu ibu masak".


" Ya enggak belah buk. Malah Lia senang bisa bantu ibu sambil belajar masak heheh..


" Yaudah kalo gitu".


" Ibu mau masak apa? Tanya lia pada ibu Rani sambil memakaikan celemek ke badannya.


" Ibu mau masak ayam rendang kesukaan rani.

__ADS_1


Mereka memasak bersama dan sesekali mereka tertawa karna kadang Lia melucu dan membuat ibu Rani tertawa. Hubungan ibu Rani dan Lia sangat dekat sudah seperti ibu kandung dan anak kandung.


Tak lama terdengar suara mobil. lia langsung melihat ke luar siapa gerangan yang datang. Alangkah terkejutnya dia melihat Rani dan Reno turun dari mobil.


Lia menelan safila nya dengan susah payah. Hati nya kembali sakit melihat orang nya dia cintai bersama dengan sahabat nya sendiri. Walaupun dia tau mereka tidak memiliki hubungan khusus tapi tetap saja itu membuat Lia sakit dan hancur.


Rani melangkah kan kakinya menuju rumahnya. Tapi dia di kejutkan dengan keberadaan Lia di rumahnya.


" Lia Lo ngapain kesini". tanya Rani kepada Lia


Namun Lia seakan akan tak mendengar ucapan Rani dia terdiam dan melihat Reno dengan tatapan cinta. " apakah ini yang harus gue terima sebab mencintai Lo ren. Tak pernah kah kau melihat betapa sakitnya gue melihat Lo sama sahabat gue sendiri. gumam Lia dalam hati.


Reno yang melihat lia memandanginya sedikit risih. Namun seolah olah dia tak tau bahwa Lia melihat dia. Bahkan dia membuang muka agar tak bersitatap dengan Lia.


Rani sedikit heran dengan lia tak biasanya Lia tak menjawab pertanyaan dari Rani.


" lia Lo denger gue kan" tanya rani lagi


Lia terkejut dan reflek mengalihkan pandangan nya ke rani.


" ee..tadi Lo ngomong apa? tanya lia pada Rani sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sambil cengengesan.


" ohh..itu gue mau nginap di sini kan Uda lama gue gak nginap ke rumah Lo. Lagian semenjak Lo dekat sama Reno lo Uda gak peduli lagi kan sama gue. Seakan akan gue ini Uda gak sahabat Lo lagi. ujar Lia sambil memasang muka sedikit sedih dan ngambek.


Reno yang mendengar perkataan Lia barusan menaikan sedikit alisnya dan mencibir.


" Gue minta maaf ya. Kalo gue Uda buat Lo sedih."


Reno yang mendengar pembicaraan antara mereka berdua mulai bosan. Dia memutar kan badannya untuk menuju mobilnya dan pergi dari tempat itu. lia yang melihat Reno yang akan pergi reflek berkata. " Lo uda mau pulang ren. Gak singgah dulu." tawar lia namun Reno tak menggubris perkataan Dari Lia itu dia melajukan mobilnya dan meninggalkan rumah Rani.


" segitu bencinya kah kau pada diriku ren sampai kau tak mau bicara sepatah kata pun padaku". gumam Lia dalam hati.


" ya udah masuk yuk gue Uda capek mau istirahat juga" ajak Rani pada lia


Mereka berdua munuju kamar rani, sesampainya di kamar rani, Rani langsung menjatuhkan badannya di kasur nya yang tidak empuk tapi tidak terlalu keras.


" ran Lo dari mana aja sama Reno sampai jam segini batu pulang". tanya lia pada Rani dengan muka penasarannya.

__ADS_1


" oh... itu gue abis dari rumah reno". jawab Rani santai dan memeluk bantal guling nya.


" hah.. dari rumah reno. Lo ngapain ke sana". lia terkejut mendengar itu seakan akan ada sesak di dadanya mendengar sahabatnya dari rumah pria idaman nya.


Akhirnya Rani menceritakan semua nya pada lia. Dia tak mau menutupi apapun dari sahabat nya itu.


_________________________


Flashback


Rani dan Reno masuk kedalam rumah, sesampainya di ruang tamu mereka sudah di tunggu oleh maminya Reno.


"Wah anak mami Uda pulang sini duduk bareng mami". ujar maminya Reno sambil menepuk sofa di samping nya itu.


" Ayok duduk sayang jangan Malu malu". pinta maminya Reno pada Rani.


Rani terkejut dan melebarkan matanya dan seketika dia memandang reno. Reno yang menyadari akan sikap Rani itu langsung memegang tangan Rani dan menuntun Rani untuk duduk di dekat sang mami.


" Jadi ini pacar kamu sayang, cantik ya". ucap maminya Reno sambil membelai rambut Rani.


Rani hanya bisa tersenyum dan sesekali dia mengumpat Reno dalam hati.


" Iya mih ini pacar Reno yang sering Reno ceritain ke mami. Jadi jangan paksa Reno untuk menjalin kasih sama perempuan yang mau mami jodohkan itu". ucap Reno pada maminya.


" Jadi ini alasannya Reno bawa gue kesini dia mau menghidari perjodohan dari maminya". gumam Rani dalam hati.


Mereka saling ngobrol, tak terasa sudah satu jam setengah Rani di situ akhirnya dia pamit pada maminya Reno untuk pulang.


Flashback off


_________


Lagi lagi lia sedih mendengar sahabat nya bicara tapi dia tetap memasang senyum agar Rani tak menaruh curiga padanya.


**Bersambung....


jangan lupa vote author ya biar semangat up nya..

__ADS_1


jangan lupa like, komen da shere ke teman teman ya kk.


salam dari eneng 🤩**


__ADS_2