Cinta Yang Terhalang Oleh Sahabat

Cinta Yang Terhalang Oleh Sahabat
episode 6


__ADS_3

Rani terlihat sangat senang hari ini, karena dia uda memutuskan untuk tetap kuliah walau pun dia harus jadi budaknya Reno. Namaun di wajah ceria nya dia, ada tersimpan luka besar yang harus di obati secepat mungkin, Rani melangkah kan kaki ingin keluar dari kamarnya. Namun, dia diam sejenak dan memejamkan matanya untuk sesaat.


" Rani, kehidupan baru sudah menunggu mu, kamu harus bertahan apapun resiko yang kamu tanggung, kamu harus kuat. Lihat orang tuamu yang semakin hari semakin tua, mereka menaruh harapan besar padamu". gumam Rani dalam hati.


dia berusaha untuk tetap terlihat tegar di depan orang orang yang sayang pada nya terutama di depan orang tuanya.


Rani keluar dari kamar dan menemui mama dan papanya yang sedang duduk di ruang tengah.


"selamat pagi mama, papa ku tersayang". ucap Rani sambil mencium pipi kedua orang tuanya.


" pagi juga putri kesayangan". ucap orang tua Rani secara kompak.


Rani terkekeh mendengar ucapan kedua orang tuanya itu. bukan karna kata kata tapi karna kekompakan merekalah, Rani jadi terkekeh mendengar nya.


" kok kompak gitu ngomongnya".


" hahaha... emang Uda di rencanain". ucap mama Rani sambil melihat kearah suaminya.


" tumben papa belum berangkat kerja, biasanya pagi pagi papa uda pergi aja, Rani rindu tau sama papa". ucap Rani kepada papanya sambil memeluk nya.


" Maaf kan papa ya sayang. Karna papa gak bisa bagi waktu buat kamu. Tapi papa janji sama kamu papa bakal selalu ada buat kamu, ok". ujar papanya sambil membelai pucuk kepala putri nya.


Suasana di ruangan itu jadi sepi, mereka terbawa suasana pagi ini.


" Yauda kita sarapan dulu ya". ucap mama.


mereka pun menuju dapur untuk sarapan bersama. Rumah mereka emang kecil tak ada ruang makan nya, atau pun meja makan. Mereka makan di bawah yang hanya di alasi tikar saja.


" mama masak apa hari ini". ucap Rani kepada mamanya.


" cuma nasi goreng sama sambal teri aja sayang". jawab mama sambil meletakkan makanannya di hadapan Rani dan papanya.

__ADS_1


Mereka makan dengan lahap tak ada yang bicara. karna papanya melarang bicara ketika sedang makan.


" Alhamdulillah, Rani kenyang banget ma, masakan mama emang the best lah". ucap Rani sambil memegang perutnya yang sudah kenyang itu.


" ya udah, kalo gitu Rani pamit dulu ya ma, pa. assalamualaikum". ucap Rani sambil mencium tangan kedua orang tua nya.


" wa'alaikumsalam, hati hati ya sayang". ucap mama dan papanya Rani secara kompak lagi.


_______________


kini Rani telah sampai di kampus, dia mulai merasa kan hawa yang sangat sangat mencekam. " Semangat raniii". gumam Rani pelan. Dia mulai melangkah kan. kakinya untuk masuk ke dalam kampusnya, namun di hentikan oleh suara seseorang.


" Hem..sudah ku duga kau pasti akan menerima tawaran ku itu". ucap Reno dengan tatapan dinginnya.


Namun Rani tak menanggapi bicara nya reno, dia terlihat cuek dan tak perduli. Bahkan dia ingin cepat pergi dari sini.


" Lo gak lupa kan sama syarat yang gue ajukan".


" Mulai sekarang Lo harus nurut apa pun yang gue suruh. Dan jangan pernah bermimpi untuk bisa bebas". ucap Reno dengan suara yang datar.


Rani Uda menahan emosi nya dari tadi. dia mengepalkan tangannya, dan membuang nafasnya dengan kasar. lantas dia langsung membalikkan badannya menghadap ke Reno dengan tatapan tajam nya setajam silet.


Mereka saling tatap satu sama lain. Namun tatapan itu adalah tatapan kebencian bukan tatapan cinta.


" Sebenarnya apa mau Lo. Emang nya gue salah apa sama Lo. Dan setau gue, gue gak pernah cari masalah sama Lo. Lantas kenapa Lo ngelakuin ini ke gue". Saat ini Rani benar benar marah sama Reno dia bicara dengan nada tinggi dihadapan Reno.


" Gue tau, Lo orang yang berkuasa di sini, tapi bukan berarti lo, bisa semena-mena sama gue. Dan Lo pikir gue mau jadi budak Lo. hah".


Saat ini Rani tak bisa menahan amarahnya, dia ingin sekali memukul Reno dan menghinanya secara habis habisan. Namun masih dia tahan, untuk tidak berbuat seperti itu. Karna jika dia melakukan hal itu maka urusan nya akan semakin runyam.


Reno masih melihat Rani dengan tatapan dinginya.

__ADS_1


" Lo emang gak punya salah sama gue, dan juga gak ada urusan Sam gue. Tapi Lo uda berani menantang gue kemarin, bahkan Lo sampai mempermalukan gue di depan orang orang. Ini baru peringatan kecil dari gue, jika Lo masih gak nurut sama gue, gue pasti akan membuat hidup Lo lebih hancur dari ini. Lo denger ini baik baik dan camkan ini di kepala mu". ucap Reno kepada Rani.


saat ini mereka jadi tontonan gratis para mahasiswa. semua melihat mereka tak terkecuali sahabatnya Rani yaitu Lia.


Lia melangkah mendekati Rani, dan langsung memegang tangan Rani. " ran maafin gue ya, ini semua salah gue, gara gara gue Lo harus menanggung semua ini". ujar Lia dengan suara sedih nya.


" ren gue mohon sama lo, jangan kasar sama Rani". mohon Lia kepada Reno.


Namun Reno tak menggubris bicara Lia, dia masih dengan muka datarnya dan tatapan tajam nya kearah Rani.


" Gue gak akan kasar sama dia, asalkan dia mau nurut apa kata gue. Gampang kan". jawab Reno denah senyuman licik nya.


Rani masih diam dan tak menjawab perkataan dari siapa pun. Otak nya sedang berpikir bagaimana caranya agar dia masih bisa kuliah di sini, tapi bukan dengan menjadi budak Reno." Ya Allah apa ini sudah jalan hidup ku. Bantu aku ya Allah untuk menyelesaikan semua ini". gumam Rani dalam hati.


Rani melihat kearah Lia yang sedang memegang tangan nya itu dengan kuat.


" sebenarnya apa tujuan mu melakukan ini kepada ku. Reno Wijaya". Tanya Rani kepada Reno dengan tatapan yang sedikit berbeda dari beberapa menit yang lain.


Reno sedikit terkejut melihat perubahan dari tatapan mata Rani pada nya. Kini tatapan Rani sudah tak sama seperti beberapa menit yang lalu. Lantas Reno mengkerut kan keningnya, alisnya pun hampir menyatu.


" Tidak ada maksud lain. Hanya saja gue mau Lo nurut sama gue. Uda gitu aja simpel kan". tanya Reno kepada Rani


lantas Rani tersenyum sinis mendengar ucapan Reno barusan" kalo gue gak mau. Gimana".


Lagi lagi Reno tersenyum licik kepada Rani


" Gampang, jika Lo gak mau, Lo bisa angkat kaki dari kampus ini. Dan ingat Lo bakal gak bisa kuliah dimana pun, karna mana Lo sudah buruk dan tercoret. jadi pikir kan baik baik tawaran yang ku berikan pada mu".


Jangan lupa like, vote, komen dan shere ke teman teman ya kk


salam dari eneng 🤩

__ADS_1


__ADS_2