
Yana,,
Yana,,,ayo bangun!anak gadis apa kau itu?
tidur aja kayak kerbou.Begitulah mamak ku membangun aku agar tidak terlambat ke sekolah.Dengan malas aku bangun dari kasurku menuju kamar mandi sambil mengosok-gosokkan telapak tangan ku di wajah.
Huaaaaahhh,,,,,(aku menguap seperti orang yang kurang tidur)
aku anak ke empat dari lima bersaudar.Dan adik ku laki-laki dia masih lugu sekali dan sangat pengertian.kami berangkat besama-sama pergi sekolah.karena hanya aku dan dan adikku yang paling betah di rumah bersama mamak ku.sedangkan bapak ku,jarang sekali berada dirumah, maklumlah lelaki hebat yang sangat aku Kagumi bekerja untuk kami semua.Dia menghabiskan waktu bekerjanya dijalan raya, profesi nya sebagai supir lintas Sumatra ke pulau jawa menjadi jarak bagi kami untuk bisa bertemu setiap hari,dia akan kembali kerumah setelah dua yang akan datang.jangan tanya apakah aku merindukan nya?anak mana yang tidak merindukan bapaknya?kami semua sangat merindukan nya,Namun keadaan menuntut ku untuk selalu kuat dan bersabar.
aku memiliki dua orang kakak perempuan dan satu kakak laki-laki yang selalu ku panggil Abang.
Setelah siap-siap untuk berangkat sekolah,aku berniat untuk melihat mamak ku ke kamar tidurnya.kulihat mamak ku terlelap,setelah membangunkan aku tadi.Dengan suara sedikit kuat aku pamit untuk berangkat ke sekolah.mak,,,,,aku berangkat ya.kataku sambil berjalan keluar rumah menutup pintu rumah.
Seperti biasa yang kulakukan setiap harinya,aku tidak pernah ingin melihat rumah tetanggaku.aku selalu memalingkan wajahku untuk melihat rumah itu.Bukan karena aku tidak ikhlas,karena rumah itu sudah bukan milik keluarga ku lagi.Tapi terlalu banyak kenangan indah disana.Rasa menyesakan dada itu kembali lagi setiap aku melihat rumah itu,tanpa ku sadari mataku sudah berkaca-kaca.Tidak,aku ingin menitikkan air mata di pagi yang cerah ini,gumam ku dalam hati.kupercepat langkah ku agar tidak tertinggal bersama teman-teman yang sama-sama ingin berangkat ke sekolah.setiap pagi anak sekolah berlalu-lalang di kompleks ini,mulai anak TK,SD,SMP dan putih abu-abu tentunya.kami berlomba berjalan kami hingga ujung gang,seperti perlombaan saja.hingga kemacetan pun tak bisa dihindari karena banyaknya angkot yang berhenti untuk membujuk penompang naik angkot nya.kebanyakan para anak-anak sekolah memilih angkot yang cakep dan ada musiknya.aneh sih,tapi begitu lah situasi setiap paginya.berbeda dengan anak sekolah yang memiliki fasilitas bus sekolah,tidak perlu harus berjalan kaki ke ujung gang untuk berangkat ke sekolah.
kak,aku duluan ya,,, adikku Dio lebih dulu pergi bersama temannya.
oh,yaudah.hati-hati ya Dio kataku sambil melambai.
Langsung menaiki angkot yang berhenti dipinggir jalan raya.setelah aku memilih tempat duduk yang nyaman bagiku,ada seseorang anak laki-laki yang sejak aku naik angkot sudah sibuk mencari-cari sesuatu di dalam tas sekolahmya.aku hanya diam melihat tingkahnya yang panik,begitu juga yang penompang yang lain.(mungkin tugas sekolahnya tertinggal dirumah gumamku dalam hati).
__ADS_1
atidak menunggu lama, anak laki-laki itu menyapaku,
Hai,,,kamu kelas berapa?
Dengan malas aku menjawab Satu C(dasar orang aneh gumam ku,kenal juga enggak)
lalu dia menjawab ku,aku kelas satu B.
OH,,,jawab ku singkat
tolong bantu aku ya,dompet ku tertinggal di rumah,jadi aku gak punya uang untuk membayar ongkos ujarnya lagi.
Terimakasih banyak ya,,,nanti saat pulang sekolah akan aku gantikan uang kami pakai untuk membayar ongkos ku jawabnya.
oh,,gak usah.
gak apa-apa kok jawabku.lagi pula sekolah kita berbeda kataku.
Dia berubah menatap ku heran,
tapi seragam yang kamu pakai sama dengan ku,katanya sambil menunjuk ke arah atribut seragam ku.
__ADS_1
sontak aku kaget melihat seragam yang ku pakai,,,
Astaga,,,ini kan bukan seragam ku.
mungkin wajahku seketika pucat karena malu,bagaimana tidak seragam yang ku pakai adalah seragam sekolah kakak ku,aku bingung bagimana caranya aku bisa menukar seragam sekolah ku,saat itu angkot terhenti dan anak lelaki itu turun dan berkata Terimakasih banyak ya Dira.
Ah,,iya,,iya jawabku terbata karena malu.
Bagaimana tidak,dia menyebutku Dira karena seragam yang kupakai lengkap dengan papan nama kakak ku Dira.
*hai
salam sejahtera untuk kita semua
author masih belajar menulis,dan ini Bab pertama 🤭mohon maaf ya jika ada salah dalam penulisan karya ini🙏🙏
mohon bantuan dan sarannya ya agar author semakin semangat untuk belajar dan berkarya lebih baik lagi.
terimakasih 🙏
#jatuh boleh,tapi jangan berhenti untuk bangkit kembali.
__ADS_1