
Drrrrt,,,,,drrrrrt,krring,,,kring alarm berdering pukul 05:10.
"hmmfff"
,kurentakang tangan ku dan mengerakkan kakiku.rasanya malas sekali Bagun sepagi ini.tapi aku sudah terlanjur janji lari pagi bersama Rico.
" maafkan aku mata, aku harus memaksamu mellek lebih awal.aku bergumam
dengan langkah malas aku berhak dari kamarku dan bersiap untuk lari pagi.
"dingin"aku berkata sambil keluar rumah.
aku berjalan keluar gang melipat tangan di dadaku,ada seseorang yang duduk dipinggiran aspal, wajahnya sulit dilihat karena, posisinya yang membelakangi aku.aku mulai bergerak lari pelan untuk mengurangi rasa takutku.kira-kira 50 meter aku berlari, laki-laki itu juga menyusul berlari di belakangku.aku pura-pura tidak tahu, terus saja berlari ke tempat yang lebih terang.sesampainya ditaman,aku mulai lega dan aman, karena ramainya orang yang lari pagi,dan berolahraga.
"hufffffff,"
akhirnya sampai juga.aku berdiri dipinggir taman mengerakkan kaki dan tangan ku.
"pluk"
sesuatu mengenai kepalaku.potongan kayu kecil jatuh di hadapan ku.aku berniat memungut nya dan mencari siap yang sudah iseng melempar kepalaku.
"kenapa kamu lari?Yana menoleh.
"Rico,kamu sudah lama disini?"
"lumayan lama,tapi yang ditunggu malah lari duluan!"
"jangan bilang,kalo kamu yang tadi duduk ditempat gelap yang kulihat tadi!Yana mengernyit kan dahi tanda serius.
"iya"Rico menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" kalo aku tau tadi itu kamu,aku gak mungkin lari Rico!lagian siapa suru kamu duduk di tempat yang gelap"
"iya,iya aku salah! sekarang kamu yang kejar aku!"Rico menarik jepitan rambutkudan berlari.
"eeh,jangan lari !aku pun mengejar membiarkan rambut panjangku tergerai begitu saja.
Yana kesal sekaligus bahagia, kejahilan nya yang tak biasa membuatku tersenyum.
"Rico,aku memanggil agar dia berhenti."tapi dia malah menggodaku.
"ayo ambil kalo kamu bisa Nana"dia berlari sambil berteriak kencang.
"kamu nantangin aku ya?awas aja kamu ya kalo aku bisa nyusul kesitu".karena jalanan ini turunan,aku pun berlari kencang ke arahnya.
aku berlari terlalu kencang dan tidak bisa berhenti ketika sudah mendekati Rico.
"Rico,awas!"aku berteriak agar dia menyingkir dari sana.Dia ber balik melihat ku.
"Bruuk"
aku terjatuh tepat di atas tubuhnya.
"Adduh na,kamu lupa injak rem ya?"Rico mengangkat kepalanya yang tertutup rambut ku.
aku menggeser tubuhku dan bangun.
"mana?"aku meminta jepitan rambut ku.
"iya benta!"Rico bangun dan menepuk-nepuk bajunya yang kotor.
aku duduk dipinggiran taman, merapikan rambutku yang terkena debu.
"sini"
Rico menyisir rambutku dengan jarinya.
aku membiarkan tangannya merapikan rambut ku yang panjang, jangan sampai dia melihat wajah ku yang tersenyum bahagia sekarang.
__ADS_1
kamu baik sekali Rico,dan bersikap lembut kepadaku.
"rambut panjang ini akan lebih indah, kalo dibiarkan tergerai,tapi yasudahlah"
"selesai"gimana?aku bisa kan.
"terimakasih,ya boleh lah untuk laki-laki baik hati seperti mu!"
"gak perlu memuji aku seperti itu,aku tau kamu pasti bangga kan punya cowok seperti ku.Rico mulai besar hidung.
"terserah kamu mau bilang apa,sudah kita jalan lagi yuk!"
"huah"aku menguap.
"masih ngantuk Na?"
"hmmm"
"sampe segitunya ya kamu gak sabar ketemu aku pagi ini" Rico mulai meledek ku.
"bukan! aku gak bisa tidur karena ada pekerjaan yang harus aku kerjakan.jadi agak larut pulang ke rumah.
"sreek"
Rico memelukku dari belakang.
"Rico lepaskan!", beberapa orang memperhatikan kami.
"Sssstt"
"diam jangan banyak bicara, atau aku terpaksa menutup mulut mu.
aku menurut saja,agar dia tidak berbuat yang aneh-aneh.
"lihat,tidak banyak orang lewat dari sini!"
aku pun melihat disekitar,Rico benar tidak banyak orang yang melewati jalan ini, mungkin karena jalan ini banyak lampu jalan yang rusak.
sejujurnya aku senang Rico memelukku seperti ini,tapi aku tidak ingin terkesan murahan di hadapan nya.yah bisa di bilang jaim(jaga imej).
setiap wanita pasti menginginkan waktu berdua , romantisan dengan pacarnya.itu artinyaYana bukan wanita munafik.
"Yana" Rico memutar tubuh ku.dia menatap ku dengan tatapan yang sulit ku untuk artikan.
"Rico, jangan menatap ku seperti ini please"batin ku berbisik
"Yana,bisa kah kamu berhenti melakukan pekerjaan sampingan mu itu?
"maksud kamu apa RI?" aku menatap Rico tak percaya.
"Yana,lihat aku! Rico memegang kedua pipi ku dan memohon.
"aku mohon berhenti lah melakukan pekerjaan sampingan yang membuat mu tidak nyaman!"
"Rico" hanya itu yang keluar mulut Yana.
air mata Yana mengalir begitu saja di pipinya.
Melihat air mata Yana, Rico refleks memeluknya.
"maafkan aku Na,jika perkataan ku melukai hatimu.tapi aku tidak ingin kalau kamu terjerumus dan melakukan hal-hal yang bisa merusak masa depanmu"
mendengar niat baik Rico,tangis Yana semakin jadi.
"menangis lah Yana,aku akan selalu bersamamu, Jangan menyimpan bebanmu sendirian.aku akan membantu mu.
Rico mengusap air mata di wajahnya.
"aku tidak pernah menganggap kamu perempuan liar,murahan,atau apalah itu.yang aku tau,kamu perempuan hebat"
__ADS_1
"tapi gak bisa berhenti sekarang Rico,aku masih harus bekerja sampai Tamat SMA"Yana menjelaskan.
"tinggal beberapa hari lagi kita memakai seragam itu Na?mungkin 25 hari lagi,karena besok kita sudah mulai UN"
"iya kamu benar"
Yana tunduk mengingat besok dia akan mulai UN (ujian Nasional) tapi sampai saat ini dia belum menerima kartu peserta ujian.karena ada beberapa administrasi sekolah yang belum dilunasi.
dulu saat pembagian raport sekolah juga Yana sering sekali tidak diijinkan membawa pulang raportnya karena hutang sekolah yang belum dilunasi.baginya tidak masalah walaupun tidak menerima raport,tapi Ujian Nasional yang menentukan nilai akhir dari perjuangan nya selama 3 tahun ini.
"Yana,"
Rico menggenggam tangan nya.
"aku tidak berhak meminta mu untuk berhenti melakukan pekerjaan sampingan itu,tapi aku berharap kamu memikirkannya pelan-pelan!"
"terimakasih Rico,aku menghargai perhatian mu untukku.dan aku akan memikirkan nya nanti!"
Yana tersenyum,menandakan setuju dengan Rico.
"huuuffff, thanks ya Rico rasa sesak di dadaku sudah hilang entah kemana.
"syukurlah kalau kamu ngerasa lebih lega sekarang,aku ikut senang"
"tapi,aku ngerasa setelah lulusan nanti,kamu pasti pergi ninggalin aku jauh" Yana melirik ke arah Rico.
"kenapa kamu bisa berpikir begitu Na?
"karena,ada kemungkinan kan setelah melanjut ke universitas kamu bakalan punya banyak cewek-cewek"kataku memonyongkan bibirku ke arahnya.
"lagi pula banyak yang bilang,kalo pacaran ketika masih sekolahan kayak kita,itu masih cinta-cintaan, cinta monyet,lompat sana - sini" Yana menjelaskan pendapat nya.
"Yana,jodoh itu ditangan Tuhan,jika Tuhan mengijinkan kita berjodoh maka siapapun tidak bisa memisahkan nya. itu yang aku tau" Rico mencubit pipi Yana.
"kita liat aja nanti kalo sudah waktunya,kalo salah berarti cinta monyet yang itu memang benar adanya" aku menatap wajah nya.
"baiklah kalo itu mau mu,aku setuju"
"oke,aku juga setuju" aku tersenyum mamainkan kedua alisku menatap nya.
"jangan menggodaku dengan tatapan seperti itu Na"Rico mencubit pipinya
"sakit Rico"
tidak mau kalah,Yana pun mencubit pipi Rico.
saat sadar jarak mereka begitu dekat,mereka hanya diam dan saling menatap.tangan yang tadi mencubit kini beralih manjadi usapan lembut.Rico mengusap lembut wajah Yana dan mengangkat dagunya.sedangkan tangan yang satunya melepas penjepit rambut yana.yana masih mematung memegang kedua pipi Rico,detak jantung kedua insan itu pun berpacu.
"cup"
untuk pertama kalinya Yana mendapatkan kecupan dibibirnya.Rico mengecup bibirnya dengan sangat hati-hati.ia takut jika Yana tiba-tiba menampar nya.saat ia melihat Yana merespon aksi nya.Rico pun menci*mnya dengan lembut,dan mulai menarik tubuh Yana lebih dekat.mereka berdua berci**man layaknya sepasang kekasih yang sedang mabuk cinta.
tiba-tiba Yana mendorong tubuh Rico,dan langsung membalikkan tubuhnya.yana merasa malu dan menutupi wajahnya dengan kudua tangan nya.
Yana bahkan tidak percaya ia baru saja first kiss.
"ayo kita sarapan"Rico menarik tangan Yana sambil berjalan.
Rico mengajaknya sarapan, untuk menghilangkan canggung diantara mereka berdua.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
hai reader,,maaf y baru bisa lanjut cerita nya.
jgn lupa di like dan komen author y, π
terimakasih ππ
__ADS_1
.