
Ayo, sebentar lagi kita akan sampai"Rico masih setia menuntunku berjalan. Rico bahkan,tak pernah melepaskan tangannya dari ku.
"sreek,sreek"ada suara di semak-semak.
"kyaaaaaa"Yana pun berteriak.
"ada apa Na?" sontak Rico menarik Yana kepelukannya.
"di,,disana ada yang bergerak-gerak Ric"Yana ketakutan dan menunjuk ke semak-semak di sekitar mereka.
"sudah tidak ada apa-apa,mungkin itu hanya tupai,atau tikus yang mencari makan"Rico mencoba membuat Yana tenang.
"kita balik ke atas aja ,aku takut Rico",Yana memohon.
"lihat ke arah sana,ada banyak sekali yang penasaran air terjunnya.keindahan alam tidak dapat kita nikmati setiap saat.tapi setidaknya kita pernah disini bersama-sama" Rico berharap Yana mau melanjutkan perjalanan ke arah air terju
"baiklah, ."Yana mengangguk.sebenarnya Yana masih takut,tapi ia tidak mau membuat Rico kecewa.
" ayo kita lanjutkan tanpa menyerah"Rico mengulurkan tangannya.
Yana meraih tangan nya tanda setuju.
"tapi kita jalan pelan-pelan saja, karena aku pake rok "aku memperingatkan Rico.
"beres buk"Rico tertawa menggodaku.
****************
tak berapa lama kemudian kami berdua sudah sampai ke aliran sungai tempat dimana banyak sekali anak sekolahan yang mendekati air terjun.
"wah,,,belum dekat air terjunnya saja sudah membuat pakaian basah"percikan air terjun yang mengenai batu besar di bawah nya membuat semua orang basah.
percikan air menghilangkan rasa penat dan lelah diperjalanan.bahkan percikan airnya seperti uap air yang bertebaran dimana. mungkin lebih tepat nya Seperti di negri kayangan kalau jalan ada asap di mana-mana.tapi yang ini berbeda.
"ayo,kita harus melewat aliran sungai ini dulu untuk bisa lebih dekat lagi kesana"Rico memimpin jalan.
kami melewati sungai bersama-sama dengan bantuan tali yang berukuran besar.Rico jalan lebih dulu memastikan jalan yang kami lalui aman.
kami memanjat, merangkak menaiki batu yang agak licin dan ditumbuhi lumut untuk lebih dekat lagi.
mata terpesona melihat pemandangan alam yang sangat luar biasa.sungguh luar biasa ciptaan tuhan untuk kita manusia.
kami berdiri persis dibawah batu besar air terjun.
spot yang sangat indah dan romantis untuk dijadikan Selfi bersama kekasih.atau foto prewedding mungkin.ake mengkhayal kejauhan(hehehe)
kuedarkan pandangan disekitar,tidak hanya banyak, tempat ini hampir dipenuhi anak sekolahan memakai seragam yang sudah di coret-coret.
"hufffffff"kutarik nafas dalam dan menghembuskan,aku mengangkat kedua tangan ku seperti mengatur pernapasan yang di ajarkan guru olahraga.
"hmmmmh"Rico memelukku saat tangan ku direntangkan untuk membuang nafas.
"kau merusak kesenangan ku Rico"aku berkata sedikit tersenyum.tapi Rico tidak melihatnya.
"baiklah tarik nafas lah sesukamu, aku tidak akan melepaskan tanganku"Rico keras kepala.
__ADS_1
"terserah"aku kembali mengulangi mengatur pernapasan dengan menutup mata.
Rico memindahkan tangannya memeluk pinggang ku.kimia dia memeluk ku dari belakang.
"wooiii ini bukan kapal Titanic"teriakan seseorang bergema.
aku mencari suara yang sangat familiar itu.Dea dan Jhonny menertawakan kami berdua.
"itu Dea dan Jhonny sedang menuju kemari"Jhonny berbisik dibalik telinga ku.
Rico Hanya berbisik dibalik telinga ku,kenapa aku jadi merinding.ada getaran sesuatu yang menurut ku aneh rasanya.
"Yana" Rico berbisik
"hmmmm"
"maukah kau berjanji padaku satu hal"Rico memutar tubuhku menghadap ke wajahnya.
"berjanji soal apa?"aku menatap matanya yang sangat indah.mata bulat berwarna coklat ini selalu membuat aku tenang.
"berjanjilah kau akan menungguku sampai aku datang melamar mu kelak Yana"Rico mengatakan nya bersungguh-sungguh.
"apakah ini perpisahan sesungguhnya?"aku menyimak ucapannya barusan.
"Jangan berjanji jika akhirnya nanti juga diingkari Rico"aku mengingat kan
"aku berjanji akan datang,apapun yang terjadi"Rico mengusap rambut ku yang terbang menutupi setengah wajahku.
"sungguh?"air mata mengalir mengalir begitu dipipi lembut Yana.
"iya aku bersungguh-sungguh"Rico mengecup kening Yana dan memeluknya.dadanya terasa sesak melihat kekasihnya menangis.
mendengar Dea berbicara, Yana buru-buru melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya.
"santai bro,sekarang kita bebas dari pengawasan.hahahaha"Jhonny bersorak kegirangan memeluk Dea.
"iya,kalian bersenang-senanglah"Dea dan Jhonny pun pergi.
"mereka berdua norak ya"aku berpendapat.
"jangan bilang kau iri melihat mereka seperti itu Yana"Rico menggodaku.
Engan rasanya meninggalkan tempat seindah ini,Yana menyandarkan tubuhnya di batu besar.yana ingin lebih lama lagi merasakan percikan air yang menjadi embun bertebaran ke dalam Sukma nya.meskipun tubuhnya sudah basah kuyup.seragam putihnya yang basah mengekspos lekuk tubuhnya yang seksi.terlihat jelas bra berwarna hitam yang ia kenakan saat ini juga sudah basah.
Rico bahkan tidak menyangka lekuk tubuh kekasihnya selama ini ternyata sangat seksi.rico lelaki yang sehat,jadi wajar dia juga menikmati pemandangan indah yang dimiliki kekasihnya.
mengingat ada banyaknya orang memperhatikan Yana,Rico berdiri dan memeluk Yana yang tengah memejamkan matanya.
"seep"sesuatu yang kenyal ini membuat tubuhku Rico bergetar.
"rico,ada banyak orang yang melihat arah kita.
"biarkan saja,ini lebih baik dari mempertontonkan tubuh mu ke semua orang"Rico berbisik
"mempertontonkan apa?"Yana bingung
__ADS_1
"deg-deg,,degh
lagi-lagi aku merasakan sesuatu yang aneh bisa mengetarkan jiwa ku.yana memejamkan matanya dan memeluk Rico.
"busyet,Yana malah balas memeluk ku"Rico bergumam dalam hati
"Yana,ayo kita kembali keatas,terlalu lama disini nanti masuk angin"Rico melonggarkan pelukannya.
"baiklah"Yana pun menurut
kami pergi meninggalkan air terjun yang memanjakan mata itu.masih di seperempat perjalanan kami harus terhenti karena hujan.
kami berteduh di tempat pondok-pondok kecil yang disediakan untuk wisatawan yang memerlukan tempat istirahat sejenak.
"pakain bahkan belum kering,hujan sudah turun lagi"Rico berkata sambil mengibaskan tangannya ke kepala.
aku menggulung-gulung rambutku yang panjang agar cepat kering.karena banyak pepohonan udaranya sangat sejuk.tapi untuk saat ini kami berdua kedinginan karena pakaian kami yang basah.
Rico mengagumi kecantikan Yana, apalagi Rico sangat menyukai rambutnya yang panjang dibiarkan terurai.ia sepertinya menikmati pemandangan itu lagi.yana terlihat seksi mengenakan seragam sekolah yang basah,dan bra berwarna hitam itu sangat menggoda Rico untuk menyentuh nya.
"plak"Rico menepuk jidatnya dan memalingkan wajahnya kearah lain
"jangan Rico belum waktunya"Rico bergumam dalam hati.
"kenapa Rico,kami digigit nyamuk?"Yana bertanya karena melihat Rico menepuk jidatnya sendiri.
"iya, disini banyak nyamuknya ternyata"Rico pun menepuk -nepukkan tangan nya seolah ada nyamuk.
"mudah - mudahan hujan nya cepat reda ya"Yana bergumam lirih.
"iya,semoga saja"Rico melihat Yana melipat kedu tangannya di dada.
"Na kamu kedinginan?"
"iya,mungkin karena hujan dan anginnya yang keras
Rico memeluk Yana karena tidak tega melihatnya mulai menggigil,bibir merahnya bahkan mulai membiru.
melihat Rico memeluk tubuhnya yang basah Yana pun menyandarkan kepalanya ke bahu rico.yana juga berharap tubuh mereka berdua bisa lebih hangat.
Rico mengelus rambut Yana yang setengah basah.elusan tangan nya pun turun ke pipi Yana,ia meraih dagu dan mengusap bibir sensual itu dengan jarinya.
"Ric,,hmmmm"belum sempat Yana berbicara bibir Rico sudah mendarat sempurna di bibir nya.Rico mengecup nya sangat lembut.
" Duaarrrrrrr"
** suara petir seolah memperingatkan kedua insan tersebut**.
mereka pun saling menatap dan tersenyum bersamaan.
"untung petir itu memberi peringatan,kalau tidak,entah apa yang terjadi selanjutnya" gumam Yana dalam hati.
****************
selamat sore reader tercinta.
__ADS_1
jangan lupa seperti biasa,like dan komenya ya🙏
terima kasih.