Cintaku Putih Abu-Abu

Cintaku Putih Abu-Abu
9. Cincin


__ADS_3

kami berjalan melanjutkan perjalanan pulang setelah hujan reda.baju yang basah kuyup pun sudah kering dibadan karena panasnya suhu tubuh yang meningkat akibat jalan yang menanjak seperti mendaki gunung.


"hufffffff akhirnya sampai juga"Yana duduk di anak tangga yang pertama.


"jauh juga ya kalo mau naik,tadi pas turun kebawah perasaan lebih cepat ya Na"Rico duduk meluruskan kakinya yang sudah pegal-pegal.


"iya,aku juga ngerasa gitu!seragam kita yang tadi basah aja sudah kering nyampe disini"Yana menyentuh seragam nya.


"ini pengalaman yang pertama kalinya naik turun kebawah sana,ampun rasanya kakiku" Rico masih memijat - mijat kakinya.


"kkrrrrruucyuk,,, kkrrrrruucyuk"


Yana memegang perutnya yang berbunyi.


"kamu lapar Na?"Rico melihat wajah Yana yang merah menahan malu.


"iya,aku lapar "Yana menjawab dengan menundukkan wajahnya yang memerah.


"ayo kita cari tempat makan dulu sebelum pulang"Rico pun membantu Yana berdiri dengan meraih tangan nya.


Rico memesan makanan untuk kami berdua.karena terlalu lama di air dan berjalan kami berdua tentu kehabisan tenaga.


"setelah makan kita tunggu Dea dan Jhonny datang dari bawah sana"Rico pun berkata sambil menyerahkan seporsi nasi goreng hangat.


"hmmmm"Yana hanya mengangguk dan memakan nasi goreng nya.


"sepertinya kamu kelaparan sekali,makannya sampai tak bersisa"Rico melirik piring makan yana.


"hehehe,iya aku memang sudah sangat lapar"


Yana menertawakan tingkah nya sendiri.


"memang pemandangan di air terjun tadi sangat indah,tapi membutuhkan tenaga ekstra untuk pulang dari sana,ini pertama dan terakhir kalinya aku kesana"RIco menuturkan pendapat nya.


"jadi kamu juga baru pertama kalinya"Yana kaget.


"iya,kenapa kamu kaget mendengar nya?


"tapi tadi kamu bilang,air terjunnya dekat,itu artinya kamu sudah pernah kesana kan!"Yana mengangkat kedua alisnya menatap Rico curiga.


"iya memang tadi aku bilang begitu,tapi itu untuk meyakinkan mu agar mau kesana bersama ku"Rico menjawab tanpa menatap Yana.


"jadi kamu bohongin aku ya?"Yana melotot


"iya,tapi kamu gak kecewa kan liat pemandangan yang indah disana,buktinya kamu seneng kan dari tadi bawaannya hepi terus disana"Rico menjelaskan niat baik nya.


"iya baiklah,aku maafkan.karena jujur aku memang benar-benar hepi tadi disana"Yana pun menyeruput teh nya.

__ADS_1


"terimakasih Yana,aku tau kamu memang berhati lembut"Rico memuji


"sudah selesaikan makannya?"menatap Rico yang sudah melahap habis makanannya.


"iya sudah,kita keluar sekarang?mungkin mereka sudah datang.


kami keluar dan duduk ditaman sambil mencari dua orang yang dinanti.


"kenapa Dea belum datang ya?"Yana mulai gusar menantikan sahabatnya yang sejak tadi belum terlihat.


"entahlah, Jhonny juga belum kelihatan batang hidungnya" rico pun mengkhawatirkan sahabatnya.


"hari sudah mulai mendung, sebentar lagi mungkin akan turun hujan lagi"Yana semakin cemas.


"sudah, jangan memikirkan yang aneh-aneh mereka berdua pasti baik-baik saja"Rico mencoba berpikir positif.


"iya, semoga saja" aku menimpali ucapan Rico.


"ayo kita jalan kesana siapa tau ada sovenir yang bagus untuk dibawa pulang"Rico menunjuk ke tempat beberapa toko yang menjual aneka sovenir.


"ayo, sambil menunggu Dea datang,gak ada salah kita jalan-jalan dulu,dari pada bosan menunggu."Yana berdiri dan jalan lebih dulu.


penjual sovenir menawarkan beberapa barang khas tempat wisata lokal seperti baju,syal, sweater,sendal,kalung cincin,dan masih banyak lagi.


"Yana, apakah ini bagus?"Rico menunjuk sebuah cincin yang unik berwarna coklat.


"apakah kamu suka?" Rico bertanya lagi.


"iya tentu saja"aku meyakinkan nya.


" baiklah"Rico pun mengembalikan cincin itu ke pemiliknya.


aku melihat mencari sesuatu yang menarik,tapi tidak aku temukan juga.


"ayo kita pergi, mungkin Dea dan Jhonny sudah datang"kami pun bergegas meninggalkan toko sovenir.


"sini, RIco meraih tangan kiriku dan memakaikan cincin yang berwarna cokelat di jari manis.


"lihat kita memakai cincin yang sama"Rico menunjukkan cincin yang sama juga.


"terima kasih sudah memberikan aku hadiah indah ini!"Yana menatap cincin di jari manis nya.


"iya sama-sama, anggap saja kita 8ni sudah bertunangan"Rico memainkan kedua alisnya.


"tunangan?tunagan bohongin!Yana pun tertawa.


"bukan,tapi pra pertunangan"Rico menjawab dengan mantap.

__ADS_1


Yana dan Rico saling memasang kan cincin dijari mereka seperti layaknya pasangan yang melaksanakan pertunangan.


"semoga aku diberi kesempatan memakaikan cincin yang sesungguhnya dijari manis ini"Rico meraih tangan Yana


"amin,aku akan menanti kan hari itu tiba rico"Yana membalasnya dengan senyuman.


"ck,ck,ck dicari malah disini berduan,kalian blom mau pulang ya?"Dea dan Jhonny datang menghampiri.


"kalian dari mana saja?kami sudah kelaparan menunggu dari tadi?Rico mengalihkan pembicaraan mereka.


"iya,tadinya kita pikir kalian mau menginap di bawah sana"Yana menimpali ucapan Rico.


"siapa juga yang mau nginep di hutan Amazon,yang ada ketemu hewas buas"Dea membayangkan ngeri.


"udah ah !gak usah ngomong yang aneh-aneh,kita cabut sekarang!" Jhonny menarik tangan Dea dan pergi lebih dulu.


"sepertinya Jhonny bucin sekali"aku tersenyum melihat dua sahabat kami itu bergandeng tangan.


"iya tentu saja, karena Jhonny baru pertama kali ini berpacaran"


"benarkah?"itu berarti mereka sama.


"jadi Dea juga baru pertama kali ini berpacaran?"


"iya benar"aku menjawab dengan yakin.


kami meningkalkan tempat wisata yang masih banyak dihuni anak sekolahan.menurutku hari ini tempat wisata yang kami kunjungi penghuninya seragam putih abu-abu.


rasanya hari ini berlalu begitu cepat,begitu banyak kenangan yang sayang jika hanya dibuat kenangan saja.semoga Tuhan mempersatukan kami suatu hari nanti.yana berdoa didalam hati dan mengusap cincin dijari manis nya.


rasa gelisah pun mulai timbul dihati Yana,mungkin beberapa hari ini Yana tidak akan bertemu dengan rico.karena biasanya mereka bertemu disekolah setiap hari.tapi dikarenakan libur sampai pengumuman kelulusan,maka sudah pasti mereka jarang ketemu.


"huuuffff"Yana membuang nafas kasar.


mereka berdua pun tertidur karena kelelahan hati ini.walaupun mereka berdesakan di dalam mobil yang terbuka,tidak masalah asal mereka bisa bersama-sama.sesederhana itu kah cinta anak SMA? mungkin mereka berdua masih saling bucin, Hingga membuat segala sesuatu nya indah.kedua insan yang dimabuk cinta itu,bahkan belum memulai perjalanan cinta yang sesungguhnya.


harapan mereka yang mulia,mungkin bisa saja terwujud kan.


...********************************...


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


salamat pagi reader ☺️


semangat dan optimis menjalani aktivitas pagi ini.


jangan lupa semangati juga author yang amatiran ini ya 🙏

__ADS_1


tempelin jempolnya juga ya.terima kasih.


__ADS_2