Cintaku Putih Abu-Abu

Cintaku Putih Abu-Abu
10. Dio


__ADS_3

"trrennggg"Dio menyepak kaleng tempat yang biasa dijadikan menyimpan beras.dio sering melakukan hal konyol seperti itu.suara itu terdengar nyaring ditelinga.dia duduk dipintu dan melamun.


"Dio kamu kenapa?"begitu sampai aku melihat mata Dio berkaca-kaca.


"kakak, hiks,,, hiks"air mata Dio tumpah memeluk ku.


"katakan ada apa?,apakah ada yang mengganggu mu?atau memarahi mu?"aku terus bertanya bertubi-tubi.


"tidak kak, tidak ada yang memarahi dan mengganggu ku!"bocah itu menagis sambil menjelaskan sesenggukan.


"lalu apa yang membuat mu menagis Dio?"ku usap air mata adikku perlahan.


"kita malam ini makan apa kak?didalam kaleng itu tidak ada beras untuk dimasak jadi nasi"Dio pun akhirnya menjawab penyebab dia menangis.


"sudah jangan menagis,Kakak akan memasak makanan malam untuk kita, ayo!" Yana mengajak Dio ke dalam rumah.


Dio adik laki-lakiku.dia satu-satunya teman yang paling betah dirumah bersama ku,karena saudara ku yang lainnya ada yang sudah menikah,dan ada juga yang entah dimana bekerja.


yang pasti,penghuni rumah ini yang selalu ada hanya mamak,aku dan dio.karena kalau bapak ,ia akan dirumah jika ia sudah balik dari tanah rantau.


"tunggu disini,aku akan kewarung depan sebentar!"


Dio hanya mengangguk setuju.


......................


"Yana,,,tunggu!"seseorang memanggil namaku.


"Jeny ,ada apa?"Yana menghentikannya langkahnya.


"kamu mau ke warung kan?"


"iya,memangnya ada perlu apa jen?


"bukan apa-apa,ayo kita kewarung sama-sama,aku juga mau membeli sesuatu"Jeny mengandeng tanganku.


Jeny sahabatku sejak kecil,kami pernah satu sekolah ketika masih di sekolah dasar, setelah itu kami hanya bertemu saat pulang sekolah,karena sekolah kami . Namun terkadang aku menjaga jarak terhadapnya karena dulu ibunya Jeny pernah melarangnya bersahabat dengan ku.


tapi aku tidak pernah mengatakan nya pada Jeny,bahkan sampai saat ini pun Jeny tidak tahu soal itu.


"kamu mau beli apa Na?"Jeny membuyarkan lamunanku.


"oh,aku mau beli telur dan beras! ayo cepat !"aku pun mempercepat langkah kami.


sesampainya di warung kami membeli yang kami butuhkan,dan langsung pergi meninggalkan warung.


"Na,besok kita kan libur! kamu datang ke rumah ya,aku ada beberapa Novel baru dirumah" Jeny membujuk ku dengan novel barunya.


"Jen, bukan nya aku nolak,tapi besok aku ada kerjaan jadi aku gak bisa datang ke rumah kamu,tapi lain kali aku pasti datang!"aku tersenyum .

__ADS_1


maafkan aku Jeny,aku sangat ingin kita seperti dulu lagi.bercanda,membaca novel terbaru, cerita yang lucu-lucu,tukeran novel dan banyak lagi yang aku rindukan saat kita bersama.mungkin ini lebih baik,agar ibumu tidak marah.


"kamu janji ya,kamu akan datang kerumah ku!"Jeny menatap ku.


"iya aku akan datang,hehe,,he"


'ya sudah,aku duluan ya Jen"aku pergi meninggalkan nya lebih dulu.


sebenarnya apa yang disembunyikan Yana dariku,dia selalu saja menghindar dariku.sebelumya semua baik-baik saja! Jeny pun bertanya-tanya dalam hati.


"Dio,tadi waktu kamu pulang sekolah siapa yang ada dirumah?"aku bertanya pada Dio sepulang dari warung.


"tadi waktu Dio pulang sekolah gak ada siapa-siapa di rumah!"memang nya kenapa kak?Dio pun penasaran.


"kenapa hanya rumah kita yang gelap,tadi waktu aku diwarung tv,lampu mereka menyala.kenapa cuma rumah kita yang gelap?"Dio pun ikutan heran seperti ku.


karena penasaran Yana dan Dio pun keluar melihat meteran listrik yang berada diluar,ada sesuatu yang melekat, berwarna kuning dan ada tulisan disana.


"degh"


ternyata pihak PLN memutus aliran listrik kerumah kami karena sudah menunggak tiga bulan.


"kenapa kak? Dio menatapku heran.


"Listrik dirumah kita diputus"Yana berkaca-kaca menatap Dio.


hari udah mulai gelap, beberapa orang memperhatikan rumah kami yang gelap.hanya ada cahaya lilin untuk membantu menerangi kami.


"kak,apakh besok listrik kita sudah dipasang kembali?Dio bertanya dengan polosnya.


"hmmmm, mungkin! oh iya,sudah jam berapa?kakak sudah mulai lapar! Yana mengalihkan pembicaraan.


"mungkin sudah jam delapan kak"Dio pergi melihat jam di ruang depan.


"ceglek"pintu terbuka ada seseorang yang masuk ke rumah.


"mamak pulang"Dio berteriak


"dimana kakak ?mamak bertanya sambil berjalan pelan menuju dapur.


"Mak,meteran listrik kita disegel" mata ku mulai berkaca-kaca


"hufffffff"


"iya mamak tau, mungkin dua atau tiga hari kedepan kita seperti ini.mamak blom ada uang untuk bayar tagihan listrik yang sudah menunggak tiga bulan"mamak menitik kan air mata.


"kita makan dulu ya Mak,aku baru saja selesai memasak!"Yana m sengaja mengalihkan pembicaraan.


...****************...

__ADS_1


Yana tidak masuk sekolah karena tinggal menunggu pengumuman kelulusannya.ia mengerjakan pekerjaan rumah, Dio berangkat ke sekolah sendiri pagi tadi.


mamak duduk di dapur sendirian,banyak pikiran dan beban membuat wanita paruh baya itu sedikit lebih tua,matanya yang sembab membuat hati Yana semakin sedih.


"tok,,tok,,,tok"


Yana berlari membukakan pintu rumah.ia semangat berlari membukakan pintu,ia berharap yang mengetuk pintu itu adalah bapaknya yang sudah lama ia rindukan.


"dimana ibumu?"


"degh",Yana yang tadinya tersenyum berharap bisa bertemu dengan ayahnya seketika diam melihat seorang bapak-bapak yang mencari ibunya.


"ada di dalam pak,silahkan masuk"Yana mempersilahkannya masuk.


mamak yang mendengar aku berbicara bersama seorang pria di depan pintu langsung datang menghampiri.


"kenapa listrik dirumah ini dipadamkan?,sudah berapa bulan kalian tidak membayar tagihannya"


bapak pemilik kontrakan rumah pun marah.


"maafkan kami pak,kami belum punya uang,nanti setelah suami saya pulang kami akan langsung melunasinya"mamak memohon dengan air matanya yang berderai.


"ah,selalu saja kalian menunggak,rumah kontrakan juga menunggak!"pemilik kontrakan semakin membentak mamak.


"lebih baik kalian pergi dari rumah ini,kalian harus mengosongkan rumah ini secepatnya"bapak itu semakin meninggikan suaranya.


"tolong pak,beri kami sedikit waktu.saat ini kami tidak punya uang.lagi pula bapak kami belum pulang kerja,tolong kasihanilah kami pak"


aku memohon kepada bapak pemilik kontrakan,aku tidak tahan melihat ibuku dibentak.aku menangis menahan sesak didadaku.


"baiklah,aku beri waktu satu Minggu untuk kalian,dalam satu Minggu kalian harus mengosongkan rumah ini"bapak itu mengingat kan kami lagi.


"baik pak"mamak menyahut pelan.


bapak pemilik kontrakan itu pergi meninggalkan aku dan mamak.ia bahkan pergi tanpa permisi.


"Mak"kupeluk mamak yang sudah menangis sedari tadi.berharap agar ia lebih tenang.


"kita harus berbuat apa Yana?kita pergi kemana?"mamak menangis dan terus bertanya kepadaku.


"Mamak tenangkan pikiran dulu,setelah itu baru kita cari jalan keluar nya"ku ambilkan segelas air untuk nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


selamat siang reader, maafkan saya yang sudah absen up beberapa hari ini 🙏


tetap dukung,dan ikuti kisah Yana☺️


jangan lupa di like dan komen ya 🙏

__ADS_1


terimakasih.


__ADS_2